Chapter 6, Dika Meminta Maaf
Langkah kakiku terasa berat saat kembali ke apartemen Dika. Setiap hembusan napas terasa pengap, dan setiap detak jantungku memacu adrenalin. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"Mencintai bagian tergelap Dika? Itu terasa seperti mencintai monster yang merenggut nyawa pacarku. Tapi, jika itu satu-satunya cara untuk menyelamatkannya, aku akan melakukannya," gumamku.
Aku membuka pintu apartemen, dan di sana, di ruang tamu, Dika sedang duduk di sofa. Wajahnya datar, matanya kosong, dan senyum dinginnya menyambutku.
"Kau kembali," bisiknya, "Kau sudah menemui Beno, kan? Kau sudah tahu semuanya."
"Aku tahu segalanya. Tentang kecelakaan itu. Tentang trauma yang kau sembunyikan," jawabku, suaraku bergetar.
"Dan kau kembali. Kau bodoh, Alya. Kau seharusnya lari," ia terkekeh.
Aku melangkah maju, lalu mendekatinya, "Aku tidak akan lari. Aku akan menolongmu, Dika."
Ia bangkit dari sofa, matanya memancarkan amarah, "Aku bukan Dika! Dika sudah mati! Dia mati saat kecelakaan itu. Dan aku adalah bagian dari dirinya yang menolak untuk mati. Aku adalah amarahnya, kekecewaannya, dan dendamnya!"
Aku tidak mundur. Aku berdiri di depannya sambil menatap matanya yang kosong, "Aku tahu kamu bukan Dika. Tapi aku tahu Dika masih ada di dalam sana. Dan aku akan membantunya keluar."
Ia tertawa, tawa yang terdengar seperti menggema, "Kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan cinta? Kau pikir cinta bisa mengalahkan trauma dan dendam bertahun-tahun?"
Aku tidak menjawab. Aku hanya menatapnya, air mata mengalir membasahi pipiku, "Aku mencintaimu, Dika. Aku mencintai kamu, dan aku mencintai bagian yang kau sembunyikan. Bagian yang terluka, dan penuh amarah. Aku akan memeluknya, dan tidak akan pernah melepaskannya."
Ekspresi terkejut terlihat di wajahnya. Untuk sesaat, aku melihat kilatan di matanya yang kembali kehangatan Dika. Namun, kilatan itu segera menghilang, dan ia kembali dikuasai.
"Jangan coba-coba, Alya!" Ia berteriak, suaranya kembali berat, "Aku akan menyakitimu! Aku akan menyakitimu, dan kau akan menyesal kembali ke sini!"
Ia mengulurkan tangannya, dan aku bisa merasakan kekuatan tak terlihat mendorongku mundur. Aku terhuyung, namun aku tidak jatuh. Aku kembali melangkah maju segera meraih tangannya,
"Aku tidak akan pergi, Dika! Aku akan berada di sisimu, apa pun yang terjadi. Aku akan mencintai setiap bagian dari dirimu, bahkan yang tergelap sekalipun. Aku akan menyembuhkanmu, Dika."
Saat tanganku menyentuh tangannya, aku bisa merasakan energi yang sangat kuat. Bukan energi yang jahat, melainkan energi yang penuh dengan kesedihan, amarah, dan penderitaan. Aku memejamkan mata, memfokuskan pikiranku pada Dika, pada cinta yang aku rasakan untuknya.
"Aku mencintaimu," bisikku, dan aku bisa merasakan air matanya membasahi tanganku.
Dika, atau sosok yang merasukinya menangis. Bukan tangisan kekalahan, melainkan tangisan yang penuh dengan kesedihan. Tubuhnya bergetar, dan ia jatuh ke pelukanku.
"Aku minta maaf, Alya," bisiknya, suaranya kembali menjadi Dika-ku, "Aku menyakitimu. Aku tidak tahu, apa yang harus kulakukan."
Aku memeluknya, membiarkan ia menangis di bahuku. Aku tahu, pertempuran belum selesai. Tapi aku yakin dengan cinta dan keberanian, kami akan bisa mengalahkan kegelapan ini. Kami akan bisa mengusir bayangan mengerikan yang selama ini menghantui Dika.
"Tidak apa-apa, Dika. Aku di sini. Aku akan selalu ada di sini bersamamu," bisikku.
Other Stories
Cinta Harus Bahagia
Seorang kakak yang harus membesarkan adiknya karena kematian mendadak kedua orangtuanya, b ...
Tukar Pasangan
Ratna, wanita dengan hiperseksualitas ekstrem, menyadari suaminya Ardi berselingkuh dengan ...
Prince Reckless Dan Miss Invisible
Naes, yang insecure dengan hidupnya, bertemu dengan Raka yang insecure dengan masa depann ...
Srikandi
Iptu Yanti, anggota Polwan yang masih lajang dan cantik, bertugas di Satuan Reskrim. Bersa ...
Curahan Hati Seorang Kacung
Setelah lulus sekolah, harapan mendapat pekerjaan bagus muncul, tapi bekerja dengan orang ...
Membabi Buta
Mariatin dan putrinya tinggal di rumah dua kakak beradik tua yang makin menunjukkan perila ...