Sinopsis
Swastika, yang merasa lelah dengan permasalahan di kampus, memutuskan untuk berkungjung ke rumah neneknya selama libur semester ini.
Rumah nenek yang juga adalah sebuah warung kecil di dekat pantai. Sebagai kesibukan, Tika pun ikut membantu di warung: memasak, menyiapkan nasi dan lauk.
Debur ombak, angin laut dan wajah- wajah pengunjung yang silih berganti.
Namun ada yang sama, menjelang tengah hari.
Seorang pemuda yang duduk di pojok, memesan nasi bungkus dengan menu yang sama.
Yang membuat Tika, tanpa sadar selalu menunggu waktu menjelang siang.
Other Stories
Namaku May
Belajar tak mengenal usia, gender, maupun status sosial. Kisah ini menginspirasi untuk ter ...
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Labirin Rumit
Di tengah asiknya membicarakan liburan sekolah, Zian bocah SD mencari gara-gara di tengah ...
Harapan Dalam Sisa Senja
Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...
Hold Me Closer
Karena tekanan menikah, Sapna menerima lamaran Fatih demi menepati sumpahnya. Namun pernik ...
Mozarela Bukan Cinderella
Moza, sejak bayi dirawat di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu oleh Bu Kezia, baru boleh diadops ...