Midnight Confessions: Whispers Of Forbidden Desire

Reads
0
Votes
0
Parts
5
Vote
Report
Midnight Confessions: Whispers of Forbidden Desire
Midnight Confessions: Whispers Of Forbidden Desire
Penulis Gendut Jelek

Istri Bosku Yang Paling Enak Episode 2

Rina Amara (suara rendah, penuh godaan di studio): “Selamat kembali di Midnight Confessions, pendengar setia. Kita lanjut cerita ‘Istri Bosku yang Paling Enak’. Di chapter sebelumnya, Sinta sudah meleleh di tangan Pak Budi. Sekarang… suasana semakin panas.”

Di apartemen Tebet, hujan masih deras di luar. Ruang tamu yang semula rapi kini sudah berantakan. Pak Budi mengangkat tubuh Sinta dengan mudah, membawanya ke sofa panjang. Daster tipis Sinta ditarik kasar ke atas hingga pinggang, memperlihatkan celana dalam hitam yang sudah basah kuyup.

Pak Budi (bisik serak di telinga Sinta sambil mencium lehernya rakus): “Kamu basah sekali, Sinta. Istri Andi emang paling enak.”

Sinta (menggeliat, tangannya memegang kepala Pak Budi erat): “Jangan… Pak… ini salah… tapi… ahh!”

Jari tengah Pak Budi menyusup ke dalam celana dalam Sinta, langsung menemukan klitorisnya yang sudah membengkak keras. Ia memutar dan menekan dengan ahli. Tangan kirinya menarik bra Sinta ke atas, melepaskan payudara besarnya yang montok. Puting cokelatnya yang mengeras langsung dihisap rakus oleh mulut Pak Budi.

Sinta (erangan semakin keras, tubuhnya melengkung): “Aahh! Pak… saya… saya mau keluar…!”

Sinta mencapai orgasme pertama yang hebat hanya dengan jari dan mulut Pak Budi. Kakinya kejang hebat, cairan manisnya membasahi tangan bos suaminya hingga menetes ke sofa. Tubuhnya gemetar tak terkendali, napasnya tersengal-sengal.

Pak Budi (tersenyum puas sambil menjilat jarinya): “Enak kan? Baru jari saja sudah begini. Bayangkan nanti yang asli.”

Sinta tak pernah merasakan sensasi seintens ini seumur hidupnya. Andi biasanya langsung masuk dan selesai dalam hitungan menit, tapi Pak Budi berbeda. Ia ahli, sabar, dan penuh nafsu yang membara.

Pak Budi (menunduk, lidahnya menjilat turun dari payudara ke perut Sinta): “Sekarang giliran saya menikmati yang paling enak.”

Lidahnya terus turun hingga ke selangkangan. Dengan satu gerakan, celana dalam hitam Sinta ditarik ke samping. Pak Budi menjilat bibir vagina Sinta yang basah dan mengkilap, lalu mengisap klitorisnya dengan kuat.

Sinta (jerit pelan, tangannya mencengkeram rambut Pak Budi): “Aahhh! Pak… itu… terlalu enak! Jangan diisap… ahh!”

Lidah Pak Budi bergerak lincah, menjilat dari bawah ke atas, masuk ke dalam lubang Sinta, lalu kembali ke klitoris. Ia mengisap, menjilat, dan sesekali menggigit pelan. Sinta orgasme kedua datang hanya dalam waktu tiga menit. Tubuhnya kejang hebat, cairannya menyembur kecil membasahi mulut dan dagu Pak Budi.

Sinta (suara lemah tapi penuh nafsu, matanya berkabut): “Pak… saya mau… masukin… tolong… saya sudah gila…”

Pak Budi (berdiri, tersenyum menang sambil membuka resleting celananya): “Mau kontol bos suamimu ya? Lihat ini.”

