Dia Bukan Dia

Reads
1.1K
Votes
0
Parts
9
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 3 Sosok Yang Tidak Di Kenal


Rasa takut yang mencekam menguasai diriku. Jantungku berdetak tak karuan, dan pikiran-pikiran kacau berkecamuk di dalam benakku. Aku tak tahu apa yang harus dilakukan, "Bagaimana cara melepaskan Dika dari belenggu ini? Aku tahu, aku tidak bisa lari. Aku takkan meninggalkan Dika."

"Apa yang kamu mau?" tanyaku, suaraku bergetar, "Kenapa kamu melakukan ini?"

Sosok di depan mataku tersenyum sinis. "Yang aku mau adalah dirimu," jawabnya, suaranya kembali berat dan dalam, "Dika terlalu lemah untuk melindungimu. Dia akan terus-menerus membuatmu kecewa. Dengan Beno, dan orang-orang lain di masa depan. Tapi aku akan melindungimu dari semua itu."

"Aku tidak butuh perlindunganmu! Aku hanya ingin Dika-ku kembali," ucapku.

Ekspresinya mengeras, "Itu tidak akan terjadi, Alya. Tidak selama kau masih menginginkan dia."

"Siapa kamu sebenarnya?"

"Aku adalah bagian dari Dika. Bagian yang selama ini disembunyikan yang penuh amarah dan kekecewaan. Dia tahu, dia takkan bisa menjadi kekasih yang baik untukmu. Jadi, dia memberiku jalan. Jalan untuk mengambil alih."

Aku tak bisa memercayai apa yang kudengar. Dika-ku tidak mungkin seperti itu. Dia pasti sedang berbohong. Aku tahu Dika-ku tidak pernah menjadi orang yang pendendam.
"Kamu berbohong!"

Tiba-tiba, ia tertawa. Tawa yang terdengar dingin dan tanpa emosi, "Oh, Alya. Kamu masih naif, ya? Kamu masih berpikir Dika adalah pangeran impianmu? Buka matamu. Dia bukan dia. Aku adalah dia."

Air mataku kembali mengalir. Aku tak tahu harus berbuat apa. Di satu sisi, aku ingin lari sejauh mungkin. Tapi di sisi lain, aku tidak bisa meninggalkan Dika. Aku tahu, jika pergi, Dika akan sendirian. Aku harus menyelamatkannya.

"Baiklah," ucapku, mengambil napas dalam-dalam, "Aku akan tinggal. Tapi dengan satu syarat."

Ekspresi terkejut terlihat di wajahnya, "Apa syaratnya?"

"Biarkan aku bicara dengan Dika. Hanya lima menit."

Ia terdiam sejenak memandangi wajahku, "Kau pikir aku bodoh? Jika aku membiarkanmu bicara dengannya, dia akan kembali kuat. Dan aku takkan bisa lagi menguasai tubuh ini."

"Aku tidak akan bicara. Aku hanya ingin melihatnya."

Ia menatapku dengan curiga. Namun, entah kenapa, ia akhirnya mengangguk. "Lima menit," ucapnya, "Jika lebih, aku akan menyakitinya."

Aku mengangguk, dan ia melangkah mundur. Ia menutup matanya, dan wajahnya kembali memancarkan ekspresi kesakitan.

"Alya ..." bisiknya, suaranya kembali menjadi Dika-ku yang kukenal, "Lari sejauh mungkin."

"Dika, jangan khawatir. Aku akan menolongmu," jawabku, air mataku mengalir.

"Jangan. Jangan lakukan itu. Dia akan menyakitimu. Dia bukan aku," bisiknya.

Tepat saat ia hendak mengatakan sesuatu, wajahnya kembali mengeras. Sosok itu kembali menguasai dirinya.
"Lima menit sudah habis, Alya. Dan seperti yang kau lihat, dia sudah tidak butuh kau lagi," ucapnya, suaranya kembali berat.

Aku memandanginya penuh dengan amarah dan tekad. Aku takkan menyerah. Aku akan menyelamatkan Dika. Walau harus berhadapan dengan bayangan mengerikan yang mengambil alih tubuhnya.

Other Stories
Free Mind

KITA j e d a .... sepertinya waktu tak akan pernah berpihak pada kita lagi setelah aku ...

Manusia Setengah Siluman

Reno tak pernah tahu apa itu arti punya orang tua. Ia seorang yatim piatu yang berjuang hi ...

Air Susu Dibalas Madu

Nawasena adalah anak dari keluarga yang miskin. Ia memiliki cita-cita yang menurut orang-o ...

Membabi Buta

Mariatin bekerja di rumah Sundari dan Sulasmi bersama anaknya, Asti. Awalnya nyaman, namun ...

Hafidz Cerdik

Adnan bersyukur masih ada acara bermanfaat seperti *Hafidz Cilik Indonesia*, tempat ia dan ...

Harapan Dalam Sisa Senja

Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...

Download Titik & Koma