Kuraih Mimpiku

Reads
2K
Votes
3
Parts
24
Vote
Report
Penulis Agung Budi Prasetya

Bab 20 Lagu Edo Viral Di Medsos

Setelah mendengar suaranya Edo, Bobby Setiawan merasa puas dan meyakini bahwa lagunya Edo bakal sukses dan populer. Dia berkeinginan untuk membuatkan video klip dari lagu tersebut dan nantinya akan diunggah ke channel YouTube.
Untuk itu dia akan menjadwalkan pengambilan gambar untuk video klip tersebut. Dia juga sudah menghubungi Rendy Pasaribu yang sangat dikenal piawai dalam penggarapan video klip beberapa penyanyi. Dan kualitas dari garapannya tersebut tidak mengecewakan.
Setelah sepakat dengan Rendy Pasaribu, Bobby Setiawan segera menghubungi Edo untuk terlibat dalam video klip tersebut dimana dia berperan sebagai pemeran utama. Dia ingin agar bisa sukses dalam pemasaran nanti.
Saat itu Edo yang diantar oleh Vonny sudah tiba di tempat syuting video klip 1 jam sebelum syuting dimulai. Sebelum beraksi di depan kamera, terlebih dahulu Edo dirias dan memakai wardrobe yang sudah disiapkan dari kru yang dibawa Rendy Pasaribu.
Setelah selesai dirias dan memakai wardrobe yang dipakai untuk syuting,maka proses pengambilan gambar dimulai. Saat itu Rendy Pasaribu juga sudah memberikan aba-aba untuk segera memulai syuting.
Selain Edo, dalam syuting tersebut juga dilibatkan orang sebagai model untuk video klip tersebut.
"Oke semuanya sudah siap?" tanya Rendy Pasaribu kepada awak kru.
"Sudah siap,Bang!" jawab semua awak kru.
"Bang Edo sudah siap?"
Edo memberikan kode dengan jempolnya. Rendy Pasaribu segera memberikan aba-aba untuk memulai syuting.
"Oke semuanya...!!! Kamera....roll...action!! perintah Rendy Pasaribu.
Saat itu proses pengambilan gambar dimulai. Pada saat pengambilan gambar, tiba-tiba saja angin bertiup kencang sehingga mengganggu konsentrasi dan dialog menjadi buyar. Rendy Pasaribu langsung menghentikan syuting tersebut.
"Cut!!! perintahnya. Dan proses pengambilan gambar diulang lagi.
Saat pengambilan gambar yang kedua tersebut, model dari video klip tersebut mendadak kepalanya pusing sehingga proses syuting dihentikan lagi. Saat dalam kondisi break tersebut, Vonny mengambil sebuah tisu dari dalam tasnya untuk mengelap wajah Edo yang berkeringat.
"Sabar ya,Do! Nggak gampang dalam proses pengambilan gambar ini. Banyak kendala yang dihadapi."
"Iya,aku maklum kok."
Setelah model video klip sudah mulai membaik kondisinya, syuting dilanjutkan lagi. Ketika saat mulai syuting lagi, terganggu suara pesawat yang lewat di atasnya. Setelah sudah lewat, proses pengambilan gambar dimulai lagi. Dan yang keempat ini bisa berlangsung lancar tanpa hambatan apapun. Rendy Pasaribu langsung memerintahkan kepada kru untuk berhenti.
"Cut!!!" perintahnya. Setelah mengecek hasilnya, sudah sesuai dengan gambar yang diinginkan. Rendy Pasaribu memerintahkan semuanya untuk istirahat.
"Akhirnya selesai juga syuting video klip ini. Setelah mengalami beberapa kali pengulangan adegan. Aku bisa bernafas lega." ujar Edo.
"Ini minum dulu, biar hilang rasa capeknya!" ujar Vonny menyodorkan botol minuman kepada Edo. Edo menerima botol minuman tersebut dari Vonny dan meminumnya.
"Nanti tinggal lihat hasilnya,Do!"
Setelah selesai syuting, Bobby Setiawan segera menghampiri Edo dan mengucapkan selamat.
"Selamat ya,Mas Edo! Syuting video klip sudah selesai. Alhamdulillah bisa lancar tanpa kendala yang bisa membuat proses syuting harus ditunda."
"Terima kasih untuk pak Bobby yang telah memberikan kesempatan kepada saya."
"Berterima kasih kepada Vonny yang telah mengusahakan sehingga bisa seperti ini. Tanpa jerih payahnya mustahil bisa terlaksana."
"Ah....om Bobby lebay deh!!"
"Lho kenyataan kamu yang meminta om agar bisa kasih kesempatan kepada Edo."
"Sekali lagi, terima kasih pak Bobby serta kamu, Vonny! Rasanya senang banget impian aku bisa terwujud dan menjadi kenyataan."
"Iya, sama-sama.
"Sekarang apakah kamu bisa pulang,Om?"
"Oh ya, silahkan."
Selanjutnya Edo dan Vonny meninggalkan lokasi syuting untuk kembali ke rumah. Saat itu Vonny mengantar Edo ke tempat tinggalnya. Sampai depan pintu villa, Edo segera turun dari mobilnya Vonny.
"Kamu nggak masuk dulu, Von?"
"Nggak, Do! Aku langsung pulang biar kamu bisa istirahat. Setelah seharian kamu harus mengalami syuting yang melelahkan."
"Oke deh. Terima kasih telah mengantarkan aku pulang."
"Sampai jumpa lagi ya! Bye...bye...!!!"
Vonny segera mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumah. Edo masih memperhatikan nya dari jauh.
"Von,elu bener-bener cewek luar biasa. Berkat elu gue bisa terwujud impian gue bisa rekaman lagu. Gue bener-bener demen ama elu. Mungkinkah elu bisa jadi cewek gue,Von?"
Edo segera sadar dengan lamunannya dan langsung masuk ke dalam tempat tinggalnya.

