The Ridle

Reads
2.5K
Votes
0
Parts
13
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

Jadilah Dirimu, Gema

“Dan detik itu bergulir berganti menit, jam dan hari... penantian setahun terasa begitu lama karena hati yang merindu ...”
Gema merasa tenang karena Mala tidak langsung menerima Aras begitu mudahnya, setidaknya memberi pelajaran juga terhadap Aras bahwa tidak selalu gampang menggaet cewek.
Dalam hati Gema bersorak karena selama ini sebal melihat banyak cewek yang dibuat menangis oleh Aras, dengan gampang memutuskan tali cinta yang hanya main-main buat Aras tapi tidak untuk cewek-cewek itu yang menginginkan Aras serius.
Bahkan Gema setahun lalu sangat khawatir kalau sampai Mala, sahabat terbaiknya jadi korban Aras, untunglah Mala masih memegang teguh untuk menuruti aturan mamanya yang mengizinkan Mala punya teman dekat bila sudah beranjak tujuh belas tahun.
Berdua Gema dan Mala mengawasi gerak-gerik Arasyang berjanji merubah sifat buruknya yang dianggap suka mempermainkan cewek. Nyatanya memang cewek-ceweknya yang kegatelan terhadap Aras yang akan berubah sejak berjanji menunggu Mala setahun untuk menerima cintanya.
***
“Ma, gimana aku terima tidak ya seminggu lagi aku merayakan sweet seventeen dan mama ingin merayakan secara sederhana saja sih di rumah. Kamu tahu kan itu hari penentuan apakah aku menerima cinta Aras atau tidak.”
“Hmmm terserah kamu La, aku lihat sih setahun ini dia memang banyak berubah. Dia tidak lagi mempermainkan perasaan para cewek yang mengejar-ngejar dia, kurasa memang ada benarnya pendapatmu setahun lalu kalau cewek-cewek itu yang kegatelan,” Gema mencoba jujur memberi masukan tentang Aras.
Memang dalam pandangan Gema, Aras sudah banyak berubah dan bersungguh-sungguh menanti saatnya Mala genap tujuh belas tahun untuk dijadikan kekasih. Bersamaan dengan itu Aras sudah menjadi anak kuliahan.
“Ma gimana menurut kamu aku terima cinta Aras? Tapi kamu kan setengah tahun ini tidak terlalu tahu kegiatan dia sebagai mahasiswa? Apalagi kamu juga sibuk dengan urusan kerjaan kamu sendiri, mana sempat jadi detektif,” kata Mala mencoba ingin tahu reaksi Gema sesungguhnya tentang Aras dan kalau dirinya jadian dengan Aras apakah masih ada rasa keberatan dalam hati Gema.
Bagaimanapun Gema adalah sahabat dari kecil, meskipun selepas SMU, Gema sibuk sebagai seorang karyawan di sebuah sekolah SMU swasta sebagai tenaga administrasi tapi setiap hari Gema menyempatkan untuk main ke rumah Mala.
Gema benar-benar membunuh kesepian Mala mengingat kesibukan mama yang kerap pergi ke luar kota berhari-hari karena mama sudah menempati posisi yang tinggi di perusahaan farmasi. Mama Citra menjadi seorang Area Sales Manager yang memegang wilayah Central Java.
Mala tahu kerjaan mama sangat berat sebagai seorang Area Sales Manager, mama memiliki target omzet. Mama kerap bercerita kalau dirinya ditarget milyaran untuk capai target penjualan obat-obat ethical.
Customer mama adalah orang-orang pintar dari dokter, apoteker, perawat, dan manajer-manajer rumah sakit. Mama harus bisa mendekati mereka sebagai tangan pertama yang bisa meresepkan obat-obat yang dipegang. Mama harus melakukan banyak deal dan kerja sama kontrak dengan mereka.
