12. Dia Membawa Kebahagiaan
Ini malam Minggu yang ke dua puluh kalinya gue lalui tanpa seorang kekasih. Setiap Malam Minggu tiba pasti tempat tongkrongan gue adalah di depan computer, orang-orang asyik pacaran di pojokan sedangkan gue asyik pacaran sama naskah dan fesbuk.
Gue geleng-geleng kepala ketika melihat status-status yang bertebaran di beranda fesbuk gue, semuanya update status galau. Syukurlah, ternyata bukan Cuma gue aja yang malam minggu pacaran sama computer. Beberapa saat kemudian muncul status di beranda fesbuk gue. Statusnya itu mengalihkan dunia gue, sebab datangnya dari akun fesbuk Restyani Ananda Putri.
Bagi gue jomblo itu jauh lebih mulia daripada punya pacar. Jomblo cara Allah melindungi diri kita dari perzinahan. Tatapan mata, pegangan itu juga masuk dalam perzinahan.
Waw, statusnya makjleb dan 100% benar. Gue like statusnya Resty. Resty, semakin hari dia semakin buat hati gue cenat-cenut. Dia sudah cantik, pintar, baik hati dan sholehah pula. Dial ah wanita idaman yang gue cari selama ini. Cewek seperti dia mana mungkin mau diajakin pacaran. Gue harus cepat-cepat melamar dia.
Nggak tahu kenapa tangan gue gatal pengen update status galau juga. Gue isi sebuah tulisan di kolom Apa yang anda pikirkan?
Jujur gue saat ini lagi jatuh cinta sama seorang cewek. Dia sudah cantik, pintar, baik hati dan sholehah pula. Dial ah wanita idaman yang gue cari selama ini. Cewek seperti dia mana mungkin mau diajakin pacaran. Gue harus cepat-cepat melamar dia. Melamar? Haruskah gue melakukan hal itu? Gue punya pengalaman pahit tentang melamar cewek. Waktu gue mau melamar Helena, eh ternyata dia malah selingkuh dengan pria lain. Sakit rasanya. Gue takut hal itu terulang kembali. Menurut teman-teman gimana nih? Mohon sarannya ya? Oh ya buat pembaca-pembaca novel gue jangan pada patah hati dan mewek y abaca status gue.
Klik bagikan. Dalam beberapa detik status yang gue ketik sudah terpasang manis di beranda fesbuk. Sambil nungguin orang yang komen, gue mau menengok grup kepenulisan dulu. Siapa tahu aja ada info tentang lomba menulis novel atau info kuis berhadiah novel gratis. Hari gini siapa coba yang nolak gratisan?
Baru aja masuk ke grup, eh sudah ada 5 pemberitahuan di fesbuk. Gue nengok pemberitahuan dulu. Ajaib, baru 2 menit status terpasang di beranda fesbuk ternyata sudah ada 10 orang yang menyukai status gue. Lebih mengejutkan lagi Resty ada mengomentari status gue. Gue nggak jadi menengok grup kepenulisan, sekarang gue klik tulisan Restyani Ananda Putri mengomentari status anda untuk membaca komentar dari dia.
Restyani Ananda Putri
Jangan gitu. Yang lalu biarlah berlalu, jangan diungkit-ungkit lagi kalau kamu takut melamar cewek kapan kamu nikahnya? Menikah itu kan ibadah, lakukanlah dengan niat karena Allah. Insya Allah, dia yang Maha Kuasa memberikan kemudahan.
5 Menit yang lalu . Suka.
Lagi-lagi apa yang dikatakan Resty itu. Mungkin rencana melamar Helena gagal dan berujung patah hati karena niat gue salah, niat bukan karena Allah tapi karena ingin mengambil warisan. Jari-jari tangan gue mulai mengetik balasan buat komentar Resty.
Gibriel Alexander
Iya, apa yang kamu katakan benar banget. Thanks ya udah menyadarkanku. Btw kamu pernah terluka gak saat hendak dilamar.
1 Menit yang lalu . Suka.
Baru beberapa detik, komentar Resty muncul lagi.
Restyani Ananda Putri
Semua orang pasti pernah terluka. Aku dulu lebih sakit dari yang kamu rasakan. Pasanganku busuknya kelihatan, ketika menjelang pernikahan padahal catering, foto prawedding, fiting baju semua sudah siap.
