Sumpah Cinta

Reads
3.7K
Votes
0
Parts
18
Vote
Report
Penulis Ariny Nh

9. Mulai Jatuh Cinta Lagi

Hari Minggu yang cerah took buku rame banget. Alhamdulillah, warga Indonesia sekarang makin banyak yang gemar membaca. Daripada uangnya dibuang-buang kan mending buat beli buku. Buku adalah jendela dunia.
Gue melangkahkan kaki menuju rak novel baru. Gue mau melihat anak tercinta eh novel gue ding. Bagi seorang penulis sebuah karya sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Karya buah cinta antara otak, tangan, dan mat ague. Gue pengen tahu anak gue bersebelahan sama novel siapa sih?
Hmmm … di rak novel baru banyak novel dari penulis-penulis baru. Saingan gue makin banyak. Semakin banyak saingan gue semakin semangat dalam menulis. Gue pengen kayak Mbak Asma Nadia, bisa bertahan di dunia tulis sampai 10 tahun lebih. Daritadi gue melototin judul-judul novel di rak novel baru kok gue nggak melihat judul novel gue sendiri ya? Novel gue kan baru beredar 3 mingguan berarti masih ada dalam rak novel novel baru dong?
“Maaf Mas, daritadi saya perhatikan mas seperti orang kebingungan mas mau cari novel apa?” Tanya seorang wanita cantik rambut panjang dikucir ke belakang, memakai kemeja warna putih, rok selutut warna hitam, sepatu warna hitam juga. Dari penampilannya gue sudah bisa menebak mbak cantik ini adalah pelayan took buku.
Wah, kebetulan banget. Baru aja gue mau mencari pelayan eh dia sudah nongol duluan. “Mbak, saya mau nanya novel Kamu Adalah Cintaku karya Gibriel Alexander letaknya dimana ya?”
“Oh, novel itu sudah habis dari kemarin Mas.”
“Mbak, nanya lagi biasanya satu judul novel ada berapa ekslampar sih di tokobuku ini?”
“100 mas.”
Glek!
Gue menelan ludah, novel gue habis dalam waktu 3 minggu. Dan terjual sekitar 100 ekslampar. Waw, amazing. Gue benar-benar nggak menyangka penjualan fantastis. Padahal tadinya gue nggak yakin naskah gue di acc penerbit.
“Kak, kalau lo ke took buku beliin gue novel terbarunya Mitha Juniar ya?” kata-kata Vindy terngiang di telinga gue. Kata-kata itu lah yang menyadarkan gue dari lamunan panjang. Begitu sadar mbak cantik, pelayan tokobuku sudah hilang ntah kemana.
Sekarang saatnya mencari novel pesanan Vindy. “Ya, Allah bantulah aku menemukan novel pesanan Vindy.” Doa gue dalam hati.
Muter-muter gue mencari buku pesanan Vindy eh taunya tu buku ada di rak best seller. Ketika gue mau mengambil novel karya Mitha Juniar tiba-tiba novel itu hilang dengan sendirinya.
Gue menoleh ke samping. Orang yang mengambil novel incara gue adalah cewek yang kemarin pernah nabrak gue dan gue temui di pantai Anyer. “Itu kanh novel incaran gue kok lo ambil sih?”
“Ya, gue sudah lama banget ngincer novel karya Mitha Juniar. Boleh kan y ague aja yang beli novel ini?” ujarnya disertai dengan muka melas. Duh, gue kan jadi nggak tega melihat muka melas cewek.
Berhubung hari ini gue lagi bahagia karena mendengar kabar novel tercinta laku terjual 100 eks dalam waktu 3 minggu, maka gue memutuskan mengalah sama cewek. Urusan Vindy gampanglah ntar gue bilang aja ke dia kalau novel Mitha Juniar stoknya habis. “Ya, udah deh novelnya buat lo aja. Tapi syaratnya.”
“Apa syaratnya?”
“Boleh nggak gue kenalan sama lo?”
“Tentu aja boleh. Kenalin nama gue Restyani.” Dia mengulurkan tangan. Dan gue membalas uluran tangannya. Wuih, tangannya halus banget. “Nam ague Gibriel Alexander.”