Kadang mama bercerita betapa beratnya bila harus deal dengan dokter agar bisa meresepkan obat yang dijual, jujur kadang ada pertentangan hati nurani dalam hal ini karena obat yang dijual sebenarnya bila tidak melibatkan banyak biaya di marketing bisa jatuh lebih murah ke pasien, tapi karena kerja sama yang berupa kontrak peresepan obat ini yang kerap membuat harga obat ke konsumen jatuhnya sangat mahal.
Mama Citra belum ada pilihan pekerjaan lain dan pekerjaan di dunia farmasi inilah yang telah menguji nyalinya untuk bertahan dan menghidupi dirinya dan Mala, putri tunggalnya.
Makanya Mala tidak mau membuat mamanya banyak berpikir dirinya untuk hal yang tidak disukai, termasuk tidak boleh pacaran sebelum umur tujuh belas tahun. Mala tahu ini mama lakukan demi kebaikannya.
Gema juga kerap menasehati Mala agar memaklumi Mama Citra yang kurang memberikan perhatian, karena beliau single parents dan sangat berat bebannya untuk menghidupi dirinya dan Mala.
Dalam lubuk hati terdalam, Gema benar-benar menyayangi Mala. Untuk Mala, Gema akan melindungi apapun termasuk Aras, yang di awal lelaki playboy tapi semakin hari Aras menepati janji berubah demi Mala.
***
“Mala sebenarnya urusan cinta aku nggak mau terlalu ikut campur, apalagi cinta memang menyangkut perasaan hati. Sejujurnya setahun lalu aku salah kalau ikutan melarang kamu yang ingin jadian dengan Aras, tapi ada baiknya kamu menuruti nasehat Mama Citra menunggu sampai umur tujuh belas tahun karena itu memberi jeda kamu lebih banyak berteman dulu dengan Aras. Dan minggu depan kamu mau memutuskan Aras jadi pacar kamu atau tidak aku nggak mau ikut campur Mala,” Gema berbicara.
“Tapi kamu nggak apa-apa aku jadian dengan Kak Aras? Kamu tetap sahabat terbaikku sampai kapanpun,” Mala menatap tajam Gema.
Wajah Gema tampak semakin menawan, sekarang dia sudah bekerja dan kelihatan matang.
Aras seumuran dengan Gema, masih tampak belum sedewasa Gema, Aras semester dua jurusan Fisipol.
Memang Gema berhati cewek, tapi kalau orang yang melihat pada pandangan pertama pasti tidak mengira sama sekali. Cowok bernama Gema Mahalangit menjadi artis juga sangat pas. Fisik Gema adalah sosok cowok yang sempurna.
“Duh yang jelang sweet seventeen sepertinya khawatir sekali,” Gema menggoda Mala dan saat menggoda seketika kegantengan Gema runtuh karena sikap genitnya tidak lagi disembunyikan.
“Gemaaaaa ternyata rasanya berdebar-debar jelang tujuh belas tahun ya!” Mala berteriak.
“Itu karena kamu sudah nggak sabar punya pacar! Sebenarnya umur mah datang-datang saja kok! Kamu benar-benar jatuh cinta dan menunggu Aras menembak kamu sekali lagi dan ini kamu terima, iya kan?” Gema terus saja menggoda Mala yang wajah manisnya sudah seperti kepiting rebus.
“Hemm iya, Kak Aras sudah menutup hatiku buat cowok lain setahun ini, karena dia serius menunggu aku maka aku juga konsisten,” Mala berkata serius, Aras adalah pacar pertamanya.
“Iya udah terima saja! La mau aku atur acara ulang tahun kamu biar meriah, Mama Citra kemarin sudah mulai membicarakan tema acara dan buat menunya. Pokoknya aku bantuin biar ulang tahun sweet seventeen Mala Puspita menjadi kenangan termanis seumur hidup.”
Gema mengedipkan matanya dan sesaat Mala terpana. Lalu sontak memeluk Gema yang malah menolak nggak mau.
“Makasihhhh ya Gemaaa,” Mala merasa lega ternyata pandangan Gema akan Aras tidak seekstrim setahun lalu dan Gema juga tidak lagi menyudutkan Aras soal playboy lagi.
