Deska

Reads
7K
Votes
1
Parts
27
Vote
Report
Penulis Pale

Kala Kisah Menjadi Cahaya

Waktu selalu menjadi hakim yang adil, meski seringkali terasa kejam. Ia tidak peduli pada keinginan hati, tidak memedulikan siapa yang ingin bertahan atau siapa yang ingin menolak perubahan. Ia hanya berjalan, meninggalkan siapa pun yang enggan melangkah. Dan aku adalah salah satunya orang yang diam-diam masih terikat pada masa itu, pada kenangan yang enggan melepaskan.

Namun, aku mulai sadar bahwa kenangan tidak pernah benar-benar pergi. Ia tetap tinggal, membentuk ruang khusus dalam hati, seperti ukiran yang tidak bisa dihapus sekalipun dipaksa. Dari ruang itu, setiap senyum, setiap tatap, setiap momen sederhana yang pernah terjadi, kembali hadir di benakku, seolah-olah semuanya baru terjadi kemarin.

Aku teringat pada langkah pertamaku di sekolah itu. Bagaimana lorong-lorongnya yang asing perlahan menjadi rumah. Bagaimana wajah-wajah baru yang awalnya hanya nama, berubah menjadi kawan seperjuangan. Dan di antara semua itu, ada satu wajah yang paling melekat, satu kehadiran yang diam-diam menjelma menjadi cahaya di sela penat. Ia tidak pernah melakukan hal besar, tidak pernah memberi tanda istimewa, namun justru dalam kesederhanaan itulah aku menemukan sesuatu yang sulit kulupakan.

Ada momen-momen kecil yang tidak bisa kuceritakan dengan gamblang kepada siapa pun, karena hanya aku yang tahu rasanya. Seperti tatapan mata yang sekilas, tetapi mampu menggetarkan seharian. Atau percakapan ringan tentang hal-hal sepele, yang di mataku terasa seperti dialog penting dalam hidup. Bahkan kebersamaan dalam diam pun bisa meninggalkan bekas yang lebih dalam daripada ribuan kata.

Kini, semua itu hanya tinggal kenangan. Ia sudah pergi, dibawa arus kehidupan yang berbeda. Jarak yang terbentang membuatku tak lagi bisa menjangkaunya. Tetapi, entah mengapa, kepergiannya tidak sepenuhnya berarti kehilangan. Justru setelah ia pergi, aku menyadari kenangan ini berubah menjadi sesuatu yang lebih besar daripada sekadar nostalgia. Ia menjelma menjadi cahaya.

Cahaya itu bukan cahaya terang yang membutakan, melainkan cahaya lembut yang menuntun. Ia hadir bukan untuk memaksaku mengejar sesuatu yang mustahil, melainkan untuk mengajarkanku bahwa rasa pun bisa abadi tanpa harus memiliki. Dalam cahaya kenangan ini, aku belajar tentang menerima, tentang menghargai tanpa syarat, dan tentang mencintai dalam diam yang suci.

Aku menyadari, tidak semua kisah harus berakhir dengan kepemilikan. Ada kisah yang justru menemukan maknanya dalam kehilangan. Ada orang-orang yang hanya datang sebentar, tetapi dampaknya bisa bertahan selamanya. Ia mungkin tidak pernah tahu betapa besar jejak yang ia tinggalkan dalam hidupku, tapi justru di situlah indahnya kisah ini yang murni, tidak pernah dikotori oleh tuntutan atau harapan.

Setiap kali aku mengingatnya kini, tidak ada lagi luka yang menyesakkan. Yang tersisa hanyalah kehangatan, seperti cahaya senja yang pelan-pelan tenggelam di ufuk, memberi warna indah sebelum akhirnya hilang. Senja itu singkat, namun siapa pun tahu bahwa ia selalu meninggalkan keindahan yang pantas dikenang. Begitu juga dirinya dalam hidup singkat, sederhana, namun membekas selamanya.

Kala kisah menjadi cahaya, aku akhirnya mengerti ada hal-hal yang memang ditakdirkan hanya untuk menjadi bagian dari perjalanan, bukan tujuan akhir. Ada rasa yang hadir hanya untuk menguatkan, bukan untuk dimiliki. Dan ada kenangan yang tercipta hanya untuk mengajarkan, bahwa mencintai tidak selalu harus memiliki.

Kini, aku tidak lagi menunggu. Tidak lagi berharap. Yang kulakukan hanyalah melangkah, dengan cahaya kenangan ini sebagai penerang. Ia bukan cahaya yang mengikat, melainkan cahaya yang menuntun. Ia bukan beban, melainkan pelajaran.

Dan mungkin, memang itulah takdir dari perasaan yang tak pernah terucap, ia tidak mati, tidak hilang, tetapi hidup dalam bentuk yang berbeda sebagaicahaya. Cahaya yang tetap tinggal, meski kisahnya telah lama berakhir.


Other Stories
Boneka Sempurna

Bagi Abrian, hidup adalah penjara tanpa jeruji. Selama bertahun-tahun, ia adalah korbam ta ...

Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )

pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...

Harapan Dalam Sisa Senja

Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...

Death Cafe

Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...

Takdir Cinta

Di balik keluarga yang tampak sempurna, tersimpan rahasia pahit: sang suami memilih pria l ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Download Titik & Koma