Sinopsis
Samsuri, seorang pemulung yang kehilangan istri dan anaknya akibat tragedi masa lalu, menjalani hidup penuh perjuangan di gang-gang sempit kota, menanggung ejekan tetangga, tekanan sosial, dan risiko fisik. Suatu malam hujan deras, ia menemukan bayi terbuang di tengah tumpukan sampah. Pilihan moral menghadangnya: menyelamatkan bayi itu berarti menghadapi tuduhan penculikan, tetapi membiarkannya bisa menimbulkan rasa bersalah yang menghantuinya, mengulang trauma lama.
Dengan keberanian dan filosofi hidup yang ia temukan di antara benda-benda dibuang, Samsuri memutuskan membawa bayi itu ke rumahnya. Dalam keseharian memulung, menghadapi ejekan, dan menata kehidupan sederhana bersama anaknya, Dira, Samsuri belajar menemukan nilai hidup di tempat yang paling tak terduga. Hujan, sampah, hinaan, dan luka masa lalu menjadi guru yang mengajarkan ketabahan, kesabaran, dan kemampuan memberi arti pada yang rapuh.
Akhirnya, Samsuri menyadari bahwa hidup bukan soal kemudahan atau kekayaan, tapi tentang bagaimana kita melihat nilai di balik kesulitan, menciptakan makna, dan memberi kesempatan kedua bagi diri sendiri maupun orang lain.
Other Stories
Lantas, Kepada Siapa Ayah Bercerita?
Asdar terpaksa menjalani perjalanan liburan akhir tahun ke kampung halaman sang nenek sela ...
Seribu Wajah Venus
Kisah-kisah kehidupan manusia yang kuat, mandiri, dan tegar dalam menghadapi persoalan hid ...
Padang Kuyang
Warga desa yakin jika Mariam lah hantu kuyang yang selama ini mengganggu desa mereka. Bany ...
Mentari Dalam Melody
Tara berbeda dengan Gilang, saudaranya. Jika Gilang jadi kebanggaan orang tua, Tara justru ...
Always In My Mind
Sempat kepikiran saya ingin rehat setelah setahun berpengalaman menjadi guru pendamping, t ...
Jejak Seni Budaya Di Tanah Baduy
Dua mahasiswa antropologi dengan pandangan yang bertolak belakang harus mengesampingkan eg ...