“Makasih-makasih aja! Ayo ah jalan, bosen nih seharian kita dari tadi di kamar saja. Nonton yuk, aku yang traktir deh!”
Gema menarik tangan Mala dan cepat meminta Mala ganti baju. “Iye kamu keluar dulu dong, aku ganti baju dulu!” Mala mengusir Gema yang masih saja belum beranjak dari kamarnya.
“Udah ganti aja kali! aku juga nggak bakalan nafsu kok sama anak kerempeng kaya kamu!” Gema melotot galak.
”Yeee… biar kerempeng aku tetap seksi dan cewek! Kamu bukan muhrim aku! Ayo cepat keluar atau nggak jadi nonton nih!” Mala mulai mengeluarkan jurus galaknya dan Gema tidak ada pilihan.
Dengan ogah-ogahan Gema keluar dan menunggu Mala sambil memindah-mindah channel TV.
Mala keluar dengan jins tiga perempat favorit dan baju tanpa lengan semi babby doll berwarna hitam dengan ornamen bunga- bunga tulip merah.
“Wuiih manisnya, eh gimana sehabis nonton kita cari baju buat kamu pakai di ulang tahun, terus alat make up dan sepatu? Pokoknya kamu harus tampil cantik di ulang tahun,” Gema antusias mengajak jalan Mala sore ini.
“Hmmm you are my boss!” Mala merangkul Gema dan berdua berboncengan motor matic Scoopy kombinasi warna silver cokelat milik Gema yang dibeli setelah bekerja hampir setahun.
Mala menikmati persahabatan dengan Gema, orang yang melihat mereka seperti sepasang kekasih. Bahkan saat di dalam studio film, Mala tidak canggung bersandar pada bahu Gema yang wangi. Gema juga tidak canggung merangkulnya.
Film kartun Up mengisahkan sebuah penjelajahan yang tertunda dilakukan oleh Carl Fredricksen, seorang bocah laki pendiam yang menikah dengan seorang gadis tomboi bernama Ellie, sampai akhirnya mereka menjadi kakek dan nenek. Sebuah perjalanan menuju Amerika ke Paradise Falls tidak tercapai karena Ellie terburu meninggal. Carl memutuskan menerbangkan rumahnya dengan sepuluhan ribu balon gas helium.
Puas dengan tontonan keren, Gema terus merangkul Mala menuju ke sebuah mal di Purwokerto dan menemukan sebuah baju berwarna pink bercorak bunga yang pas dipakai untuk acara ulang tahun Mala. Puas belanja baju dan sebuah sepatu high heel silver, Gema mengajak Mala menikmati mie hot plate sapi lada hitam.
***
Seminggu menuju ulang tahun Mala, Gema sudah sibuk menyiapkan hiasan di rumah. Rumah didekor Gema dengan hiasan bunga-bunga plastik yang dipinjam dari siswanya di sekolah SMU Merdeka yang memiliki penyewaan dekorasi ulang tahun, pernikahan dan berbagai acara lain.
Makanan juga sudah Gema pesankan di catering langganan tempat Gema bekerja dan untuk kue tart Gema sendiri yang membuat. Diam-diam Gema mengambil kursus membuat kue tart. Gema berencana membuat tema bunga mawar untuk roti tart ulang tahun Mala.
Gema menghubungi Mas Ocong yang pintar memainkan organ yang ada di rumah Mala, tapi Mala sendiri tidak terlalu pintar memainkan alat yang dibelikan mamanya sedari SMP itu.
Gema selalu berkonsultasi dengan Mama Citra dalam menyiapkan pesta sweet seventeen Mala. Mama Citra percaya sepenuhnya Gema lebih pakar menyiapkan pesta yang sederhana tapi berkesan.
24 Maret semua sudah tertata rapi, seminggu yang lalu undangan sudah disebar hanya ke teman-teman dekat. Jumlahnya sekitar tiga puluh orang. Mala tidak menyangka Gema begitu piawai menata rumahnya menjadi tempat pesta penuh dekorasi bunga mawar merah muda dan kuning. Sebuah roti tart dengan hiasan mawar senada dekorasi ruangannya lengkap dengan lilin angka satu dan tujuh, sangat manis.