Setelah melalui proses editing, akhirnya video klip lagu Edo diunggah di channel YouTube. Dan lagu tersebut langsung viral di media sosial. Lagu yang dinyanyikan Edo digandrungi banyak orang terutama generasi Z yang menyukai lagu tersebut. Lagunya Edo sudah ditonton sebanyak 1 juta dan mendapatkan 1,5 rb subscriber pada channel YouTube milik perusahaan rekaman milik Bobby Setiawan.
Vonny yang mendengar kabar ini tentu saja merasa senang bukan main. Usahanya selama ini tidak sia-sia. Dia langsung menghubungi ponselnya Edo.
Kriiiinggg...
Ponselnya Edo berdering. Edo mengangkat panggilan masuk dari Vonny.
"Hallo." Edo menjawab panggilan telepon dari Vonny.
"Do,ada kabar gembira."
"Kabar gembira apaan? Kayaknya hari ini kamu bahagia banget."
"Iya dong! Apakah kamu pengin tahu kabar gembira apa yang aku sampaikan padamu?"
"Kabar berita apa,Von? Jangan bikin kepo aku,Von!"
"Duh..... jangan baper dong! Ketahuilah bahwa lagu kamu sangat populer dan digemari banyak orang. Bahkan sering diputar di berbagai tempat baik di radio,cafe, bahkan di channel YouTube sudah ditonton sebanyak 1 juta orang."
"Alhamdulillah. Semuanya juga andil kamu,Von."
"Meskipun demikian,kamu jangan cepat puas, Do! Karena ke depannya tantangan kamu lebih berat lagi. Apalagi di dunia entertainment itu butuh kreativitas agar bisa tetap eksis. Juga tak kalah penting adalah selalu bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Karena banyak saingan yang datang silih berganti. Jika kamu nggak bisa menjaganya, bisa-bisa usaha yang sudah kamu rintis bisa sirna dalam sekejap. Ingat, roda kehidupan itu selalu berputar terus. Kadang di atas, kadang di bawah. Jangan sampai kamu terlena oleh keadaan. Karena semua yang terjadi nggak ada yang abadi. Aku nggak rela jika karir kamu bangun akhirnya terjun bebas karena terlena oleh situasi."
Mendengar ucapannya Vonny seketika Edo langsung terdiam. Dia jadi ingat ketika masih jadi anak band bersama Denny, Ringgo, Sonny dan Dito mengalami situasi seperti itu dan mengabaikannya sehingga justru dia menjadi terpuruk.
"Edo, apakah kamu dengar omongan aku ini?"
"I .. iya! Dengar yang kamu omongin barusan."
"Kalo begitu kamu harus hati-hati dalam menjaga sikap dan perilaku. Karena sekarang kamu udah jadi idola. Suka nggak suka kamu akan selalu disorot oleh publik.
"Begitu ya,Von?"
"Iya. Seperti yang sudah aku omongin tadi. Mumpung sekarang kamu jadi idola, nggak ada salahnya kamu bikin channel YouTube."
*Untuk apa,Von?"
