Mr. Boros Vs Mrs. Perhitungan

Reads
3.9K
Votes
0
Parts
19
Vote
Report
mr. boros vs mrs. perhitungan
Mr. Boros Vs Mrs. Perhitungan
Penulis Ariny Nh

Epilog

Suasana rumah Rani malam ini panas, padahal di rumahnya AC menyala. Pasalnya di rumah Rani saat ini ada Dhanu. Tangan Rani dan Radith sangat gatal, mereka ingin menampar Dhanu bolak-balik sebab perbuatan Dhanu dulu membuat depresi Andhina.
Rani tak habis pikir mengapa Andhina meminta Dhanu datang ke rumahnya. Atas permintaan Andhina mereka mau tak mau harus menahan emosi untuk tidak melakukan tindakan anarkis terhadap Dhanu.
“Dhina, kamu ngapain sih ngajakin Dhanu ke sini segala? Bikin suasana panas aja. Noh, Kakakmu tangannya udah gatel pengen nabok si Dhanu,” celetuk Adelia.
“Aku sengaja memanggilnya ke sini karena aku ingin membuat keputusan yang tepat biar bisa membuat semua bahagia. Keputusan itu ada hubungannya sama Dhanu.”
Rani menaikkan sebelah alis. “Membuat keputusan? Keputusan apa coba?”
“Keputusan yang ada hubungannya dengan Dhanu? Jangan-jangan keputusannya kamu ingin balikan lagi sama Dhanu?” Adelia mulai menebak-nebak.
Andhina tersenyum simpul. “Yes, this right. Apa yang dikatakan Kak Adel benar. Keputusannya itu adalah aku ingin balikan lagi sama Dhanu. Aku masih sangat mencintai Dhanu, saat aku pacaran sama Radith aku menganggap dia itu Dhanu.”
Mata Rani melotot. “Aku nggak setuju kamu balikan sama Dhanu! Dhina, sadar dong, Dhanu itu hampir memperkosa kamu! Gara-gara dia kamu depresi.”
“Semua orang nggak luput dari salah dan khilaf, Kak. Dhanu janji bakal berubah dan tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Dan aku percaya Dhanu bisa menepati janji.”
“Janji seorang brengsek mana bisa dipercaya,” celetuk Radith.
“Kenapa sih kalian nggak ngizinin aku balikan sama Dhanu. Bukannya kalian harusnya senang karena dengan aku balikan sama Dhanu, kalian bisa resmi jadian. Kalian kan saling mencintai.”
“Kok kamu tau kita saling mencintai?” tanya Rani dan Radith kompakan.
“Nggak penting aku tau dari mana. Yang penting tolong izinin aku baikan sama Dhanu. Aku ingin Kakak bahagia dengan Kak Radith tanpa harus berkorban perasaan.”
“Kak Rani tenang aja. Kali ini aku nggak akan nyakitin Andhina lagi. Kalau perlu aku siap kok hari ini juga disuruh menikahi Andhina,” sahut Dhanu.
Rani memandangi wajah Dhanu lekat-lekat. Di wajah Dhanu tersirat sebuah kejujuran atas apa yang diucapkannya. Rani berpikir sejenak untuk mengambil keputusan. “Hmmm… baiklah aku mengizinkan kalian balikan lagi.”
Andhina dan Dhanu melonjak kegirangan. “Ciye… ciyee ada yang resmi jadian lagi.”
Adelia mengalihkan pandangannya ke arah Rani dan Radith. “Rani, Radith… kalian meresmikan jadian? Detik ini juga mau nggak gue sahkan?”
“Kalau aku sih yes, nggak tau deh kalau dia,” Radith menirukan gaya bicara juri di Indonesian Idol. Mata Radith melirik Rani.
“Aku juga yes deh.”
Lengkap sudah kebahagiaan Rani, Radith, Andhina, dan Dhanu. Mereka akhirnya bisa bersatu dengan orang yang dicintai.
Rani tiba-tiba menepuk jidatnya sendiri. “Astaga, aku lupa. Hari ini kan ultah kamu, Say. Tunggu bentar aku mau ngasih surprise buat kamu.”
Rani bertepuk tangan, seperti sedang memanggil seseorang. Hati Radith semakin bertanya-tanya, sebenarnya Rani mau ngasih surprise apaan sih?
“Happy birthday to Radith…” terdengar suara banyak orang di belakangnya dengan menyanyikan lagu happy birthday. Radith sudah tak asing lagi mendengar suara mereka. Seperti suara Papanya, Bima, Malaya, Tandy dan tante Citra. Untuk memastikan benar atau tidak, Radith membalikkan badan. Ternyata dugaannya benar.
Radith menaikkan satu alisnya. Dia melirik ke arah Rani. Dirinya tak habis pikir mengapa Rani bisa mengundang mereka semua ke sini. “Maaf, Say. Aku sengaja mengundang mereka. Abis katanya ada yang ingin mereka bicarakan sama kamu,” Rani seolah tahu apa yang ada dipikiran Radith.
