Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan

Reads
1.4K
Votes
9
Parts
12
Vote
Report
Arungi waktu; ombak bergulung, waktu berderai—namun jangkar tak pernah ia turunkan
Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan
Penulis Ivoryfloome

EPILOG: ARUNGI WAKTU; Karena Setiap Ombak Akan Membawa Kita Pulang

Arunika tidak pernah menganggap dirinya pahlawan. Ia hanya seorang perempuan biasa yang memilih untuk tidak menyerah.

Ia tahu, ombak akan terus bergulung. Waktu akan terus berderai. Badai mungkin datang lagi. Tapi ia sudah belajar: jangkar dalam hatinya tak pernah boleh diturunkan.

Karena jangkar itu adalah:
Harapan.
Niat baik.
Keinginan untuk terus belajar.
Cinta kepada sesama.
Dan keyakinan bahwa setiap manusia punya tempat dan tujuan.

Arunika kini sering berkata pada anak-anak di rumah bacanya:
“Kamu nggak harus jadi yang terbaik. Kamu cukup jadi yang terus berusaha. Karena yang penting bukan seberapa cepat kamu sampai, tapi seberapa dalam kamu hidup.”

Dan setiap malam, sebelum tidur, ia membuka jurnalnya, menulis satu kalimat:
Hari ini, aku arungi waktu. Dan aku masih berlayar.”



CATATAN PENULIS

Kisah Arunika mungkin fiksi, tapi perasaannya nyata.
Kegagalan, tekanan, ekspektasi, dan pencarian jati diri adalah hal yang dialami jutaan anak muda di negeri ini.
Dan bagi mereka yang tumbuh di pesisir, laut bukan sekadar alam—ia adalah teman, guru, dan tempat pulang.

Novel ini adalah penghormatan bagi:

Anak-anak desa yang bermimpi besar.
Perempuan yang melawan arus.
Mereka yang pernah merasa gagal, tapi tetap berdiri.

Semoga kisah ini mengingatkanmu:

Bahwa kamu tidak sendiri.
Bahwa kamu masih punya waktu.
Dan bahwa jangkarmu—keyakinan, harapan, dan cintamu pada hidup—tak pernah boleh kau lepaskan.

Arungi waktu.
Karena hidup bukan tentang tidak pernah jatuh.
Tapi tentang terus bangkit,
dan terus melangkah.
"Dan ketika kamu ragu, dengarkan ombak.
Ia akan mengingatkanmu:
bahwa setiap surut, pasti ada pasang."

Other Stories
Di Bawah Langit Al-ihya

Meski jarak dan waktu memisahkan, Amri dan Vara tetap dikuatkan cinta dan doa di bawah lan ...

Keluarga Baru

Surya masih belum bisa memaafkan ayahnya karena telah meninggalkannya sejak kecil, disaat ...

Cerita Guru Sarita

Sarita merasa berbeda dari keluarganya karena mata cokelatnya yang dianggap mirip serigala ...

Menjelang Siang

Swastika, yang merasa lelah dengan permasalahan di kampus, memutuskan untuk berkungjung ke ...

Misteri Kursi Goyang

Rumah tua itu terasa hangat, sampai kursi goyang mewah dari tetangga itu datang. Saretha d ...

Balon Kuning Di Ujung Jalan

Liburan ke rumah teman masa SD sangat menyenangkan apalagi diperkenalkan berbagai permaina ...

Download Titik & Koma