11. Where Are You?
Sudah lewat dua bulan, Icang hanya menghubungi Nastiti lewat SMS, WA chatting dan sesekali telepon.
WA Message Icang :
Nasti maaf aku sedang sibuk banget, banyak kerjaan di RS
WA Message Nasti :
Iya susah punya teman baik yang jadi dokter ganteng dan tangan dingin
WA Message Icang :
Status masih teman baik ya …
WA Message Nasti :
Hmmm iya…
WA Message Icang :
Bram masih suka menghubungi kamu?
WA Message Nasti :
Every day, every hour and every times, dia selalu memohon-mohon bertemu dan aku kembali dengannya. Beberapa keperluan pernikahan sudah aku cancel.
WA Message Icang :
Kamu tidak memberi kesempatan buat Bram? Bagaimana kalau dia benar-benar dijebak dan telah berubah?
WA Message Nasti :
Aku tidak yakin, hatiku tidak ada ke arah situ Icang…
WA Message Icang :
Hatimu sekarang di mana Nastiti Sayang?
WA Message Nasti :
Entahlah
WA Message Icang :
Adakah space untukku ?
WA Message Nasti :
Mungkin… aku tak tahu… I am stil hurting…
WA Message Icang :
I know… but I always hope… goodbye
WA Message Nasti :
Daghh… nice work…
Selalu ada komunikasi manis yang membuat Nasti berharap badai segera benar-benar berlalu. Setiap hari Bram masih saja menghantuinya. Bram tidak ada pantang menyerah.
Mengejarnya dan membuat Nasti merasa tidak tenang. Mengirim dirinya dengan bunga-bunga mahal ke kantor dan berbagai macam kue. Semua hanya berakhir pada teman-teman kantornya yang dengan senang hati menghabiskan semua makanan hasil kiriman Bram.
Bunga-bunga juga dibawa teman-teman wanitanya yang rata-rata sudah berumah tangga.
“Makasiih Non, bunga lily-nya Bunda bawa pulang saja ya daripada kamu buang di tempat sampah… sayang mahal kok…” kata Bunda Leni yang duduk berseberangan.
“Mbak Nasti ini benar roti tartnya di bagi-bagi ke OB saja?” kata Naning, Office Girl kantor yang biasa disuruh potong-potong dan membagikan.
“Iya bagiin aja, terserah Naning mau ngebagiinnya asal adil ya…”
Tak satupun pertanyaan Bram lewat SMS dibalas, WA dia juga Nastiti chat clear dan telepon jangan harap diangkat. Satu-satunya Bram hanya bisa info lewat SMS.
Terakhir-terakhir Nastiti hanya diinfo Naon kalau Bram suka mabuk-mabukan. Dia stress karena Saron mulai meneror terus bahkan telat datang bulan sudah dua minggu. Ada kemungkinan hamil dan yang harus bertanggung jawab Bram.
“Nasti tapi Bram menolak mentah-mentah bertanggung jawab atas anak yang sepertinya di kandung Saron,” Naon bercerita kondisi Bram yang diteror Saron.
“Saron hamil?” Nasti terperangah.
Ternyata bicara dengan hatinya yang menolak kembali pada Bram terjawab sekarang. Saron hamil dan tengah menuntut tanggung jawab terhadap Bram.
Mendengar kabar kehamilan Saron, yang ada dalam Nastiti rasa campur aduk yang tidak bisa diterjemahkan. Marah, kesal, kasihan juga pengkhianatan menjadi satu.
WA Message Nasti :
Icang… sibuk?
BB Message Icang :
Biasalah, kenapa Nasti?
WA Message Nasti :
Icang, selingkuhan Bram hamil
WA Message Icang :
Oh…perasaan kamu?
WA Message Nasti :
Gado-gado Icang…kamu nggak main ke rumah?
WA Message Icang :
Ingin Nasti, tapi aku lagi mempersiapkan presentasi untuk seminar di Medan. Minggu depan aku ke Medan sekalian tengokin ompung boru.
WA Message Nasti :
Ke Medan, aku juga dapat tugas ke sana, ada sosialisasi sistem
WA Message Icang :
Oh ya, kamu ngada-ngada kali karena kangen aku
WA Message Nasti :
Eh nih surat tugasnya (sent picture letter)
WA Message Icang :
Wow, keren… aku akan antar kamu jalan-jalan, Sabtu Minggu nggak kerja kan? Aku akan jadi guide kamu untuk menjelajah Tanah Karo.
WA Message Nasti :
Beneran Icang? Mauuuuuuuu … aku pingin banget lihat Danau Toba
BB Message Icang :
Siap nanti aku akan jadi guide yang paling cerewet! Itu tanah jelajahanku.
BB Message Nasti :
Yah setidaknya aku melarikan diri dari persoalaan pernikahan aku yang batal, masalah Bram yang dituntut tanggung jawab… sejenak menjadi pelarian
BB Message Icang :
Siap Tuan Putri, aku siap jadi pengawal putri yang tengah ngabur dari pangerannya
BB Message Nasti :
Hahaha kamu nih… kaya HC Andersen aja… ok cu next week on Medan
BB Message Icang :
Ok Nasti… take care… keep contact…
Other Stories
Egler
Anton mengempaskan tas ke atas kasur. Ia melirik jarum pendek jam dinding yang berada di ...
Desviar : Libur Dari Kata-kata
Dua penulis yang berniat berlibur justru terjebak dalam kolaborasi tak disengaja ketika ke ...
Percobaan
percobaan ...
Kuntilanak Gaul
Rasa cemburu membuat Lydia benci kepada Reisha. Dia tidak bisa terima saat Edward, cowok y ...
Tenda Dan Hujan Bercerita
Perjalanan liburan kali ini, terasa lebih istimewa baginya. Selain bahagia berkumpul bers ...
Berkemah, Jangan Berlemah!
Dinda, Skye, dan Sally semangat untuk sebuah liburan seru untuk berkemah. Namun dengan Sta ...