Sinopsis
Liburan seharusnya menjadi pelarian paling menyenangkan bagi Aluna. Setelah berbulan-bulan dipenuhi tugas dan tekanan kota, ia menerima ajakan sahabatnya untuk menghabiskan waktu di sebuah desa pegunungan yang terkenal dengan danau berwarna unik dan udara yang menenangkan. Jauh dari keramaian, tempat itu tampak seperti surga tersembunyi.
Namun ketenangan itu terasa ganjil.
Kabut turun terlalu cepat setiap sore. Tanah di beberapa titik terasa hangat meski matahari telah lama tenggelam. Di kejauhan, berdiri deretan menara pembangkit listrik tenaga panas bumi yang terus mengeluarkan uap putih, seperti napas raksasa di tengah lembah.
Awalnya, Aluna mengira itu hanya bagian dari pesona alam.
Hingga … pagi pertama liburannya pun berubah aneh.
Liburan yang seharusnya singkat berubah menjadi perjuangan untuk pergi. Tetapi di desa itu, ada satu kepercayaan yang terus beredar pelan. Tidak semua tamu diizinkan pulang begitu saja.
©️DILARANG KERAS MEMPLAGIASI CERITA INI, BAIK MENGGANTI NAMA DAN SEBAGAINYA!!!©️
Other Stories
Dia Bukan Aksara
Kiara masih mengalami nestapa semenjak kehilangan adiknya, Aksara saat liburan tahun lalu. ...
Ablasa
Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan berubah mencekam saat mereka tersada ...
Hati Yang Beku
Jakarta tak pernah tidur: siang dipenuhi kemacetan, malam dengan gemerlap dunia, meski ada ...
Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan
Arunika pernah percaya bahwa hidup berjalan lurus, sepanjang rencana yang ia susun dengan ...
Bapakku Bukan Pengkhianat
Udin, seorang laki-laki biasa, berharap kehidupannya baik-baik saja saat para pengkhianat ...
Nestapa
Masa kecil Zaskia kurang bahagia, karena kedua orangtua memilih bercerai. Ayahnya langsung ...