Pesan Dari Hati

Reads
3.8K
Votes
0
Parts
19
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

16. One Find Day

Sejak pertemuan di Singapore flyer dan bicara sebuah kebenaran. Jo mulai perhatian kembali dan persahabatan mereka kembali membaik. Bahkan Jo berusaha lebih perhatian lagi pada Riri.
Jujur Riri suka dengan keadaan yang membaik ini, tapi bayangan Cornel tidak kalah dahsyat. Cornel sesekali menelpon, kadang on line di Yahoo Messengger sungguh Riri merindukannya.
\"Aku ini gimana sih ada Jo tapi masih saja hatiku ke Cornel!\" Riri melaras bimbang.
\"Pilih Jo... Cornel... Jo...Cornel aaghhh bingung!\" Riri membanting buku komik Donal Bebek yang ada di tangannya. Andai tokoh dalam buku itu bisa protes pasti Donald Duck dan paman Gober sudah memaki-maki Riri karena jadi pelampiasan kekesalannya.
***
Riri tersenyum besok adalah hari ulang tahunnya, \"Hmm Jo akan kasih hadiah apa ya tahun ini?\"
Riri jadi terusik untuk membuka kembali kotak berbalut Tedy Bear yang telah dikunci dengan pita ungu, masih bertengger di atas almarinya di waktu lalu saat ingin menghapus semua kenangan tentang Jo.
Riri meraihnya dan membuka tutup dengan mengurai pita ungu, semua masih tertata rapi, membuat Riri malah enggan untuk mengambil dan harus menatanya lagi. Kotak kenangan semua pemberian Jo yang Riri simpan agar bisa melupakan Jo setelah jadian dengan Sara.
Gimana khabar Sara putus dengan Jo juga mengusik perasaan Riri tapi sudahlah itu urusan mereka berdua juga pikir Riri ringan tanpa mau terbebani lagi dengan kandasnya hubungan Jo dan Sara seperti yang Jo ceritakan saat di Singapore flyer.
\"Hmmm sudahlah buat apa aku buka lagi,\" Riri menutup kembali tetapi kalung persahabatan yang memuat foto mereka dalam tangkupan hati menggelitik Riri untuk mengambilnya dan menggenggamnya dalam tidurnya.
Tengah malam Riri terbangun suara telpon genggamnya berbunyi dan nama yang dirindukan \"Cornel\"
\"Halo Cornel,\" Riri mendadak segar, rasa kantuk yang baru saja melelapkan dirinya sirna.
\"Happy birthday Riri wish you all the best and healthy, happiness so sucess your study...your live... your hope ...of your your love... Amin\"
Cornel langsung memberondong ucapan ulang tahun sebagai seseorang yang yang pertama kali Riri terima di hari ulang tahunnya ke dua puluh dua.
Riri memandang jam di kamarnya pukul 00.01.
\"Aamiin terima kasih Cornel jam dua belas lebih satu menit! How comes! Kamu sengaja tidak tidur untuk ngucapin selamat Nell?\" Riri tergugup.
Aku sengaja menunggu pas pukul 24.00 agar jadi orang yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun buat kamu, ok selamat tidur lagi ya Ri teruskan mimpimu good night!
\"Good night Cornel.\"
Dan Riri tersenyum kembali mengingat pelariannya ke negeri singa ditemanin sang lifeguard tampan, yang tidak bisa dipungkiri sekarang tetap mendominasi hatinya.
***
Jo baru menelponnya pagi-pagi setelah ada ucapan beruntun dapi papa, mama dan Rara. \"Riri happy birth day ya, semoga apa yang jadi harapan dalam doa kamu terkabul.\" Dari seberang telepon genggamnya Jo mengucapkan penuh semangat.
\"Iya Jo makasih ya.\"
Hening sejenak di 22 tahun usianya, Riri meresapi apa yang terjadi.
