Hati Yang Beku

Reads
3.8K
Votes
0
Parts
18
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

7. Hati Sunyi Bahagia

Tanpa terasa dua semester terlewati di Kota Bengawan Solo. Kota yang adem dan membuat hati Jasmine yang terasa sunyi dan tenang.
“Hai Jas, jangan lupa besok ada kuliah tambahan Ekonomi Moneter ya!”
Jasmine menengok sumber suara sebelum masuk mobilnya, ternyata Lintang yang tengah memasukkan buku-bukunya di mobil sembari memanasi.
“Iya Lin, hmmm gini deh kalau dapat dosen terbang. Sesuka hati mereka mengganti-ganti jadwal kuliah. Hari Sabtu harusnya buat refreshing malah buat kuliah,” Jasmine menggerutu.
Jasmine mengambil kertas yang menghalangi kaca depan mobilnya. Kertas putih yang diselipkan di wiper mobilnya.
Iseng Jasmine membaca sekilas, “Hadiri donor darah dan sumbangkan darah Anda untuk menolong sesama besok pukul 14.00 – selesai di Fakultas Kedokteran Auditorium Sayap Barat.”
“Hmmm donor darah... kenapa aku nggak coba ya? Mama sepertinya aku harus mencoba menjadi pendonor darah, aku ingat sebelum mama meninggal karena kehabisan banyak darah ada yang sempat mendonorkan darah dan sepertinya aku harus mengikuti kata hatiku...” Jasmine menggumam sendiri.
Tiba-tiba Jasmine tersenyum sendiri sambil menyetir menikmati jalan kampus menuju jalan raya yang rindang dengan pepohonan.
“Kebetulan besok sehabis kuliah Ekonomi Moneter aku akan ikutan donor darah, mama di surga pasti setuju. Hmmm tapi apa ya yang harus aku siapin? Ah I know what must I do !”
***
Angin semilir membelai rambut Jasmine yang sudah panjang. Sejak mengenal Tetra, Jasmine memutuskan tidak akan memangkas lagi rambutnya sampai sekarang.
Jasmine menunggu laptopnya yang sedang loading, sambil memandang mobilnya yang di parkir tidak jauh dari temapat lesehan tahu kupat.
Tahu kupat adalah salah satu makanan khas dari Solo, masakan ini memang mirip dengan tahu gimbal dari Semarang. Tahu kupat terdiri dari tahu goreng, kupat (ketupat), bakwan, mie kuning, tauge, dan kol. Bahan-bahan itu lalu diguyur air bawang putih dan kuah kecap, di atasnya ditaburi irisan daun seledri dan kacang goreng. Anda bisa menambahkan cabai rawit sesuai selera.
Kuah kecap yang kental menjadikan tahu kupat memiliki rasa manis yang menonjol, lalu air bawang putih menambahkan sedikit rasa gurih. Biasanya Jasmine menambahkan tiga biji cabai rawit, cukup digerus dengan sendok, rasa tahu kupat jadi makin mantab dan enak di lidah. Tahu kupat biasanya juga disantap dengan kerupuk kuning atau rambak.
***
Bila ingin menulis atau sedang bosan di kostan, Jasmine suka iseng ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).
Sejak kuliah di Universitas Negeri di Surakarta, salah satu tempat yang bisa membunuh sepinya adalah Jurug, tepatnya di sini adalah Kebun Binatang Jurug.
Taman Jurug letaknya sangat strategis, baik dari Kota Solo maupun dari kota-kota di sekitarnya seperti Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo.
Bukan ke kebun binatangnya, tapi lebih suka duduk-duduk di pelataran luarnya sambil menikmati tenangnya Kota Solo dan kupat tahu yang dipesan tidak pakai lama.
Dua kali Jasmine sudah mengunjungi kebun binatangnya, Kebun Binatang Jurug lokasinya persis di pinggir jalan utama antar kota antar propinsi yang menghubungkan Solo dengan Karanganyar, juga bersebelahan dengan Sungai Bengawan Solo yang legendaris dan terletak di Jalan Ir. Soetami bersebelahan dengan kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).
Koleksi binatangnya antara lain merak hijau, macan tutul, harimau sumatera, ular, komodo, iguana, kuda, landak, burung dan berbagai macam unggas lainnya. Beruang, kera, zebra, unta, buaya, merak, kijang, gajah, siamang, dan berbagai fauna lainnya. Gajah tertua yang bernama Kyai Rebo di Jurug telah mati dan kini telah diawetkan dan dipajang di galeri koleksi binatang Taman Jurug persis setelah pintu masuk.
