Chapter 4, Mencari Solusi
Senyum dingin itu kembali menguasai wajahnya, dan aku tahu, Dika-ku kembali terkunci di suatu tempat di dalam sana. Tekadku mengeras. Aku tak bisa membiarkannya begini.
"Aku akan kembali," ucapku, membalikkan badan dan berjalan menuju pintu.
"Mau ke mana, Alya? Kau pikir kau bisa pergi begitu saja?" Suaranya menusuk dari belakangku.
Aku menghentikan langkah, tanpa menoleh, "Aku akan mencari tahu siapa kamu. Dan aku akan mencari cara untuk mengusirmu."
Terdengar tawa dingin, "Kau tidak akan berhasil. Aku adalah Dika. Tidak ada yang bisa mengusirku dari tubuh ini."
Aku tak menjawab. Aku terus berjalan, lalu membuka pintu, dan keluar dari apartemen yang kini terasa seperti penjara. Saat pintu tertutup di belakangku, aku bisa merasakan matanya mengawasiku dari balik jendela.
Malam itu aku tak bisa tidur. Pikiranku terus-menerus memutar ulang kejadian aneh itu, "Bagaimana bisa seseorang merasuki tubuh orang lain? Apa hubungannya dengan Beno? Dan mengapa ia begitu menginginkanku?"
***
Keesokan harinya, aku pergi ke perpustakaan. Aku mencari buku-buku tentang fenomena paranormal, kepribadian ganda, dan kutukan. Jawabannya kudapat di sebuah buku tua yang hampir rapuh. Ada sebuah legenda kuno tentang sebuah entitas bernama pendamping jiwa yang lahir dari amarah, kekecewaan, dan trauma.
Entitas ini akan muncul ketika seseorang berada di titik terendah dalam hidupnya. Entitas ini akan mengambil alih jiwa dan raganya, memanipulasinya untuk mendapatkan yang ia inginkan.
Semakin aku membaca, aku pun merasa ngeri. Legenda itu menyebutkan bahwa satu-satunya cara untuk mengusir pendamping jiwa adalah dengan menemukan penyebab utama ia muncul, yaitu amarah dan trauma yang dialami Dika.
Aku harus menemukan kebenaran. Aku harus tahu apa yang Dika-ku sembunyikan selama ini. Aku harus mencari tahu apa yang membuat pendamping jiwa ini muncul.
Aku segera bergegas ke rumah Dika. Namun, begitu aku tiba, ia sudah berdiri di depan pintu, seolah-olah sudah menungguku.
"Aku tahu apa yang kau lakukan, Alya," bisiknya, "Kau mencari tahu tentangku. Kau mencari cara untuk mengusirku."
"Aku akan menemukan kebenaran, Dika. Aku akan menyelamatkanmu," ucapku, menatap matanya dengan berani.
Ia tertawa, "Kau pikir kebenaran itu akan menyelamatkanmu? Tidak, Alya. Kebenaran itu akan menghancurkanmu."
Tiba-tiba, ia melangkah maju. Tangan dinginnya mencengkeram tanganku. Aku bisa merasakan kekuatan yang tak biasa.
"Aku akan memberimu satu petunjuk," bisiknya, "Temui Beno. Dia tahu segalanya. Dia tahu kenapa aku muncul. Dia tahu apa yang Dika-mu sembunyikan. Dan dia akan memberitahumu. Tapi, ingatlah kebenaran itu sangatlah menakutkan, Alya."
Ia melepaskan tanganku, dan aku terdiam di sana memproses semua yang baru saja ia katakan, "Beno? Kenapa Beno? Apa hubungannya dengan ini semua?"
Rasa penasaran mengalahkan rasa takut. Aku harus menemui Beno. Aku harus tahu apa yang terjadi. Aku harus menyelamatkan Dika-ku, apa pun risikonya.
"Aku akan kembali," ucapku, membalikkan badan dan berjalan menuju pintu.
"Mau ke mana, Alya? Kau pikir kau bisa pergi begitu saja?" Suaranya menusuk dari belakangku.