“Papa, Bima, Malaya, Tandy dan Tante Citra… ngapain sih kalian ada di sini?”
“Tentu saja merayakan ulang tahunmu sekaligus melengkapi kebahagiaanmu,” Bima yang menjawab pertanyaan Radith.
“What? Melengkapi kebahagiaan gue? Lo sadar nggak sih Bim, yang ngehancurin kebahagiaan gue itu lo. Lo pengkhianat!”
“Sorry, gue bukannya bermaksud mengkhianati lo, tapi gue cuma ngelakuin skenario bikinan Papa lo.”
Skenario? Radith semakin tak mengerti dengan ucapan Bima. Dia pun melemparkan pandangan sinis ke papanya. “Pa, bisa jelasin nggak maksud Bima itu apa?”
“Sebenarnya Papa sudah kehabisan akal agar kamu nggak boros lagi, makanya Papa kerja sama dengan Bima dan Malaya agar kamu pulang ke Indonesia. Papa juga nggak bener-benar ngusir kamu. Setiap hari Papa mengamati gerak-gerikmu lewat Tandy. Setelah kamu udah nggak boros lagi, papa nyuruh orang buat memasukkan kamu jadi manager di restorannya.”
Radith manggut-manggut mengerti apa yang dibicarakan papanya. Dia tak menyangka Bima, Papa, Tandy akting-nya keren banget. Dia kembali mengedarkan pandangan, kali ini ke arah Adelia. Dia merasa Adelia juga terlibat dalam skenario papanya.
“Ngapain lo natap gue kayak gitu?” tanya Adelia. “Gue nggak terlibat dalam skenario bikinan Bokap lo karena gue punya skenario sendiri.”
“Skenario sendiri? Maksudnya?” kali ini Rani yang bertanya.
Adelia menyikut lengan Andhina. “Oke, aku ngaku. Sebenarnya aku nggak pernah sakit trauma, itu cuma pura-pura demi dapet perhatian lebih dari Kak Rani. Abis selama ini Kak Rani fokus cari duit terus. Ya udah aku kerja sama sama Kak Adel. Kata Kak Adel skenario ini bisa sekalian cariin jodoh buat Kak Rani,” Andhina berterus terang.
Mata Radith melirik ke arah kue tar yang dipegang papanya. Diambilnya kue tersebut. “Nah, kita potong kue yuk!”
Tandy mengerutkan kening. “Lo nggak marah Dith, kita semua ngerjain lo?”
“Awalnya sih kesel, tapi kalau dipikir-pikir ngapain juga gue marah? Apalagi hari ini ulang tahun gue, gue nggak mau ngerusak kebahagiaan dengan amarah.”
Mata Bima berbinar. “Wuih, sekarang Radith udah jadi cowok yang bijak. Itu baru sohib gue.”
“Tandy, Bima… sini deh gue mau kasih potongan kue pertama buat lo!” panggil Radith.
Tandy dan Bima mendekat, detik itu juga Radith memanfaatkan kesempatan yaitu dengan menemplokkan kue tar ke muka mereka berdua. Tak lama kemudian Rani juga meraih kue tar yang dipegang Radith, dia ikutan menemplokkan kue itu ke muka Adelia dan Andhina.
Radith dan Rani tertawa terbahak-bahak melihat wajah sahabatnya penuh mentega kue tar. “Hahaha… rasain. Itu balasannya karena udah ngerjain gue!”
Tandy, Bima, Adelia dan Andhina tak terima. Mereka kompak balas dendam. Akhirnya terjadilah adegan lempar-lemparan kue tar.
Hidup memang misteri. Terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi itulah yang terbaik untuk kita. Contohnya Radith, ia sempat terpuruk karena diusir papanya dari rumah tanpa bawa uang sepeserpun. Namun hal itu menyadarkan Radith tentang perlunya berhemat.
Pepatah mengatakan hemat pangkal kaya. Berhematlah sebelum masa miskinmu datang. Selain itu, Radith dipertemukan dengan cinta sejatinya.
--THE END--

Other Stories
Kado Dari Dunia Lain

Kamu pasti pernah lelah akan kehidupan? Bahkan sampai di titik ingin mengakhirinya? Sepert ...

Rahasia Ikal

Ikal, bocah yang lahir dari sebuah keluarga nelayan miskin di pesisir Pulau Bangka. Ia tin ...

Kacamata Kematian

Arsyil Langit Ramadhan lagi naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia b ...

Dua Bintang

Bintang memang selalu setia. Namun, hujan yang selalu turun membuatku tak menyadari keha ...

Romance Reloaded

Luna, gadis miskin jenius di dunia FPS, mendadak viral setelah aksi no-scope gila di turna ...

Hidup Sebatang Rokok

Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...

Download Titik & Koma