Lydia

Reads
651
Votes
0
Parts
20
Vote
Report
Penulis Nabila Sungkar

Gue Lydia

Seragam putih abu-abu yang katanya era paling keren, tapi rasa keren itu ketutup sama perasaan deg-degan: bisa nggak ya gue survive di SMA ini?

Semua wajah asing.
Ipin dan Ipeh? Dikirim oleh orang tuanya untuk ke sekolah negeri dekat rumah masing-masing.
Lydia? Tentunya sekolah “bagus” versi Mama: sekolah Islam swasta. Negeri? Bukan opsi.

Kalau di rumah, Lydia masih pakai “Lydia belum makan, nih.”
Di SMP, “aku belum makan” buat cewek, “gue belum makan” buat cowok—walau jarang dipakai, soalnya ngobrol sama cowok aja bisa dihitung jari.

Di SMA? Level up.
Harus siap ngomong, “gue belum makan” ke semua orang.
Kagok, jelas.
Rasanya kayak pakai sepatu baru yang masih keras, bikin pegel setiap melangkah.
Jadilah Lydia melangkah masuk ke SMA barunya sambil berbisik dalam hati:
“Ok, mulai sekarang: gue… Lydia.”

Other Stories
Saat Cinta Itu Hadir

Zita hancur karena gagal menikah setelah Fauzi ketahuan selingkuh. Saat masih terluka, ia ...

Sonata Laut

Di antara riak ombak dan bisikan angin, musik lahir dari kedalaman laut. Piano yang terdam ...

Mother & Son

Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...

Autumns Journey

Akhirnya, Henri tiba juga di lantai sepuluh Apartemen Thamrin. Seluruh badannya terasa p ...

The Fault

Sebuah pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan. Sebuah awalan selalu memiliki akhiran. ...

Bungkusan Rindu

Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...

Download Titik & Koma