Sinopsis
Liburan seharusnya menjadi pelarian paling menyenangkan bagi Aluna. Setelah berbulan-bulan dipenuhi tugas dan tekanan kota, ia menerima ajakan sahabatnya untuk menghabiskan waktu di sebuah desa pegunungan yang terkenal dengan danau berwarna unik dan udara yang menenangkan. Jauh dari keramaian, tempat itu tampak seperti surga tersembunyi.
Namun ketenangan itu terasa ganjil.
Kabut turun terlalu cepat setiap sore. Tanah di beberapa titik terasa hangat meski matahari telah lama tenggelam. Di kejauhan, berdiri deretan menara pembangkit listrik tenaga panas bumi yang terus mengeluarkan uap putih, seperti napas raksasa di tengah lembah.
Awalnya, Aluna mengira itu hanya bagian dari pesona alam.
Hingga … pagi pertama liburannya pun berubah aneh.
Liburan yang seharusnya singkat berubah menjadi perjuangan untuk pergi. Tetapi di desa itu, ada satu kepercayaan yang terus beredar pelan. Tidak semua tamu diizinkan pulang begitu saja.
Other Stories
Balada Cinta Kamilah
Sudah sebulan Kamaliah mengurung diri setelah membanting Athmar, pria yang ia cintai. Hidu ...
Hidup Sebatang Rokok
Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...
Ibu, Kuizinkan Engkau Jadi Egois Malam Ini
Setiap akhir tahun, ia pulang dengan harapan ibunya ada di rumah. Yang berulang justru dap ...
Harapan Dalam Sisa Senja
Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...
Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )
pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...
Pra Wedding Escape
Nastiti yakin menikah dengan Bram karena pekerjaan, finansial, dan restu keluarga sudah me ...