Dia Bukan Dia

Reads
1.2K
Votes
0
Parts
9
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 7, Berjuang Bersama

Air mata Dika membasahi pundakku, dan aku memeluknya lebih erat. Ini bukan lagi Dika yang asing, sosok dingin yang menusuk. Ini Dika-ku, yang rapuh dan terluka. Ia menangis, dan setiap isakan adalah pengakuan atas penderitaan yang ia sembunyikan selama bertahun-tahun.

"Aku minta maaf, Alya," bisiknya lagi, suaranya parau, "Aku tidak tahu apa yang merasukiku. Rasanya seperti ada orang lain di dalam kepalaku yang terus-menerus membisikkan hal-hal buruk."

"Aku tahu," jawabku, mengusap punggungnya, "Kamu tidak sendirian. Kita akan hadapi ini bersama."

Pikiranku saat ini, "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah pendamping jiwa itu benar-benar pergi? Atau hanya bersembunyi di suatu tempat, menunggu saat yang tepat untuk kembali? Namun, saat ini yang terpenting adalah Dika. Aku harus membantunya."

Kami menghabiskan malam itu dengan bercerita. Dika menceritakan segalanya, tentang kecelakaan itu, bagaimana ia merasa bersalah, dan merasa menjadi orang lain. Ia menceritakan tentang amarah, kekecewaan, dan rasa dendam yang ia pendam, dan akhirnya melahirkan sosok mengerikan itu.

"Aku tidak bisa mengendalikan diriku," akunya, "Ketika aku melihat Beno, amarahku tak terkendali. Ketika aku melihatmu, aku hanya ingin melindungimu. Tapi cara yang dilakukannya salah, dan aku tidak bisa menghentikannya."

Aku mendengarkan dengan sabar, dan menyadari bahwa cinta saja tidak cukup. Dika butuh pertolongan profesional. Aku harus membawanya ke psikolog, ahli terapi, agar ia bisa menyembuhkan luka batinnya. Aku harus membantunya memaafkan dirinya sendiri, memaafkan Beno, dan menerima kenyataan yang ada.

"Kita akan hadapi ini bersama," ucapku, memeluknya lagi, "Kamu akan sembuh, Dika. Aku akan selalu ada di sisimu."

Ia menatapku, matanya kini memancarkan kehangatan yang dulu selalu kurindukan. "Alya," bisiknya, "Kamu menyelamatkanku."

"Tidak," jawabku, menggelengkan kepala, "Kamu yang menyelamatkan dirimu sendiri. Kamu yang memilih untuk mencintaiku, bukan membenciku."

Kami akhirnya menemukan cinta di tengah kegelapan. Dan kami tahu, perjalanan ini masih panjang. Kami harus berjuang melawan bayangan trauma yang masih menghantui. Tapi, dengan cinta dan dukungan, aku yakin kami akan berhasil.

Other Stories
Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )

pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...

Pacar Sewaan

Sebagai pacar sewaan yang memiliki kekasih, Ledi yakin mampu menjaga batas antara pekerjaa ...

Cowok Hujan

Ia selalu terlihat tenang. Tapi setiap kali langit mulai gelap dan angin berhembus kencang ...

Nyanyian Hati Seruni

Begitu banyak peristiwa telah ia lalui dalam mendampingi suaminya yang seorang prajurit, p ...

Pucuk Rhu Di Pusaka Sahara

Mahasiswa Indonesia di Yaman diibaratkan seperti pucuk rhu di Padang Sahara: selalu diuji ...

Lam Biru

Suatu hari muncul kalimat asing di layar laptop Harit, kalimat itu berupa deskripsi penamp ...

Download Titik & Koma