Chapter 9
Seorang wanita muda berjalan santai dan menyeret koper merah menuju Gang Wahyu Kuncoro. Lenggak-lenggoknya menawan hati pria manapun. Wajahnya cantik bak primadona, matanya besar seperti mata artis korea. Begitupun kulitnya bening seperti peri dan bidadari yang orang-orang gambarkan dalam cerita-cerita fantasi. Rambutnya yang hitam terurai dan bergoyang diterpa angin sore.
“Ini Mbak, kunci rumahnya.” Ujar seorang laki-laki paruh baya menyerahkan kunci rumah yang baru ia beli.
“Terimakasih, Pak,” ucapnya singkat sembari membanting pintunya dengan keras. Aura kesombongan terpancar di wajah ayunya.
Si bapak tersenyum penuh arti di belakangnya.
Keesokan harinya tersiar kabar bahwa penghuni baru rumah nomor 14 tewas mengenaskan. Berita yang tersebar adalah sang wanita muda tersebut diperkosa dan dibunuh oleh ‘penghuni’ rumah tersebut. Rumor penampakan seorang lelaki tua dengan pisau tertancap di perutnya membuat Harry dan sahabat-sahabatnya ingin membuktikan dengan mata kepala mereka sendiri.
“Harry. Tidak ada lagi acara kelayapan tidak jelas mulai saat ini. Apalagi bersama teman-temanmu si pemburu hantu itu. Mommy nggak suka.” Ibunya memperingatkan.
Bocah berusia lima belas tahun itu memang selalu memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.
“Biarkanlah, Vie. Dia ingin seperti daddy-nya yang pemberani. Iya kan, Harry?” ujar ayahnya yang selalu membela anak lelaki semata wayangnya.
“Iya, seperti daddy nya yang pemberani. Jay Hyu Tomo.” Cibir Vizara kesal.
Other Stories
32 Detik
Hanya 32 detik untuk menghancurkan cinta dan hidup Kirana. Saat video pribadinya bocor, du ...
Hikayat Cinta
Irna tumbuh dalam keyakinan bahwa cinta adalah sesuatu yang harus ditemukan—pada seseora ...
Kepentok Kacung Kampret
Renata bagai langit yang sulit digapai karena kekayaan dan kehormatan yang melingkupi diri ...
Cinta Di Ujung Asa
Alya mendapat beasiswa ke Leiden, namun dilema karena harus merawat bayi kembar peninggala ...
Seribu Wajah Venus
Kisah-kisah kehidupan manusia yang kuat, mandiri, dan tegar dalam menghadapi persoalan hid ...
Chromatic Goodbye
"Kalau aku tertawa, apa bentuk dan warnanya?" "Cokelat gelap dan keemasan. Kayak warna dar ...