Lydia
Ini bukan cerita tentang perempuan ambisius yang menaklukkan dunia.
Bukan juga tentang perempuan yang tahu persis apa tujuan hidupnya.
Ini tentang Lydia, seorang perempuan yang tampaknya—hanya tampaknya—santai.
Santai bukan karena dia punya privilege keluarga kaya, atau karena dia tanpa beban.
Sebaliknya, Lydia adalah seorang overthinker kelas berat.
Usianya 31 tahun, dan hidupnya terasa seperti berada di persimpangan jalan yang macet.
Di sekelilingnya, teman-teman sebaya melaju kencang, menempuh hidup yang terasa seperti balapan.
Mereka dapat julukan “burnout generation”—bekerja tanpa henti, mengejar target, seolah 24 jam sehari tidak pernah cukup.
Di Instagram, mereka memamerkan pencapaian karier, pernikahan, atau liburan ke luar negeri.
Lydia, di sisi lain, sering kali merasa seperti berdiri di tempat.
Dia ingin sukses.
Dia ingin punya hidup yang sesuai dengan tradisi Indonesia. Menikah sebelum 30 tahun.
Namun, hasrat itu sering kali berbenturan dengan energi yang terasa habis bahkan sebelum dia memulai.
Dia menyaksikan teman-temannya menikah di Instagram, lalu dengan cepat berpura-pura cuek, takut terlihat putus asa.
Kadang, dia bahkan berpikir untuk mengubah akun Instagramnya menjadi publik, siapa tahu bisa mendapat uang tambahan dari endorsement.
Tapi seribu skenario buruk langsung memenuhi kepalanya: "Bagaimana kalau orang-orang menghujat?" "Bagaimana kalau aku gagal?" "Nanti jadi bahan omongan?"
Lydia tidak pernah benar-benar terbuka dengan orang lain.
Dengan laki-laki, dia adalah tipe yang penuh semangat di awal, mengkhayalkan masa depan bersama, tapi begitu obrolan mengarah ke arah lebih serius, poof! dia pelan-pelan mundur.
Mungkinkah Lydia adalah tipe avoidant? Dia sering bertanya-tanya.
Di tengah dunia yang menuntutmu untuk selalu bergerak, ada Lydia yang memilih untuk diam.
Ada Lydia yang pura-pura santai.
Ada Lydia yang menghindari konfrontasi—
bahkan dengan dirinya sendiri.
Bukan juga tentang perempuan yang tahu persis apa tujuan hidupnya.
Ini tentang Lydia, seorang perempuan yang tampaknya—hanya tampaknya—santai.
Santai bukan karena dia punya privilege keluarga kaya, atau karena dia tanpa beban.
Sebaliknya, Lydia adalah seorang overthinker kelas berat.
Usianya 31 tahun, dan hidupnya terasa seperti berada di persimpangan jalan yang macet.
Di sekelilingnya, teman-teman sebaya melaju kencang, menempuh hidup yang terasa seperti balapan.
Mereka dapat julukan “burnout generation”—bekerja tanpa henti, mengejar target, seolah 24 jam sehari tidak pernah cukup.
Di Instagram, mereka memamerkan pencapaian karier, pernikahan, atau liburan ke luar negeri.
Lydia, di sisi lain, sering kali merasa seperti berdiri di tempat.
Dia ingin sukses.
Dia ingin punya hidup yang sesuai dengan tradisi Indonesia. Menikah sebelum 30 tahun.
Namun, hasrat itu sering kali berbenturan dengan energi yang terasa habis bahkan sebelum dia memulai.
Dia menyaksikan teman-temannya menikah di Instagram, lalu dengan cepat berpura-pura cuek, takut terlihat putus asa.
Kadang, dia bahkan berpikir untuk mengubah akun Instagramnya menjadi publik, siapa tahu bisa mendapat uang tambahan dari endorsement.
Tapi seribu skenario buruk langsung memenuhi kepalanya: "Bagaimana kalau orang-orang menghujat?" "Bagaimana kalau aku gagal?" "Nanti jadi bahan omongan?"
Lydia tidak pernah benar-benar terbuka dengan orang lain.
Dengan laki-laki, dia adalah tipe yang penuh semangat di awal, mengkhayalkan masa depan bersama, tapi begitu obrolan mengarah ke arah lebih serius, poof! dia pelan-pelan mundur.
Mungkinkah Lydia adalah tipe avoidant? Dia sering bertanya-tanya.
Di tengah dunia yang menuntutmu untuk selalu bergerak, ada Lydia yang memilih untuk diam.
Ada Lydia yang pura-pura santai.
Ada Lydia yang menghindari konfrontasi—
bahkan dengan dirinya sendiri.
Other Stories
Di Luar Rencana
Hening yang tidak akur dengan Endaru, putrinya, harus pulang ke kampung halaman karena Ibu ...
Akibat Salah Gaul
Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...
Pra Wedding Escape
Nastiti yakin menikah dengan Bram karena pekerjaan, finansial, dan restu keluarga sudah me ...
My 19 Story
Di usia sembilan belas, Liora dikhianati dan melarikan diri ke Jakarta, tempat seorang pri ...
Beyond Two Souls
Saat libur semester, Fabian secara tiba-tiba bertemu Keira, reuni yang tidak direncanakan ...
Mozarela Bukan Cinderella
Moza, sejak bayi dirawat di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu oleh Bu Kezia, baru boleh diadops ...