Yume Tourou (lentera Mimpi)

Reads
876
Votes
0
Parts
6
Vote
Report
yume tourou (lentera mimpi)
Yume Tourou (lentera Mimpi)
Penulis Koro Taiyou

Prolog

Bulan Maret ini sangat indah saat dilengkapi dengan gugurnya bunga-bunga sakura. Berbaring di tanggul sungai sambil mengamati gugurnya bunga-bunga sakura adalah cara termudah untuk bersantai di tempat ini.
Kelopak bunga berwarna merah muda itu mulai menutupi tubuhku saat berguguran. Namun aku membiarkannya hinggap di tubuhku dan menguburku bagaikan tanah.
Suara orang-orang yang bercengkerama di atas karpet sambil memakan cemilan yang mereka bawa terdengar jelas. Festival bunga sakura seperti ini memang tidak boleh terlewat, karena hanya terjadi satu tahun sekali.
Di tengah kenyamanan dalam tidurku sambil berselimut bunga sakura, aku merasakan ada yang menusukku di bagian tulang rusuk dengan tongkat. Aku yang merasa terganggu tentu saja bangkit untuk duduk dan melihat orang yang menusukku itu.
“Hey!” seruku karena merasa begitu terganggu.
Setelah duduk, aku langsung tahu siapa yang menusukku dengan tongkatnya. Seorang gadis yang tersenyum kepadaku. Orang asing? Namun dia seperti orang yang kukenal sebelumnya.
Dia tersenyum kepadaku seolah-olah dia memang mengenalku. Mata biru itu mengingatkanku akan seseorang. Seseorang yang tidak ingin kulupakan, meski ingatanku telah terhapus.
Aku menahan napas.
Ternyata dia yang selalu menghantuiku. Dia yang selalu membuatku penasaran bahkan setelah aku mati. Rasa yang bercampur aduk dalam diri ini akhirnya telah terpecahkan. Aku duduk di sampingnya yang masih berdiri.
Sebuah janji. Janji yang harus kulaksanakan sebelum waktu tersebut berakhir. Sebuah perpisahan. Meskipun rasa bersalah ini tidak dapat kutampung, namun setidaknya aku tidak lari darinya.
Tidak. Aku tidak bisa menahannya.
“Eguchi!” aku memanggilnya. Sekilas kemudian dia sudah menggantung di pinggulku sebagai pedang. Mencoba untuk melangkah pergi sebelum ia memanggilku. Terlambat.
Di belakangku, gadis itu sudah memelukku. Dengan linangan air matanya yang sepertinya sudah mengalir.
Jantungku seolah berhenti berdetak. Waktu seolah berhenti berputar. Dan tanpa kusadari, aku meneteskan air mataku yang pertama.
Lalu, mengalir deras.

Other Stories
Hold Me Closer

Pertanyaan yang paling kuhindari di dunia ini bukanlah pertanyaan polos dari anak-anak y ...

Desa Ria

Tidak ada yang bisa kupercaya. Di sini, di desa sialan ini, tidak ada lagi yang bisa kuper ...

Rembulan Di Mata Syua

Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek s ...

Kala Kisah Tentang Cahaya

Kala, seorang gadis desa yang dibesarkan oleh neneknya, MbahRum. tumbuh dalam keterbatasan ...

Sweet Haunt

Di sebuah rumah kos tua penuh mitos, seorang mahasiswi pendiam tanpa sengaja berbagi kamar ...

The Museum

Mario Tongghost, penangkap hantu asal Medan, menjadi penjaga malam di Museum Bamboe Kuning ...

Download Titik & Koma