Aku menghentikan langkah, tanpa menoleh, "Aku akan mencari tahu siapa kamu. Dan aku akan mencari cara untuk mengusirmu."
Terdengar tawa dingin, "Kau tidak akan berhasil. Aku adalah Dika. Tidak ada yang bisa mengusirku dari tubuh ini."
Aku tak menjawab. Aku terus berjalan, lalu membuka pintu, dan keluar dari apartemen yang kini terasa seperti penjara. Saat pintu tertutup di belakangku, aku bisa merasakan matanya mengawasiku dari balik jendela.
Malam itu aku tak bisa tidur. Pikiranku terus-menerus memutar ulang kejadian aneh itu, "Bagaimana bisa seseorang merasuki tubuh orang lain? Apa hubungannya dengan Beno? Dan mengapa ia begitu menginginkanku?"
***
Keesokan harinya, aku pergi ke perpustakaan. Aku mencari buku-buku tentang fenomena paranormal, kepribadian ganda, dan kutukan. Jawabannya kudapat di sebuah buku tua yang hampir rapuh. Ada sebuah legenda kuno tentang sebuah entitas bernama pendamping jiwa yang lahir dari amarah, kekecewaan, dan trauma.
Entitas ini akan muncul ketika seseorang berada di titik terendah dalam hidupnya. Entitas ini akan mengambil alih jiwa dan raganya, memanipulasinya untuk mendapatkan yang ia inginkan.
Semakin aku membaca, aku pun merasa ngeri. Legenda itu menyebutkan bahwa satu-satunya cara untuk mengusir pendamping jiwa adalah dengan menemukan penyebab utama ia muncul, yaitu amarah dan trauma yang dialami Dika.
Aku harus menemukan kebenaran. Aku harus tahu apa yang Dika-ku sembunyikan selama ini. Aku harus mencari tahu apa yang membuat pendamping jiwa ini muncul.
Aku segera bergegas ke rumah Dika. Namun, begitu aku tiba, ia sudah berdiri di depan pintu, seolah-olah sudah menungguku.
"Aku tahu apa yang kau lakukan, Alya," bisiknya, "Kau mencari tahu tentangku. Kau mencari cara untuk mengusirku."
"Aku akan menemukan kebenaran, Dika. Aku akan menyelamatkanmu," ucapku, menatap matanya dengan berani.
Ia tertawa, "Kau pikir kebenaran itu akan menyelamatkanmu? Tidak, Alya. Kebenaran itu akan menghancurkanmu."
Tiba-tiba, ia melangkah maju. Tangan dinginnya mencengkeram tanganku. Aku bisa merasakan kekuatan yang tak biasa.
"Aku akan memberimu satu petunjuk," bisiknya, "Temui Beno. Dia tahu segalanya. Dia tahu kenapa aku muncul. Dia tahu apa yang Dika-mu sembunyikan. Dan dia akan memberitahumu. Tapi, ingatlah kebenaran itu sangatlah menakutkan, Alya."
Ia melepaskan tanganku, dan aku terdiam di sana memproses semua yang baru saja ia katakan, "Beno? Kenapa Beno? Apa hubungannya dengan ini semua?"
Rasa penasaran mengalahkan rasa takut. Aku harus menemui Beno. Aku harus tahu apa yang terjadi. Aku harus menyelamatkan Dika-ku, apa pun risikonya.
Other Stories
Death Cafe
Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...
Egler
Anton, anak tunggal yang kesepian karena orang tuanya sibuk, melarikan diri ke dunia game ...
Makna Dibalik Kalimat (never Ending)
Rangkaian huruf yang menjadi kata. Rangkaian kata yang menjadi kalimat. Kalimat yang mungk ...
Cinta Satu Paket
Namanya Renata Mutiara, secantik dan selembut mutiara. Kelas sebelas dan usianya yang te ...
Kita Pantas Kan?
Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...
Romance Reloaded
Luna, gadis miskin jenius di dunia FPS, mendadak viral setelah aksi no-scope gila di turna ...