Pernahkah Kau Belajar Selepas Hari ?
Pernahkah kau belajar selepas hari itu?
Saat tatap mataku tak lagi terarah padamu.
Lalu senyumku memudar, dan tawa rasanya hambar.
Harusnya dari situ kau tau.
Bahwa maaf tak pernah sepaket dengan lupa.
Dan luka dengan tak sengaja mengakar menumbuhkan lara.
Namun aku rasa kau masih belum memahami.
Jadi, bagaimana jika kita tukar saja kondisinya?
Kau yang jadi aku untuk satu waktu.
Dimana harus bertahan dengan luka yang seenaknya dibuka berulang kali.
Menyebabkan robek yang sakitnya harus aku tanggung sendiri.
Semoga kau sudah belajar selepas hari itu.
Bahwa tidak baik bermain dengan luka.
Terlebih aku masih manusia yang mempunyai hati di dalam raganya.
10 September 2018
-Hana Larasati
Di bawah rintik hujan yang membasahi awal September, dia menggenggam erat kertas puisiku. Matanya nanar melihat mataku yang sayu. Aku terdiam di depan pintu. Ingin masuk, namun aku melihat akan ada ledakan darinya karena sikapku. Jadi kuputuskan untuk diam dan menggenggam gagang pintu.
Dia berjalan pelan ke arahku. Wajahnya kini tepat di depan wajahku, dengan tenang dia mengisyaratkan aku untuk ikut duduk di bangku dekat jendela ruang tamu.
Kukira dia akan murka, dia memperlakukanku seolah aku ini putri raja. Entah ini benar dari hatinya atau semacam cara agar aku tidak pergi dari hidupnya. Pada saat ini, dia terlalu licik untuk kusebut baik.
“Benarkah ini puisimu?” dia bertanya hal yang sudah ia tahu jawabannya.
“Jika benar, ternyata separah itu aku melukaimu,” dia tersenyum getir pada udara kosong di sebelahnya. Aku masih terdiam dan menyimak setiap kata yang keluar dari mulutnya.
“Tak pernah ada di pikiranmu kan, bahwa apa yang kau lakukan ternyata merusak separah itu? Aku berharap semoga kau belajar selepas hari itu,” ucapku yang kali ini membuat sorot matanya beku.
Other Stories
Di Luar Rencana
Hening yang tidak akur dengan Endaru, putrinya, harus pulang ke kampung halaman karena Ibu ...
Hafidz Cerdik
Adnan bersyukur masih ada acara bermanfaat seperti *Hafidz Cilik Indonesia*, tempat ia dan ...
Awan Favorit Mamah
Mamah sejak kecil sudah ditempa kehidupan yang keras, harus bekerja untuk bisa sekolah, tu ...
Akibat Salah Gaul
Kringgg…! Bunyi nyaring jam weker yang ada di kamar membuat Taufiq melompat kaget. I ...
Cuti Untuk Pikiran
Kamu mungkin tidak kekurangan tempat untuk dituju, tapi sering kekurangan ruang untuk bena ...
Hati Yang Terbatas
Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...