Sinopsis
Edo, Denny,Ringo,Sonny,Dito adalah sekumpulan anak band yang digandrungi kawula muda. Kemampuan mereka dalam beraksi di panggung membuat decak kagum yang menonton.
Saat itu mereka mendapatkan kesempatan tampil di sebuah cafe di daerah Kemang Jakarta Selatan. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan untuk menunjukkan kemampuan mereka sehingga mendapatkan applaus dari pengunjung cafe.
Sayang, kehebatan mereka di atas panggung tercoreng oleh sang vokalis yang Edo. Dia justru terjerumus ke dalam kenikmatan sesaat dengan mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Hal itu memicu konflik dengan Denny,Ringgo, Sonny,dan Dito. Mereka tidak setuju dengan perilaku Edo tersebut sehingga meninggalkannya.
Ketika Edo sedang asyik-asyiknya mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu, tiba-tiba digrebek polisi sehingga dia harus ditahan. Karena dia cuma sebagai pengguna bukan pengedar sehingga hanya menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba.
Berita tersebut terdengar oleh Ramon, pemilik cafe yang biasanya mereka pentas. Akibatnya, tidak diberikan kesempatan pentas lagi di cafe tersebut.
Setelah bebas, dia ingin menjalin kerjasama dengan teman-temannya tersebut. Sayang, dia sudah dijauhi oleh teman-temannya karena perilaku di masa lalu. Dia mencoba untuk mendatangi cafe tersebut untuk bisa bernyanyi lagi,tapi ditolak. Saat dirinya pulang ke rumah, ternyata mendapatkan penolakan dari papanya, Johan Sanjaya. Bahkan dia harus menerima kenyataan diusir dari rumah.
Hal tersebut membuat Edo menjadi frustasi dan depresi. Karena sudah tidak sanggup untuk menghadapi persoalan hidup tersebut, muncul keinginan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri yakni meloncat dari atas jembatan.
Dalam situasi yang sedang terpuruk tersebut, muncul sosok Erika, wanita cantik dan sederhana. Dia membangkitkan semangat Edo untuk bangkit dengan menuntun jalan lurus.
Kehadiran Erika tersebut membuat Edo timbul semangat untuk bangkit. Perlahan tapi pasti dia mulai menemukan jatidiri untuk tidak terpuruk dalam kehidupan yang menyesatkan.
Tanpa dipungkiri bahwa Edo jatuh cinta kepada Erika. Dia benar-benar merasakan ketulusan hati Erika sehingga dia bisa melewati problem yang dihadapi.
Ketika ada kesempatan, Edo mengajak ngobrol dengan Erika. Saat itu dia mengungkapkan perasaannya bahwa dirinya jatuh cinta kepada Erika dan ingin menikahinya.
Alangkah terkejutnya hati Edo bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan alias ditolak. Erika sama sekali tidak membalas cinta Edo. Edo tidak menyerah untuk berusaha mendapatkan hatinya. Hal itu membuat Erika marah dan tidak mau bertemu dengan Edo lagi. Setiap kali ingin diajak mengobrol, Erika lebih memilih menghindar.
Edo sadar bahwa dia tidak bisa memaksakan kehendak agar Erika membalas cintanya. Untuk itu dia tidak ingin membebani dan mengganggu kehidupan Erika. Dia ingin meninggalkan rumah Erika untuk berpetualang mencari jatidiri.
Setelah dia meninggalkan rumah Erika,dia dengan menggenggam sebuah gitar, dia mulai mengamen mengamen di halte bus dari pagi hingga sore hari. Ternyata saat menjalani profesi sebagai pengamen, dia harus menghadapi persoalan baru yakni berkonflik dengan Jaja, pengamen lama yang merasa tersaingi oleh kehadirannya. Hal ini memaksa dia harus menyingkir agar supaya tidak muncul masalah baru.
Saat dia hendak pulang ke tempat tinggalnya, ada sebuah mobil yang lewat. Ketika mobil tersebut melewati jalan yang penuh genangan air, secara tidak sengaja cipratan air tersebut mengenai tubuhnya sehingga bajunya basah kuyup. Saat didekati ternyata pengemudi mobil tersebut seorang wanita muda. Wanita tersebut memperkenalkan diri bernama Vonny.
Melihat bahwa Edo memiliki bakat di bidang musik,Vonny memperkenalkan kepada Bobby, pamannya yang punya studio rekaman.
Saat berada di studio rekaman tersebut, Edo diminta untuk test vocal. Mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Edo tersebut, Bobby tertarik dan berniat untuk mengontraknya dan berjanji untuk mempromosikan lagunya tersebut.
Bak gayung bersambut, Edo bersemangat untuk berkarya dalam membuat lagu. Dan lagu karyanya tersebut dipromosikan oleh Bobby. Dan ternyata respon publik sangat positif sehingga lagu karya Edo viral di media sosial yakni channel YouTube. Hal itu melegakan hati Vonny yang sebenarnya sangat menyukai Edo dan berharap bisa menjadikan kekasih.
Karena bantuan dari Vonny tersebut, impian Edo yang ingin memiliki lagu solo bisa jadi kenyataan. Untuk itu dia semakin akrab dengan Vonny dan berniat membina hubungan yang serius. Dan ternyata keduanya memiliki perasaan yang sama sehingga resmi jadian.
Setelah keduanya sudah resmi jadian, muncul kabar bahwa papanya opname di rumah sakit. Ada pergolakan batin pada diri Edo untuk datang menjenguk papanya atau bersikap acuh. Atas bujukan Vonny dan Bobby, akhirnya Edo bersedia menemui papanya. Edo dan papa bisa berdamai dan saling memaafkan sehingga membuat haru.
Other Stories
Cerella Flost
Aku pernah menjadi gadis yang terburuk.Tentu bukan karena parasku yang menjaminku menjadi ...
Ayudiah Dan Kantini
Waktu terasa lambat karena pahitnya hidup, namun rasa syukur atas persahabatan Ayudyah dan ...
2r
Fajri tak sengaja mendengar pembicaraan Ryan dan Rafi, ia terkejut ketika mengetahui kalau ...
Kucing Emas
Suasana kelas 11 IPA SMA Kartini, Jakarta senin pagi cukup kondusif. Berhubung ada rapat ...
Cinta Bukan Ramalan Bintang
Valen sadar Narian tidak pernah menganggap dirinya lebih selain sahabat, setahun kedekat ...
Mak Comblang Jatuh Cinta
Miko jatuh cinta pada sahabatnya sejak SD, Gladys. Namun, Gladys justru menyukai Vino, kak ...