Selain fauna, Taman Jurug juga mengoleksi berbagai tumbuhan seperti pohon cemara, pinus, munggur (trembesi), flamboyan, akasia, dan pohon-pohon besar lainnya. Pohon-pohon yang tinggi dan rindang ini cukup membuat suasana sejuk seperti di hutan habitat asli binatang-binatang itu.
Beberapa koleksi benda bersejarah atau acara kebudayaan juga dipusatkan di Taman Jurug. Untuk menghormati Gesang, sang maestro pencipta lagu Bengawan Solo, dibuatlah patung Gesang beserta sanggar seninya.
Saking seringnya, si mbok penjual tahu kupat yang melayani sudah hafal dan membiarkan Jasmine berlama-lama duduk sambil mengotak atik laptopnya.
“Nduk, dimakan dulu tahu kupat ama wedang tehnya, mumpung teksih anget,” Si Mbok yang mengingatkan Bu Sri yang ada di rumah Tegal selalu bersikap ramah pada Jasmine.
Bahkan Jasmine beberapa kali membelikan kain jarik saat main ke Pasar Klewer. Tentu saja diterima dengan suka cita oleh Mbok Siyem yang sehari untung dari menjual tahu kupat hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Keberadaan Mbok Siyem, penjual kupat tahu sedikit memasuki sunyi hatinya.
Jasmine menyadari sangat berharganya kehadiran orang yang masuk dalam hatinya dengan sederhana.
Kerap dalam tulisannya Jasmine menyisipkan kata bahagia mengenal dengan sederhana tanpa memaksakan dalam hatinya.
“Nduk nggak masuk ke kebun binatangnya?”
“Cukup dua kali Mbok, aku udah buat reportasenya di blog. Enakan di sini semilir, bisa liat Mbok ngelayani orang-orang dan aku bisa ngerjain tugas juga menulis.”
Si Mbok Siyem yang diajakin ngobrol cuma mengangguk-angguk entah paham atau tidak, tapi rasa sayang pada genduk Jasmine membuat si mbok nggak tidak keberatan kalau Jasmine berlama-lama di warung kupat tahu lesehannya.
***
Jasmine membaca serius tentang donor darah, hatinya mengatakan besok dia harus ikutan acara amal ini.
“Yes… sepertinya aku nggak ada masalah untuk jadi pendonor darah. Syaratnya Umur minimal 17 tahun, berat badan minimal 45 kg, temperatur tubuh normal antara 36,6 - 37,5 derajat celsius. Hmmm masalah tekanan darah aku harus tidur cepat dan cukup istirahat, HB juga besok lihat sajalah. Semoga niat baik aku di-ridhoi Allah,” Jasmine memantapkan niatnya.
“Mbok berapa ini semua? Selain kupat tahu aku makan klanthing satu, dua... empat bungkus... wah banyak ya.”
“Kaya biasa aja Nduk regone...”
“Ternyata keasyikan baca-baca masalah donor darah nggak terasa ngemil sampai empat bungkus ya Mbok.”
Jasmine tersenyum malu.
“Nduukkk papat mah sithik, kalau sepuluh bungkus itu akeh... wis rampung nggarap tugas sekolahnya? Wong teksih jam papat sore. Mbok juga masih dodolan... nggak opo-opo Nduk nek masih betah...”
“Aku masih betah Mbok, tapi besok aku mau donor darah jadi mau banyak istirahat. Mbok ini uangnya, kembaliannya buat Mbok aja...”
“Walah maturnuwun ya Nduk... yo wis moga-moga besok lancar kabeh yo...” Mbok Siyem memamerkan giginya yang merah karena menginang.

Other Stories
Aparar Keparat

aparat memang keparat ...

Hati Yang Beku

Jasmine menatap hamparan metropolitan dari lantai tiga kostannya. Kerlap-kerlip ibukota ...

Blind

Ketika dunia gelap, seorang hampir kehilangan harapan. Tapi di tengah kegelapan, cinta dar ...

Lantas, Kepada Siapa Ayah Bercerita?

Asdar terpaksa menjalani perjalanan liburan akhir tahun ke kampung halaman sang nenek sela ...

315 Kilometer [end]

Yatra, seorang pegawai kantoran di Surabaya, yang merasa jenuh dengan kehidupan serba hedo ...

Hold Me Closer

Pertanyaan yang paling kuhindari di dunia ini bukanlah pertanyaan polos dari anak-anak y ...

Download Titik & Koma