Beberapa detik yang lalu . Suka.
Gibriel Alexander
Hah? Kok bisa? Gimana ceritanya? Boleh donmg kamu certain tentang pengalaman percintaanmu, siapa tahu aja kisah cintamu bisa kujadikan novel hehehehe
Beberapa detik yang lalu . Suka.
30 menit kemudian.
Sudah setengah jam gue menunggu balasan komentar dari Resty, tapi nggak dating juga. Ketika gue tengok kolom obrolan yang ada di sebelah kanan, nama Resty nggak ada lagi. Itu artinya kan Resty sudah nggak online lagi. Resty kemana ya? Gue jadi gelisah sendiri. Gelisah takut apa yang gue ucapkan di komentar tadi menyinggung hati dia.
Cinta, kata orang aku jatuh cinta kepada dirimu cinta sampai tergila-gila
Rindu, rinduku memikirkan kamu. Hanyalah dirimu yang membuatku mabuk kepayang.
Lagu Ungu berjudul Mabuk Kepayang mengalun indah di HP kesayangan. Aduh, siapa sih yang nelpon gue malam-malam? Jangan-jangan yang nelpon gue si peneror gelap. Hiii, gue merinding sendiri. Gue angkat nggak ya?
Hati kecil gue mengatakan bahwa orang yang menelpon gue itu berhati mulia. Gue menuruti kata hati kecil gue untuk mengangkat telepon. Gue meraih HP yang ada di atas kasur. Gue lihat nama penelpon di layar HP. Mata gue melebar, pikiran gue salah. Ternyata orang yang menelpon gue itu bukan si peneror gelap melainkan dari cewek yang bikin hati gue cenat-cenut. Siapa lagi kalau bukan Restyani Ananda Putri? Cepat-cepat gue menekan tombol answer.
“Halo, Res, kamu kemana sih? Aku tungguin kamu di fesbuk tapi kamu nggak nongol lagi. Jamuran tahu, nungguin komentar dari kamu!” gue menyerocos tiada henti.
“Hehehe …, sorry. Tadi aku sakit perut, terus BAB dulu makanya aku off. Abis selesai BAB langsung deh aku menelpon kamu. Kalau dipikir-pikir nggak enak ngebahas masalah pribadi di fesbuk. Ntar dibaca orang.”
“Syukurlah kalau begitu.”
“Syukur? Kamu mensyukuri aku sakit perut?”
“Eh … eh maksudku nggak gitu. Aku bersyukur karena nggak marah sama aku. Tadi aku piker kamu tersinggung sama ucapanku di komentar.”
“Mana mungkin sih aku bisa marah sama cowok seganteng kamu.”
Dipuji Resty rasanya gue mau terbang ke langit tujuh bidadari. Ternyata bukan cewek aja yang geer saat dipuji cowok, cowok juga kalau dipuji jadi geer. Baru kali ini gue ngerasain dipuji cewek. Selama gue pacaran sama Helena dia nggak pernah memuji gue. Aduh, Helena lagi Helena lagi. Kenapa conba gue selalu ingat Helena?
“Halo Gibriel kamu kok diem? Kamu masih hidup kan?”
Pertanyaan Resty membuyarkan seluruh lamunan gue tentang Helena. Ya, gue lagi telponan sama Resty jadi nggak boleh ingat Helena.
“Masih dong.”
“Syukur deh. Bay the way kamu masih ingin tahu tentang kisah cintaku nggak?”
“Boleh, kalau kamu nggak keberatan menceritakannya aku akan senang hati mendengarkannya.”
“Gini ceritanya … blablabla.”
Resty menceritakan perjalanan cintanya secara rinci dan jelas. Gue manggut-manggut mendengarkan ceritanya. Jadi terharu dengan kisah hidupnya Resty. Ya, Resty wanita yang kuat dan tegar. Satu bulan menjelang pernikahannya, dia malah dihadapkan dengan kenyataan pahit. Kebusukan calon suaminya terbongkar, ternyata calon suaminya itu sudah beristri dan mempunyai anak.
Gue sama Resty itu mempunyai persamaan. Sama-sama mengetahui kebusukan orang yang dicintai menjelang pernikahan. Gue masih beruntung dari Resty, mengetahui kebusukan Helena saat belum melamar dirinya. Kasihan, Resty. Pengen deh gue menyembuhkan luka hatinya dengan cinta gue yang tulus. Kalau gue bisa mendapatkan cinta Resty, gue akan selalu jujur ke dia.
