Prolog
“Kamu nggak pernah mau ngertiin aku, selalu nuntut ini-itu, harus begini harus begitu.” Suara seorang wanita dewasa terdengar dipenuhi amarah sekaligus kekecewaan. “Emange aku salah nuntut kon, ngono ngene[1]? Apa sih yang kamu lakuin di rumah seharian sampai semua kerjaan rumah nggak ada yang beres. Aku wis kesel[2] kerja masih harus bantuin kamu beberes.” Seorang laki laki menimpali dengan suara tak kalah keras. “Oh, jadi kamu ngerasa jadi superior sekarang?” “Aku laki-laki, jelas aku superior.” “Karena alasan itu kamu selingkuh dari aku? Karena alasan kelelakian dan kesuperioran kamu itu? Hah?” Kali ini suara si wanita terdengar naik dua oktaf. Tak ada balasan dari si lelaki, sebagai gantinya terdengar suara pukulan yang diiringi dengan rintihan pelan.
Other Stories
Kesempurnaan Cintamu
Devi putus dari Rifky karena tak direstui. Ia didekati dua pria, tapi memilih Revando. Saa ...
(bukan) Tentang Kita
Tak sanggup menanggung rada sakit akibat kehilangan, Arga, seorang penulis novel romantis ...
Anak Singkong
Sebuah tim e-sport dari desa, "Anak Singkong", mengguncang panggung nasional. Dengan strat ...
Uap Dari Panas Bumi
Liburan seharusnya menjadi pelarian paling menyenangkan bagi Aluna. Setelah berbulan-bulan ...
Hujan Yang Tak Dirindukan
Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh, berbalut baju penuh no ...
Jatuh Untuk Tumbuh
Layaknya pohon yang meranggas saat kemarau panjang, daunnya perlahan jatuh, terinjak, bahk ...