Epilog
“Maafkan aku kawan, kau pergi begitu saja karena aku,” ucap Aria.
Batu nisan yang tertulis nama itu kini diciumi oleh Aria yang terus-menerus meminta maaf.
“Sudahlah, Ar. Gue yakin kok, kalau Deni dan Devi sudah maafin lo,” ucap Dania dari belakang.
Lalu kedua remaja itu berdiri dari duduknya menghadap dua makam yang berjejer yang dibatu nisan itu tertulis Deni dan Devi dan di sampingnya ada makam baru dengan nisan yang bertuliskan Rehan dan Sarah.
“Selamat tinggal dan selamat beristirahat kawan.”
Warna jingga yang menyelimuti langit senja sore ini menjadi saksi bisu akan peristiwa yang akan mengubah hidup mereka. Seperti apa yang di katakan Ardan waktu itu.
“Mata batin kalian sudah terbuka, kalian akan tetap bisa melihat mereka yang tak kasat mata oleh orang lain. Penciuman, pendengaran kalian juga kini sudah berbeda. Saya harap kalian bisa menjalani hidup kalian dengan normal dan jangan sekali-kali melakukan hal bodoh semacam ritual itu. Kalau kalian mau, bantu mereka yang menjadi roh gentayangan untuk bisa kembali ke alam mereka.”
Seperti halnya saat ini. Mereka didatangi oleh sosok yang bukan manusia dengan tubuh tinggi dan kaki yang terlihat seperti tulang saja.
Dengan Aria yang sebagai Vlogger dia membuat situsnya sendiri dalam hal ritual yang dijalaninya.
Other Stories
The Labsky
Keyra Shifa, penggemar berat kisah detektif, membentuk tim bernama *The Labsky* bersama An ...
Dua Bintang
Setelah lulus, Manda ikut Tante Yuni ke Jakarta untuk melupakan luka keluarga. Tapi dikhia ...
Hati Yang Terbatas
Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...
Horor
horor ...
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...
Ritual Tanam Benih
Selama dua tahun menikah, Tedi tak pernah meragukan Bulan. Namun sejak pindah ke desa, ist ...