“Halo, Gib kamu masih dengarin aku kan?” Tanya Resty di seberang telpon. Saking asyiknya dengan pikiran gue sendiri, gue nggak sadar kalau Resty sudah bercerita.
Tuttuttut… tuttt…
Tiba-tiba sambungan telepon terputus. Resty pasti ngambesk, dia merasa dicuekin saat dia bercerita. Huft, makhluk yang namanya cewek memang paling susah dimengerti. Sifat pengambekannya iitu lho bikin cowok pusing 7 keliling.
Gue melirik jam yang menempel di dinding kamar. Astaga, sudah jam 1 dini hari. Ngomong sama Resty bikin gue lupa waktu. Bahkan gue lupa sama naskah dan terror yang dihadapi. Resty, lo satu-satunya cewek yang bisa membuat gue bahagia dan jatuh cinta lagi. Berhubung sudah malam saat tidur. Tapi sebelum tidur gue mau mematikan computer tercinta dulu.
***
Yah, lagi asyik-asyiknya ngobrol sama Gibriel eh telponnya mati. Aku mengecek pulsa, ternyata pulsaku tinggal 100 rupiah. Busyet, cepat amat habisnya. Sebelum nelpon tadi kayaknya pulsaku 5 ribu deh atau jangan-jangan nelponnya yang kelamaan. Besok-besok kalau mau menelpon Gibriel harus sedia pulsa yang banyak. Dia orangnya asyik dan nyambung diajak mengobrol.
Aku kembali melanjutkan menulis puisi di diari. Aku membaca kembali puisi yang sempat kutulis sebelum online dan menelpon Gibriel.
Begitu indah hari-hari yang kulalui.
Setelah aku mengenalmu
Rasa gundah di hati hilang menjadi sebuah keceriaan
Kau hadir di setiap kesendirianku
Kau telah membuat hidupku lebih berwarna
Tapi…
Nah, sampai situlah aku menulis puisinya. Oke, saatnya melanjutkan puisi yang sempat terputus.
Tapi mungkinkah kita selalu bersama?
Aku memang mencintaimu dan aku pula yang menyakitimu
Aku menutup diari. Tanpa terasa butiran bening mengalir deras dari kelopak mataku. Ya, aku menangis lagi. Aku menangis bukan karena teringat Aldy tapi karena takut berpisah dengan Gibriel. Bagaimana jadinya jika Gibriel mengetahui semuanya? Mengetahui bahwa aku lah yang mengirim terror untuknya? Sudah dipastikan Gibriel akan marah besar dan nggak sama aku lagi.
Dia nggak akan mau tahu bahwa aku melakukannya karena terpaksa. Terpaksa menuruti perintah Nindya. Aku benar-benar menyesal bersahabat sama Nindya. Dia ternyata iblis berwajah bidadari. Namun apalah daya nasi telah jadi bubur, aku nggak akan pernah bisa keluar dari lingkaran iblis terkutuk.
Hanya cinta yang bisa menaklukkan dendam
Hanya kasih sayang yang tulus mampu menyentuh
Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci
Hanya kasih sayang yang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu
“Ya, Allah aku tak sanggup hal itu terjadi. Sebelum hal itu terjadi aku mohon buat Gibriel jatuh cinta kepadaku. Sebab hanya cinta yang bisa menaklukkan dendam, bisa mendamaikan benci. Amin,” doaku dalam hati.
Mendadak aku teringat lirik lagu Agnes Monica feat Titi DJ berjudul Hanya Cinta yang bisa. Makanya aku berdoa seperti itu.
Other Stories
Kenangan Yang Sulit Di Ulang Kembali
menceritakan hidup seorang Murid SMK yang setelah lulus dia mendapatkan kehampaan namun di ...
Kala Cinta Di Dermaga
Saat hatimu patah, di mana kamu akan berlabuh? Bagi Gisel, jawabannya adalah dermaga tua y ...
Deru Suara Kagum
Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sek ...
Akibat Salah Gaul
Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...
Mendua
Dita berlari menjauh, berharap semua hanya mimpi. Nyatanya, Gama yang ia cintai telah mend ...