14. Bye Nel!
Sedari pagi tadi Jo sudah menghindari berbicara dengan Cornel, bahkan Jo sudah teriak-teriak agar Riri cepat-cepat untuk chek in di bandara Changi. Bukan hal yang mudah buat Riri pergi begitu saja. Rasanya ada hati yang tertinggal.
“Ihhh Jo kenapa sih! Teriak-teriak gak jelas.” Riri menggerutu sikap Jo yang tampak tergesa-gesa dan memaksa dirinya cepat-cepat meninggalkan Cornel. Padahal masih ada yang ingin Riri sampaikan dengan Cornel.
“Jo kalau kamu nggak mau sabar lebih baik kamu masuk duluan deh! Aku mau ngomong bentar sama Cornel!” Riri meminta Jo untuk bersabar.
“Terserah kamu deh!” Jo tampak kesal dan jalan memasuki bandara terlebih dahulu. Padahal masih ada cukup waktu untuk chek in.
***
Riri berhadap-hadapan dengan Cornel yang tampak tenang. Kelihatannya saja tenang tapi dalam hati Cornel juga masih ingin meluangkan waktu lama dengan Riri.
Setelah kepergian Azita tidak ada yang bisa merebut hatinya, tapi aneh! Dengan Riri yang baru dikenal karena dirinya menolong saat jatuh semuanya berubah. Riri menghadirkan sosok yang berbeda, sepertinya apa yang terjadi dengan ayahnya mencintai cewek Indonesia juga menimpanya.
Kepolosan dan kecuekan Riri yang saat itu tengah galau juga cara dia bercerita dengan terbuka sepertinya memberikan kepercayaan sepenuhnya membuat Cornel juga merasa nyaman dekat dengan Riri. Sungguh hati Cornel juga tengah berat melepas Riri apalagi harus bersama dengan cowok yang merupakan cinta pertama buat Riri.
Secara tak sadar Cornel juga menjadikan Jo sekarang rival, Cornel tidak mau Riri kecewa kedua kalinya karena Jo memberikan harapan baru. Seharusnya Riri yakin kalau dirinya telah memberikan sepenuh hatinya untuk Riri. Bahkan kedua orang tuanya juga mendukung walau baru kenal sesaat.
“Ri...”
“Nel...”
Bersamaan keduanya memanggil.
“Kamu dulu deh Ri,” Cornel mempersilakan Riri bicara terlebih dahulu.
\"Bye Nel! Terima kasih buat semuanya... kamu adalah salah satu pria terbaik yang aku kenal setelah ... “ Riri terputus melanjutkan kalimatnya.
\"I know setelah Papa that\'s right!\" Cornel memastikan, walau dalam hatinya tahu mungkin saja pendapat hati Riri yang dimaksud adalah Jo. Tapi untuk terakhir kali ini saja Cornel ingin dengar yang terbaik. Bukan pria terbaik setelah Jo tapi pria terbaik setelah papanya.
Riri tersenyum. Ternyata mulutnya tetap mengeluarkan kalimat yang sama kalau papanya adalah yang terbaik, walau prahara membuat mereka sesaat menjauh.
“Tentu Cornel kamu terbaik setelah papaku. Kamu banyak sekali menolongku. Dari aku jatuh ke kolam, menemani aku jalan-jalan dan mendengarkan keluh kesahku, memperkenalkan pada orang tuamu, ehem ciuman pertama dan Nel kamu sungguh-sungguh mencintai aku?” Riri membutuhkan kepastian.
“Hmmm sudah pasti aku mencintai kamu Ri.” Cornel menatap tajam tepat ke arah mata Riri dan Riri merasa seakan runtuh persendiannya. Tapi bimbang di hatinya tetap tak terelakan, sementara dari kejauhan Jo juga tengah menatapnya tajam.
“Nel aku... aku...” Riri tergagap.
“Sudahlah, biar waktu yang nanti bicara sekarang kamu fokus dengan masalah kamu dan papa kamu ya Ri. Bicara hati ke hati dengan papamu, katakan kalau kau tetap sangat menyayangi. Tidak ada ortu yang sempurna. Promise!\" Cornel menasehati Riri sekali lagi untuk memperbaiki hubungan baik dengan papanya.
\"Nel thank you so much,\" cukup lama Riri dan Cornel berpelukan dan wajah Jo semakin masam menunggunya.
***
Satu setengah jam di udara Riri memilih untuk tidur sejenak setelah menyantap makaroni schotel kukus dan orange juice-nya. Sementara Jo mendengarkan lagu-lagu Pure Saturday. Sebenarnya Jo ingin tahu banyak apa saja yang telah terjadi antara Riri dan Cornel. Tapi sepertinya Riri enggan membagi cerita cintanya dengan Cornel yang kilat terhadap Jo.
Hati Jo kadang meradang membayangkan Riri bermesraan dengan Cornel yang tak ragu mengungkapkan segenap perasaannya dalam perilaku terhadap Riri.
Other Stories
Tea Love
Miranda tak ingin melepas kariernya demi full time mother, meski suaminya meminta begitu. ...
Hikayat Cinta
Irna tumbuh dalam keyakinan bahwa cinta adalah sesuatu yang harus ditemukan—pada seseora ...
Cerella Flost
Aku pernah menjadi gadis yang terburuk.Tentu bukan karena parasku yang menjaminku menjadi ...
Cinta Dua Rasa
Aruna merasa memiliki kehidupan yang sempurna setelah dinikahi oleh Saka, seorang arsitek ...
Bangkit Dari Luka
Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...
Pantaskah Aku Mencintainya?
Ika, seorang janda dengan putri pengidap kanker otak, terpaksa jadi kupu-kupu malam demi b ...