“Eh, abis dari took buku ini lo ada acara nggak?”
“Hmmm … kayaknya nggak deh. Emang ada apa?”
“Nggak apa-apa sih. Gue Cuma mau ngajakin lo makan di kafe aja itupun kalau lo mau.”
“Makan di kafe ya? Boleh juga, itung-itung sebagai awal persahabatan kita.”
Yes, gue berhasil. Kesempatan buat menemukan pasangan baru mulai terbuka lebar. Kalau gue piker-pikir, perkataan Vindy ada benarnya jug ague harus mencabut sumpah yang gue ucapin di pantai Segarra. Gue nggak mau jomblo seumur hidup. Dan hati kecil gue mengatakan Resty lah wanita yang pas untuk jadi pasangan sejati gue.
***
Gue menggetok-getok kepala sendiri. Gue sebal banget mala mini. Sebal karena otak dan Microsoft word lagi berantem. Sudah sejam lebih gue di depan computer, tapi misrosoft word masih putih bersih nggak ada satupun kata yang berhasil gue ketik. Semua ini gara-gara ide nggak muncul-muncul. Gimana idem au muncul, kepala dan hati gue aja lagi penuh nama Restyani Ananda Putri.
Restyani Ananda Putri, gadis yang telah mencuri hati gue. Parasnya yang ayu, hatinya pun nggak kalah ayu. Meskipun dia pernah gue jutekin, kasarin, tapi dia tetap aja baik sama gue. Dia sama sekali nggak menyimpan dendam.
Aha! Bola lampu di kepala gue menyala. Ide yang daritadi gue tunggu baru muncul. Gue jadi pengen bikin novel berdasarkan kisah nyata yang gue alami sekarang. Pasti keren nih, secara selama ini novel-novel remaja yang bias abaca itu tokoh utama cowoknya anak basket, vokalis band dan berwajah ganteng. Nah, gue mau bikin novel berbeda dari yang lain. Tokoh utama cowok di novel gue seorang penulis ganteng.
Oke, sekarang waktunya menulis novel baru. Jari-jari tangan gue mulai menari indah di atas keybord untuk mengetik synopsis. Yang namanya menulis novel pastilah menulis synopsis dulu.
Gibriel Alexander, keren kan nama gue? Jelas lah gue kan cowok blasteran Arab dan Jerman. Bokap gue asli Jerman, sedangkan nyokap masih ada keturunan arab. Sayang, kedua orang tua gue sudah meninggal dunia. Dan kini gue hanya hidup bersama adik kesayangan Vindy Putrri.
Siapa sih yang nggak kenal gue? Gue itu penulis novel Kamu Adalah cintaku. Tujuan utama gue jadi penulis adalah membuat Helena, mantan gue menyesal karena ninggalin gue. Dan tujuan gue tercapai, novel perdana gue baru 3 hari beredar di took buku sudah banyak banget pembaca novel yang sms gue. Lebih dari itu teman-teman cewek di kampus atau bahkan di mana pun gue berada pasti ada yang minta tanda tangan dan foto bareng.
Ketika gue ingin pedekate sama salah 1 pembaca novel gue yang cewek, gue teringat sebuah sumpah yang gue ucapkan di pantai Segarra saat berpisah sama Helena. Sumpah, itu berbunyi “Gue nggak akan jatuh cinta sama cewek manapun” Hal itu yang membuat gue mengurungkan niat untuk pedekate sama salah satu pembaca cewek. Meskipun sumpah itu keluar secara spontanitas, tapi gue nggak akan menjilat sendiri.
Akhirnya gue memutuskan untuk menghindari pembaca-pembaca novel gue dengan cara judes bin jutek. Prinsip gue biarlah mereka bilang gue sombong yang penting gue nggak menjilat ludah sendiri. Tapi justru apa yang gue lakuin malah menghancurkan karir gue. Haters-haters dan terror-teror pun mulai bermunculan dalam hidup gue.