Ia mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang sempurna. Panjang dan tebal, jauh lebih besar dari milik Andi. Kepalanya mengkilap precum. Pak Budi menggesekkannya pelan di bibir vagina Sinta yang basah, menggoda tanpa langsung memasukkan.

Sinta (menggeliat frustrasi, pinggulnya terangkat mencari): “Masukin, Pak… saya mohon… saya butuh sekarang!”

Pak Budi (mendorong pelan, kepala kontolnya masuk): “Aaahh! Besar sekali, Pak!”

Sinta (jerit campur nikmat dan sedikit kesakitan): “Aaahhh! Besar sekali, Pak! Pelan… pelan dulu…”

Rasa penuh yang luar biasa membuat Sinta langsung memeluk pinggang Pak Budi erat. Kuku-kukunya menancap di punggung pria itu. Pak Budi mulai bergerak, awalnya pelan, lalu semakin cepat dan kuat.

Pak Budi (sambil menyetubuhinya dalam-dalam): “Enak kan, Sinta? Kontol saya lebih enak dari suamimu kan?”

Sinta (erangan tak terkendali, payudaranya bergoyang-goyang liar mengikuti irama): “Enak… Pak… lebih dalam! Ahh! Lebih keras!”

Suara plok-plok basah memenuhi ruang tamu, bercampur dengan erangan Sinta dan desahan Pak Budi. Mereka bercinta liar di sofa. Pak Budi mengganti posisi, membalik tubuh Sinta menjadi doggy style. Ia memegang pinggul montok Sinta dan menghantamkan dari belakang dengan kuat.

Sinta (wajah tertelungkup di bantal sofa, erangan teredam): “Ya Tuhan… enak sekali… saya mau keluar lagi…!”

Pak Budi (meremas bokong Sinta sambil terus menghantam): “Keluar lagi, Sinta. Biar saya isi dalam-dalam.”

Mereka mencapai klimaks hampir bersamaan. Pak Budi mendorong dalam-dalam dan menyemburkan spermanya yang panas dan banyak ke dalam rahim Sinta. Sinta orgasme ketiganya yang paling hebat, tubuhnya kejang hebat, matanya mendongak, mulutnya terbuka tanpa suara untuk beberapa detik.

Sesaat setelah itu, keduanya masih terengah-engah. Sperma Pak Budi menetes keluar dari vagina Sinta yang masih berkedut.

Tiba-tiba…

Suara kunci pintu depan terdengar jelas.

*klik*

Andi (dari luar pintu, suara lelah): “Sayang, aku pulang! Hujannya deras banget, aku pulang lebih cepat.”

Sinta (panik, mata membelalak, suara berbisik ketakutan ke Pak Budi): “Pak! Andi pulang! Cepat!”

Pak Budi (tersenyum tenang tapi nakal, kontolnya masih setengah tegang): “Tenang saja. Kita lihat seberapa pintar kamu menutupi jejak ini.”

Rina Amara (di studio, suara penuh ketegangan dan godaan): “Pendengar… Andi sudah di depan pintu. Sinta masih telanjang di sofa dengan vagina penuh sperma bosnya. Apakah rahasia mereka akan terbongkar di malam pertama ini? Atau justru ini menjadi awal dari petualangan gelap Sinta yang lebih berani?”

Rina Amara (menggoda): “Jangan kemana-mana… tetap di Midnight Confessions"

Other Stories
Suffer Alone In Emptiness

Shiona Prameswari, siswi pendiam kelas XI IPA 3, tampak polos dan penyendiri. Namun tiap p ...

Dari 0 Hingga 0

Tentang Rima dan Faldi yang menikah ketika baru saja lulus sekolah dengan komitmen ingin m ...

Turut Berduka Cinta

Faris, seorang fasilitator taaruf dengan tingkat keberhasilan tinggi, dipertemukan kembali ...

Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )

pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...

Bungkusan Rindu

Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...

Autumn's Journey

Henri Samuel, penulis yang popularitasnya meredup, mendapat tugas riset ke Korea Selatan. ...

Download Titik & Koma