Sinopsis
Asdar terpaksa menjalani perjalanan liburan akhir tahun ke kampung halaman sang nenek selama delapan jam yang menyesakkan di bawah pengawasan mata elang ayahnya melalui spion tengah. Bagi Asdar dan adiknya, Satria, ayah mereka adalah sosok Satpol-PP kaku yang hanya tahu cara memerintah tanpa pernah mau mendengar. Namun, di rumah nenek, tabir itu perlahan terbuka. Asdar menemukan sisi rapuh ayahnya yang selama puluhan tahun menelan kegagalan dan hinaan sendirian demi memastikan anak-anaknya tidak merasa susah. Konflik memuncak saat rumah nenek terancam dijual oleh keluarga. Melihat ayahnya nyaris merendahkan diri demi mempertahankan kenangan ibu, Asdar akhirnya bertindak. Ia menyadari bahwa selama ini ayahnya mendidiknya sebagai peluru pelindung, dan kini saatnya ia membuktikan bahwa pendidikan keras sang ayah tidak sia-sia.
Other Stories
Dari Luka Menjadi Cahaya
Azzam adalah seorang pemuda sederhana dengan mimpi besar. Ia percaya bahwa cinta dan kerja ...
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...
Hujan Yang Tak Dirindukan
Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh, berbalut baju penuh n ...
Kepingan Hati Alisa
Di sebuah rumah sederhana, seorang wanita paruh baya berkerudung hitam, berbincang agak ...
Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan
Arunika pernah percaya bahwa hidup berjalan lurus, sepanjang rencana yang ia susun dengan ...
Perpustakaan Berdarah
Sita terbayang ketika Papa marah padanya karena memutuskan masuk Fakultas Desain Komunikas ...