Tiba-tiba Jo yang masih menelepon, \"Ri maaf hari ini aku harus mengantar mama ke Yogyakarta jadi maaf kita tidak bisa makan bersama. Walau sebenarnya aku ingin sekali bisa seperti waktu lalu merayakan ulang tahun bersama, tapi mama harus ke Yogya karena eyang putriku ingin ketemu.\"
Sebenarnya Riri sedikit kecewa karena banyak hal yang ingin dibicarakan tentang hubungan mereka. Harus ada kepastian yang diambil juga meskipun ada kebingungan, apakah tetap menerima cinta tertunda Jo atau malah mencoba cinta lain yang ditawarkan oleh Cornel.
Riri terdiam sesaat memejamkan matanya. Wajah Jo dan Cornel silih berganti singgah membayangi pikiran dan mengusik hatinya.
Riri mencari kata dalam hatinya, mencari suatu pembenaran akan rasa yang ada.
\"Iya Jo, tenang saja aku ngerti pasti sangat penting urusan mama kamu dan eyang putri. By the way pesawat jam berapa ke Yogyanya ?\"
\"Sore Ri dan ini banyak oleh-oleh titipan yang harus aku beli,\" jawab Jo yang tidak menyadari kalau Riri mencoba mencari celah waktu, adakah sedikit waktu untuk dirinya sebentar saja sekedar makan dengan Jo.
Nyatanya Jo memang tidak ada waktu untuk dirinya lagi bahkan sekarang walau Jo mengatakan hubungan mereka berubah tidak lagi sekedar sahabat tapi kekasih Jo sepertinya hanya sambil lalu saja.
Tidak bisa diingkari sejak Jo memutuskan berpacaran dengan Sara, Riri banyak belajar menguasai hatinya untuk rasa toleransi.
Dan rasa itu Riri jaga walau Jo sudah mengatakan dia mencintainya dan ingin dirinya kembali sepenuhnya pada dirinya karena sudah putus dengan Sara. Yang ada hatinya tidak mantap untuk langsung menerima Jo dan memutuskan Cornel.
Nyatanya rasa itu menjadi aneh, bila Riri harus kembali pada Jo bahkan Riri merasa ada keterpaksaan, apakah karena hatinya sebagian terjali dengan kehadiran Cornel?
\"Ah sudahlah ini adalah hari terbaik dan pasti akan jadi yang terbaik dalam umurku yang ke 22... it\'s my fine day...” Bisik hati Riri menghibur resah hatinya antara Jo dan Cornel.
Ucapan selamat bertubi-tubi datang tidak hanya dari papa, mama, Rara dan sahabat-sahabatnya. Tapi teman-teman lama yang masih terhubung dengan sosmed juga menyempatkan memberi ucapan selamat.
***
Kehadiran Cornel membuka warna baru dalam hidupnya. Sosok Jo tersaingi dengan kehadiran Cornel, menyadarkan hidup selalu berwarna.
Di hari baiknya sepertinya tidak ada yang lebih membahagiakan lagi mengamini setiap doa-doa terbaik orang-orang yang menyayangi dirinya.
Doa yang mengalir deras di hari ini. Riri sangat bersyukur dalam kesehariannya yang biasa, tidak terlalu banyak gaul tapi cukup menjaga dengan sahabat yang dipunya nyatanya semua mengingatnya dalam hari special-nya. Doa-doa dari mereka itulah yang membawa semangat untuk menjalankan kehidupan lebih bijaksana.

Other Stories
Cinta Bukan Ramalan Bintang

Valen sadar Narian tidak pernah menganggap dirinya lebih selain sahabat, setahun kedekat ...

Seoul Harem

Raka Aditya, pemuda tangguh dari Indonesia, memimpin keluarganya memulai hidup baru di gem ...

Dream Analyst

Frisky, si “Dream Analyst”, bersama teman-temannya mengalami serangkaian kejadian meny ...

Blek Metal

Cerita ini telah pindah lapak. ...

Osaka Meet You

Buat Nara, mama adalah segalanya.Sebagai anak tunggal, dirinya dekat dengan mama dibanding ...

Melinda Dan Dunianya Yang Hilang

Melinda seorang gadis biasa menjalani hari-hari seperti biasa, hingga pada suatu saat ia b ...

Download Titik & Koma