Sinopsis
Ia selalu terlihat tenang.
Tapi setiap kali langit mulai gelap dan angin berhembus kencang, tangannya akan gemetar.
Tak ada yang tahu kalau cowok itu takut pada hujan.
Bukan sekadar rintiknya melainkan badai, petir, dan suara menggelegar yang selalu membawanya kembali pada kenangan yang ingin ia lupakan.
Semua orang mengira ia membenci hujan.
Padahal yang ia benci adalah rasa takut yang muncul setiap kali kilat menyambar langit.
Lalu gadis itu datang membawa payung, membawa keberanian, dan tanpa sadar berdiri di sisinya saat badai pertama mereka datang bersama. Ia tidak menertawakan ketakutannya. Tidak pula memaksanya untuk menjadi kuat. Ia hanya berdiri di sana memastikan bahwa saat petir menyambar, ia tidak sendirian.
Namun, seberapa lama seseorang bisa bersembunyi dari hujan?
Dan apakah cinta cukup untuk mengalahkan trauma yang datang setiap kali langit berubah kelabu?
Karena terkadang, yang paling kita takuti, adalah hal yang perlahan mengajarkan kita arti bertahan.
Other Stories
Yang Dekat Itu Belum Tentu Lekat
Dua puluh tahun sudah aku berkarya disini. Di setiap sudut tempat ini begitu hangat, penuh ...
Mother & Son
Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...
Di Bawah Langit Al-ihya
Meski jarak dan waktu memisahkan, Amri dan Vara tetap dikuatkan cinta dan doa di bawah lan ...
315 Kilometer [end]
Yatra, seorang pegawai kantoran di Surabaya, yang merasa jenuh dengan kehidupan serba hedo ...
Melepasmu Untuk Sementara
Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...
Tentang Kita : Yang Tertulis Untuk Bian
Sepeninggal ayahnya, Bian dihadapkan pada situasi rumit antara uang dan kekasihnya. Di sat ...