Satu per satu teman-teman dekatnya datang dan langsung mengambil soft drink serta berbagai cemilan kue yang dibuat mini mengundang selera, beberapa cemilan dalam stoples ada di beberapa sudut-sudut ruangan.
Pesta yang santai digelar di rumah Mala yang cukup besar. Aras datang dengan baju hem kotak-kotak cokelat merah dan celana jins. Rambutnya ditata rapi dan tentu saja wangi. Yang menjadi MC adalah Mbak Lita, teman kantor Gema sekaligus seorang penyiar radio.
Acara permainan dengan kertas koran digulung. Gulungan kertas koran ini harus berpindah dari satu orang ke orang lain, tidak dengan tangan jadi dengan dijepit di leher untuk diberikan ke teman sebelahnya, dan diterima juga dengan lipatan leher, kalau jatuh maka akan mengambil gulungan kertas dalam gelas yang sudah ditulis berbagai hukuman.
Saat Aras akan menerima operan, gulungan kertas koran terjatuh maka dia mengambil sebuah gulungan kertas dan membukanya, ternyata tertulis sebuah hukuman, “Harus mengajak menari orang yang paling disayang...”
Deg! Jantung Mala langsung berdegup kencang karena dengan langkah pasti Aras menghampirinya dan meraih tangannya.
Diiringi permainan organ lagu Mas Ocong, Truly Madly Deeply- nya Savage Garden melantun lembut.
Dengan disaksikan beberapa pasang mata, semua tahu kalau Aras mantan primadona SMU Seroja yang banyak diidolakan teman-teman cewek, akhirnya menjadi pacar Mala di ulang tahun Mala yang ke tujuh belas.
Bukan rahasia lagi memang Aras berubah tidak lagi menjadi playboy cap coro karena mengejar Mala, gadis tomboi yang berparas manis.
“I’ll be your dream, I’ll be your wish, I’ll be your fantasy, I’ll be your hope, I’ll be your love be everything that you need...” Aras menatap tajam Mala dan inikah rasanya cinta pertama? Jujur gadis setomboi Mala hatinya bergetar juga saat Aras melingkarkan tangannya di pinggang, tak peduli beberapa suitan terdengar.
Gema memperhatikan tanpa berkedip, hatinya bercampur aduk antara bahagia dan juga rasa takut kehilangan Mala karena sebentar lagi acara tiup lilin pasti Mala akan memberikan potongan roti tart setelah mamanya kepada seseorang yang paling dicintai.
Setelah lagu Happy Birthday dan dengan semangat semua teman-teman Mala menyanyikan, “Tiup lilinnya... tiup lilinnya...”
Mala meniup lilin dan make a wish, Gema membantu Mala memotong dan kagetnya Gema karena setelah Mama Citra, Mala memberikan potongan kue tartnya pada dirinya.
“Dan orang kedua yang aku sayangi setelah Mama adalah Gema, sahabat dari kecil hingga sekarang. Gema selalu melindungi aku dan menemani aku dari kita kecil... semoga kita akan menjadi sahabat abadi. Terima kasih Gema buat pestanya,” Mala mencium Gema.
Aras sempat bermuka merah karena dia yakin dan sudah siap menerima potongan kue kedua, ternyata Mala lebih mengutamakan Gema.
“Dan buat seseorang yang baru saja singgah di hatiku... Kak Aras yang sudah bersabar dan memenuhi janji menungguku,” Mala menyerahkan potongan ketiga pada Aras yang tersenyum agak kecut.
Dan hanya Gema yang bisa tahu ada kekesalan di hati Aras merasa dinomortigakan oleh Mala.
Tapi memang sudah seharusnya Aras sadar, persahabatan Gema dengan Mala sudah bertahun-tahun sementara Aras baru mulai memasuki hati sahabat Gema dari kecil.
