Prolog
Aku tegaskan. Suatu hari kota kalian akan mengalami kerusuhan. Namun, bukan karena sebuah peperangan atau hal anarkis lainnya yang melibatkan antar suku atau kelompok. Suatu hari itu akan ada makhluk aneh dan menyeramkan yang memadati kota kalian. Makhluk yang sebenarnya manusia tetapi harus menjadi abnormal lantaran jiwa mereka tersesat---aku sesatkan untuk mencari keberadaanku, seorang musisi yang tak bernama. Ya, sebuah lagu yang mempengaruhi pendengar telah aku gubah dan publikasikan ke deep web!
Maka, buat kalian yang hendak atau tak sengaja berkunjung ke kota itu, patuhi ucapanku: jika mendapati segerombolan orang yang berjalan kayang dengan badan gepeng, lidah menjulur dan berliur amis, kepala oleng seperti lentera yang digoyangkan angin, tutup rapat telinga kalian, menggelenglah cepat dan segera pergi sebelum kalian mendengar pertanyaan \"di mana\" yang bertubi-tubi!
Ingatlah itu!
Other Stories
Hati Yang Beku
Jasmine menatap hamparan metropolitan dari lantai tiga kostannya. Kerlap-kerlip ibukota ...
Manusia Setengah Siluman
Reno tak pernah tahu apa itu arti punya orang tua. Ia seorang yatim piatu yang berjuang hi ...
Metafora Diri
Cerita ini berkisah tentang seorang wanita yang mengalami metafora sejenak ia masih kanak- ...
Randa Pulau Rante
“Kadang, kebebasan hanya bisa ditemukan setelah kita berani meninggalkan semuanya.” Sa ...
After Honeymoon
Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...
Cahaya Di Ujung Mihrab
Amara adalah seorang wanita yang terjebak dalam gemerlap dunia malam yang hampa, hingga se ...