Sinopsis
Fatimah (Fafa), seorang gadis kota yang lebih akrab dengan diskon skincare daripada kitab suci, memutuskan untuk melakukan "Rebranding Iman" selama liburan kenaikan kelas. Misinya mulia: mengikuti Short Course Tahfidz di Pesantren Al-Ikhlas, sebuah pondok pesantren asri namun disiplin di kaki Gunung Gede, Cianjur. Fafa membayangkan liburan yang tenang, syahdu, dan penuh cahaya hidayah.
Namun, ekspektasi Fafa hancur di hari pertama. Bukannya disambut lantunan ayat suci, ia justru disambut oleh cipratan lumpur akibat bola futsal liar milik Rayyan, putra tunggal pengasuh pesantren yang sifatnya sebelas-duabelas dengan tokoh komedi: jahil, blak-blakan, dan punya hobi "mendebat" Fafa dengan dalil-dalil yang ujung-ujungnya gombal.
Other Stories
Mewarnai
ini adalah contoh uplot buku ...
Perahu Kertas
Satu tahun lalu, Rehan terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya. Sekarang ...
Mereka Yang Tak Terlihat
Saras, anak indigo yang tak dipahami ibunya, hidup dalam pertentangan dan kehilangan. Saat ...
Namaku May
Belajar tak mengenal usia, gender, maupun status sosial. Kisah ini menginspirasi untuk ter ...
Pucuk Rhu Di Pusaka Sahara
Mahasiswa Indonesia di Yaman diibaratkan seperti pucuk rhu di Padang Sahara: selalu diuji ...
Hidup Sebatang Rokok
Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...