Acara semakin santai, ngobrol bergerombol, Aras tidak melepaskan genggaman tangannya, ke mana Mala berjalan selalu di sampingnya.
Sebuah kepuasan tak terkira karena setahun ini mati-matian Aras mengubah dirinya untuk tidak jadi seorang player demi Mala. Dan hari ini terbayar karena Mala sesungguhnya juga memendam cinta yang mungkin lebih besar dari dirinya.
Gema memilih untuk tetap mengawasi acara, apa yang habis langsung diisi dari dapur, jadi makanan dengan prasmanan tidak sampai kosong.
Mama Citra dan Gema kompak, jangan sampai kekurangan menu itu hal penting. Dengan tamu tiga puluh persediaan dua kali lipat lebih dari cukup.
Mama Citra dan Gema ingin membuat acara sweet seventeen yang berkesan sekali dalam hidup Mala, yang tadinya Mala tolak untuk mengadakan acara-acara ulang tahun, tapi akhirnya tidak bisa menolak karena mamanya juga menginginkan sekali-sekali ada keramaian di rumahnya yang nyaris sunyi.
Satu per satu teman-teman Mala pamitan dan tersisa hanya Aras dan Mala yang masih menikmati hari jadian mereka. Mama Citra juga tidak mau banyak menggoda Mala, Mama Citra memberi ruang dan waktu buat Mala dan Aras.
Gema sibuk membantu beberes dan Mala sejenak melupakan Gema karena terpesona dengan Aras yang pertama kali begitu dekat.
Mala melepas kepulangan Aras dan sesaat matanya berkeliling mencari sosok Gema karena Aras berniat pamitan terhadap Gema, tapi sosok yang dicari tidak ada.
Sebuah kecupan kening dari Aras membuat Mala berdebar dan setelahnya lambaian tangan mengantar perpisahan malam yang cerah penuh bintang. Mala melepas kepergian Aras sampai mobilnya tidak tampak di tikungan.
Baru saja mau melangkahkan kakinya masuk ke dalam, jelas Mala melihat siluet tubuh Gema dan bersama seseorang. Mala memilih sembunyi di balik rimbunnya pohon melati gambir yang tengah berbunga penuh.
Tampak jelas Gema begitu manja dengan sosok cowok yang tidak kalah tampan. Demikian cowok itu juga memandang Gema dengan tatapan yang penuh cinta. Mala terperangah.
Demi memastikan dua sosok pria, Mala melebarkan matanya dan yakin dua sosok cowok yang berparas cakap tengah berbincang setengah berbisik. Suara Gema terdengar lebih lembut dari biasanya dan keduanya saling menatap penuh kemesraan.
Mala tertegun dan yakin kalau selama ini sedekat apapun dirinya dengan Gema mungkin tetap ada rahasia yang Gema simpan dalam hatinya untuk tidak dibagi dengan dirinya. Ada rasa sesak tapi memang mungkin itu adanya.
“Gema sudah mempunyai pacar... dan... hmmm pasti dia tidak mau bercerita karena pacar dia seorang cowok... Gema... Gema... padahal aku tidak pernah menyembunyikan apapun padamu, aku menghargai kamu apa adanya, please… jadilah dirimu sendiri Gema...”
Mala memilih berlalu karena dirasa tidak sopan dia melihat ketika cowok sosok tinggi tengah mencium Gema.
***

Other Stories
Harapan Dalam Sisa Senja

Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...

Bahagiakan Ibu

Jalan raya waktu pagi lumayan ramai. Ibu dengan hati-hati menyetir sepeda motor. Jalan ber ...

Ryan Si Pemulung

Ryan, remaja dari keluarga miskin, selalu merasa hidupnya terkunci dalam sebuah rumah reot ...

Percobaan

percobaan ...

Dia Bukan Dia

Sebuah pengkhianatan yang jauh lebih gelap dari perselingkuhan biasa. Malam itu, di tengah ...

Lam Biru

Suatu hari muncul kalimat asing di layar laptop Harit, kalimat itu berupa deskripsi penamp ...

Download Titik & Koma