Alhamdulillah, di balik banyak orang yang membenci gue masih ada 1 wanita yang tulus mencintai gue. Wanita itu sering gue judesin, kasarin tapi dia sama sekali nggak menyimpan rasa dendam. Baru lah aku sadar, bahwa dial ah jodoh gue. Dan gue nggak akan mau kehilangan dia. Di akhir cerita gue menarik sumpah yang gue ucapkan di pantai Segarra. Di san ague mengucap sumpah baru, sumpah bahwa gue akan menikahinya secepat dan membuat bahagia selamanya.
Baru mengetik synopsis 2 halaman aja jari tangan gue rasanya udah keriting. Ada baiknya gue istrirahat sebentar kali ya, istirahat sambil melemaskan otot-otot jari. Hmmm … menulis tentang Resty, gue jadi kangen dia. Baru beberapa jam gue pisah sama dia, sudah kangen lagi. Dia lagi ngapain ya sekarang? Daripada bertanya pada angin lewat, nggak pernah tahu jawabnya mending gue tanyain langsung sama orangnya lewat sms.
To : Resty Cantik
Hay, cantik lagi ngapain? Maaf ya kalau aku ganggu.
Baru semenit sms terkirim, eh HP gue kembali bordering. HP bordering membawa sms balasan dari Resty.
From : Resty Cantik
Aku lagi online fesbuk sambil brosing aja nih. Abis nggak ada kerjaan. Kenapa? Kangen ya sama aku?
Online fesbuk? Hmmm … boleh juga. Sudah lama gue online. Mau online dulu ahh, sekalian mau mencari info lomba novel. Sebelum online gue mau membalas sms Resty dulu.
From : Resty Cantik.
Kamu jangan off dulu ya? Bentar lagi aku menyusu kamu online. Tunggu aku di layar computer.
Habis laporin terkirim gue terima, langsung deh online fesbuk. Berhubung computer gue nggak dipakai oleh siapapun, makanya begitu klik facebook langsung masuk ke beranda fesbuk tanpa log-in segala.
Wuih, ajib benar ada 50 pemberitahuan yang masuk dan 25 pesan masuk. Gue memilih mengecek pesan masuk dulu. Klik logo surat yang ada di atas sebelah kirim. Dalam sejekap pesan-pesan pun terlihat. Pengirim pesan-pesan itu adalah pembaca novel gue. Rata-rata mereka mengajak kenalan, gue lama balas dia malah mengucapkan sumpah serapah. Ada yang bilang gue sombong, banci dan sebagainya.
Gue kembali klik beranda. Mau update status dulu.
Eits, jangan salah cowok cuek bukan berarti sombong. Bisa jadi cowok cuek karena ingin menguji cewek baik-baik atau bukan. Cewek baik-baik pada saat dijudesin pasti dia akan berkata “Maaf ya jika mengganggumu. Jika kamu nggak berkenan kenalan sama aku nggak apa-apa kok.” Tapi jika bukan cewek baik-baik maka dia akan mengumpat dengan kata-kata kasar.
Sengaja gue update status isinya kayak gitu. Biar pembaca-pembaca novel gue yang tadi mengumpat jadi tersindir. Dan semoga aja sindiran gue membuat mereka sadar. Mendadak mood gue hilang, kalau mood sudah hilang bawaan pengen tidur. Sudah waktunya istirahat juga sih.
“Sampai jumpa, naskah gue. Esok pasti gue akan melanjutkan lo.” Ujar gue berbicara pada naskah. Tangan gue klik shutdown di layar computer. Beberapa menit kemudian computer mati.

Other Stories
Kenangan Indah Bersama

tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...

Egler

Anton mengempaskan tas ke atas kasur. Ia melirik jarum pendek jam dinding yang berada di ...

Pantaskah Aku Mencintainya?

Ika, seorang janda dengan putri pengidap kanker otak, terpaksa jadi kupu-kupu malam demi b ...

Kala Kisah Menjadi Cahaya

seorang anak bernama Kala Putri Senja, ia anak yatim piatu sejak bayi dan dibesarkan oleh ...

Hold Me Closer

Pertanyaan yang paling kuhindari di dunia ini bukanlah pertanyaan polos dari anak-anak y ...

Nyanyian Hati Seruni

Awalnya ragu dan kesal dengan aturan ketat sebagai istri prajurit TNI AD, ia justru belaja ...

Download Titik & Koma