"Itu bisa menjadi ladang cuan bagi kamu. Kamu bisa bikin cerita yang menginspirasi banyak orang ketika kamu jatuh bangun dalam meraih mimpi kamu hingga bisa terwujud dan menjadi kenyataan. Aku yakin fans kamu akan semakin respek dengan kamu."
"Terima kasih untuk masukannya,Von."
"Kalo gitu udah dulu ya,Do! Lain waktu disambung lagi."
"Oke. Selamat malam."
Vonny mematikan ponselnya. Dia terlihat senyum-senyum sendiri sambil menempelkan ponselnya di dada.
"Edo,aku jadi semakin kesengsem sama kamu. Aku tak rela kamu jadi milik cewek lain. Kamu harus jadi milikku seutuhnya." gumamnya.
Tanpa disadari bahwa ucapannya tentang Edo terdengar oleh kedua orang tuanya yakni Hartono dan Aliya. Hartono langsung menanggapi putrinya tersebut.
"Wah....wah....wah....!!! Rupanya anak papi sudah mulai jatuh cinta nih!!"
"Iya...ya...,Pi?" sahut Aliya.
"Mami nggak dengar dia omongin barusan?"
"Papi dan mami apaan sih? Itu tadi teman Vonny yang sedang butuh nasehat."
"Teman atau pacar? Lebih baik mengaku saja! Nggak usah disembunyikan."
"Iya,Von! Lebih baik kamu mengaku. Apakah itu orang yang kamu ceritakan kemarin?"
Vonny mengangguk.
"Apakah mami nggak suka sama dia?"
"Yang bilang nggak suka siapa? Mami nggak keberatan kok kamu pacaran sama dia. Asalkan orang tersebut baik, jujur, dan bertanggung jawab."
"Beneran mami setuju? Nggak menyesal nantinya?"
Aliya menggelengkan kepalanya. Vonny senang dan bahagia mendengarnya. Dia langsung secara spontan memeluk papi dan maminya.
"Terima kasih papi dan mami sudah kasih lampu hijau bagi Vonny untuk cari pacar. Pilihan Vonny sudah mantap untuk memilih Edo jadi pacar Vonny."
"Kalo begitu sekarang kamu harus bisa berpikiran dewasa dan nggak kekanak-kanakan lagi. Bisa?"
"Iya deh, Vonny janji."
Vonny dan kedua orangtuanya saling berpelukan.








Other Stories
Tiada Cinta Tertinggal

Kehadiran Aksan kembali membuat Tresa terusik, teringat masa lalu yang ingin ia lupakan, m ...

Kating Modus!

Kisah seorang pemuda yang mengikuti organisasi internal di kampusnya. Ia diberi mandat ole ...

Misteri Kursi Goyang

Rumah tua itu terasa hangat, sampai kursi goyang mewah dari tetangga itu datang. Saretha d ...

Kabinet Boneka

Seorang presiden wanita muda, karismatik di depan publik, ternyata seorang psikopat yang m ...

Nestapa

Masa kecil Zaskia kurang bahagia, karena kedua orangtua memilih bercerai. Ayahnya langsung ...

Jodoh Nyasar Alina

Alina, si sarjana dari Eropa, pulang kampung cuma gara-gara restu Nyak-nya. Nggak bisa ker ...

Download Titik & Koma