Just, Open Your Heart

Reads
887
Votes
0
Parts
6
Vote
Report
just, open your heart
Just, Open Your Heart
Penulis Imah Fathi

0. Prolog

Angkasa menarik tangan Muthia yang hendak beranjak menjauhinya. Dengan masih mengenggam erat jemari Muthia, Angkasa berdiri dari duduknya. Ditunggunya hingga Muthia berpaling kembali menghadapnya.
“Aku memang sangat menginginkan tubuhmu,” ujar Angkasa tersenyum dan menampilkan deretan giginya. “Tapi lebih dari itu, aku menginginkan cintamu.”
Muthia berusaha untuk melepaskan jemarinya dari genggaman Angkasa. Matanya menatap lurus ke wajah Angkasa. Ekspresinya begitu datar. Bibirnya terkatup rapat. Tidak berminat menanggapi perkataan Angkasa.
“Lihat saja, aku akan memilikimu secepatnya!” Angkasa melepaskan genggamannya. Membuat Muthia mundur satu langkah.
Dengan menarik napas pelan, Muthia mengayunkan langkahnya. Berjalan dengan langkah biasa. Sepatu high heels 5 cm yang dikenakannya berirama pelan mengetuk-ngetuk lantai yang dipijaknya.
Angkasa mengantarkan kepergian Muthia dengan terus mengamati belakangnya. Bibirnya yang memiliki bentuk melengkung ke atas tetap tersenyum dengan optimis. Hoh, dadanya sebenarnya bergemuruh melihat setiap tingkah Muthia yang berjalan santai. Terkadang kepala itu tertunduk, tegak kembali, tertunduk dan terangkat menatap jalan di depannya. Saat tubuh Muthia menghilang di balik pintu, Angkasa masih dapat melihatnya bersedekap. Melingkarkan kedua tangan di atas perutnya.
Angkasa kembali duduk di kursinya. Telapak tangannya menepuk-nepuk dadanya pelan. Dia menarik napas kuat dan diembuskan cepat dari mulutnya yang membentuk huruf O. Dadanya menderu hebat. Jantungnya berdetak cepat. Wanita itu benar-benar membuatnya terpesona.
Brengsek dengan sikap acuhnya. Dia menginginkan Muthia semenjak pertama kali melihatnya.
Senyuman kembali membingkai di bibir Angkasa. Diusapnya wajahnya beberapa kali lalu meneruskan ke rambutnya hingga ke bagian belakang. Kemudian jemarinya kembali berbalik menyusuri wajahnya dan berakhir dengan menopangkan jemari ke dagunya. Matanya kembali melirik ke arah tempat Muthia tadi menghilang. Tersenyum dan terkekeh.
“Houhh…” suara itu pelan terdengar dari mulut Angkasa. Dia mencoba mengatur kembali debarannya.
Hanya masalah waktu, Muthia. Aku akan mendapatkanmu

Other Stories
Impianku

ini adalah sebuah cerita tentang impianku yang tertunda selama 10 tahun ...

Membabi Buta

Mariatin dan putrinya tinggal di rumah dua kakak beradik tua yang makin menunjukkan perila ...

Filosofi Sampah (catatan Seorang Pemulung)

Samsuri, seorang pemulung yang kehilangan istri dan anaknya akibat tragedi masa lalu, menj ...

Kating Modus!

Kisah seorang pemuda yang mengikuti organisasi internal di kampusnya. Ia diberi mandat ole ...

Kita Pantas Kan?

Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...

Mereka Yang Tak Terlihat

Saras, anak indigo yang tak dipahami ibunya, hidup dalam pertentangan dan kehilangan. Saat ...

Download Titik & Koma