Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan

Reads
1.4K
Votes
9
Parts
12
Vote
Report
Arungi waktu; ombak bergulung, waktu berderai—namun jangkar tak pernah ia turunkan
Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan
Penulis Ivoryfloome

PROLOG: SAHABAT YANG TIDAK PERNAH BICARA

"Laut tak pernah berbohong. Ia hanya menunjukkan apa yang kau bawa dalam hati."


Di ujung timur pulau kecil yang terlupakan oleh gemerlap kota, ada sebuah desa bernama Tirtamulya. Desa itu berdiri di tepi laut, di mana ombak selalu datang dan pergi, seperti napas alam yang tak pernah lelah. Di sana, waktu seolah berjalan pelan, tapi bukan berarti ia berhenti.

Laut di Tirtamulya bukan sekadar air biru. Ia punya suara—bukan kata-kata, tapi desir yang masuk ke tulang. Ia punya warna yang berubah-ubah: hijau kelam saat hujan, biru tua saat senja, perak berkilau saat fajar. Ia punya napas: pasang membawa harapan, surut membawa renungan.
Dan di tengah desa itu, tinggallah seorang perempuan muda bernama Arunika—yang sejak kecil percaya bahwa laut adalah sahabatnya yang paling setia.

Tiap pagi, sebelum ke sekolah, ia duduk di batu karang dekat dermaga. Tidak bicara. Hanya mendengarkan. Ombak memecah, burung camar menjerit, angin membisik. Dan dalam diam, Arunika merasa laut mengerti.

"Kamu tidak sendiri," bisik ombak.
"Aku selalu di sini."

Namun, Arunika bukan hanya nama. Ia adalah simbol dari perjuangan yang tak pernah berhenti, dari seorang anak yang terus berlari meski kakinya terluka, dari seorang perempuan yang mencoba menemukan makna hidup di tengah badai yang tak pernah diundang.

Ini bukan kisah tentang keberhasilan instan. Ini bukan cerita tentang seorang gadis yang langsung menjadi juara dunia. Ini adalah kisah tentang kegagalan, kebingungan, dan kehilangan arah—tentang bagaimana seseorang bisa tetap berdiri meski dunia terasa runtuh.

Ini adalah kisah tentang Arunika. Tentang bagaimana ia memutuskan untuk arungi waktu, meski ombak bergulung, meski waktu berderai, namun jangkar dalam hatinya tak pernah ia turunkan.

Dan laut?
Laut selalu menyaksikan.
Dari awal. Sampai akhir.


Other Stories
Dante Fairy Tale

“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita gemu ...

Ada Apa Dengan Rasi

Saking seringnya melihat dan mendengar kedua orang tuanya bertengkar, membuat Rasi, gadis ...

Bunga Untuk Istriku (21+)

Laras merasa pernikahannya dengan Rendra telah mencapai titik jenuh yang aman namun hambar ...

After Honeymoon

Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...

Cahaya Menembus Senesta

Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...

Suara Cinta Gadis Bisu

Suara cambukan menggema di mansion mewah itu, menusuk hingga ke relung hati seorang gadis ...

Download Titik & Koma