0. Prolog
Aku pernah menuntut-Nya memenuhi segala inginku. Memaksa-Nya menjawab semua asaku. Namun akhirnya tersadar, ketetapan-Nya selalu menjadi skenario terbaik bagiku Untuk kesekian kalinya, malam selalu menawarkan rasa dingin yang harus kuterjemahkan sendiri. Iya, secara harfiah, dua bulan terakhir ini hujan tak pernah absen menampakkan rintiknya saat matahari mulai masuk ke peraduan. Itu menyebabkan suhu setiap malamnya turun beberapa derajat dari perkiraan cuaca normal. Secara metafora, ada dingin menusuk yang ingin dicairkan, tapi di saat bersamaan begitu takut terhangati sehingga ianya menetap tak tersentuh meski meronta untuk segera diluruhkan. Di sini, di dalam dada. Setidaknya begitu, pada tiga puluh satu tahun umur yang terlalui.
Other Stories
Negeri Bawah Laut Porkah: Cakra Di Samudra Hindia
Liburan kelulusan SMA membawa Cakra Abiyoga dan sahabat-sahabatnya ke Pantai Parangtritis. ...
Jaki & Centong Nasi Mamak
Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...
Cinta Rasa Kopi
Kesalahan langkah Joylin dalam membina bahtera rumah tangga menjadi titik kulminasi bagi t ...
Liburan Yang Menelanjangi Kami
Tujuh mahasiswa BAKOR-UNAS memilih merayakan kebebasan selepas UAS dengan cara yang tampak ...
Tentang Kita : Yang Tertulis Untuk Bian
Sepeninggal ayahnya, Bian dihadapkan pada situasi rumit antara uang dan kekasihnya. Di sat ...
Hopeless Cries
Merasa kesepian, tetapi sama sekali tidak menginginkan kehadiran seseorang untuk menemanin ...