Pra Wedding Escape

Reads
3.8K
Votes
0
Parts
20
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

14. About Luna

Nastiti tampak terlelap, sebentar lagi memasuki Kota Medan. Pikiran Icang melayang enam tahun lalu tentang Luna yang terkapar dengan pil-pil tidurnya.
Peristiwa itu sungguh membuat dirinya ketakutan, apa yang akan terjadi bila Luna tidak tertolong sementara selama ini bapak omaknya benar-benar meminta dirinya untuk menjaga Luna layaknya adik.
Rasa hanya sebatas adik membuat Icang tidak terlalu care, karena nyatanya dia masih sulit sekali menghilangkan bayang-bayang Nastiti.
Luna tengah menghadapi masa kritis, sungguh itu menjadi waktu yang sulit karena terbelit rasa serba salah. Bagaimanapun Icang tidak pernah menginginkan Luna tersakiti karena dirinya.
Sebelumnya Icang sempat membaca buku diary-nya yang dia tulis lama dan sehari sebelum kenekatan melakukan bunuh diri.
Luna’s Diary
Setahun mencoba mengenal sosok lain dari seorang lelaki ternyata hatiku masih saja berharap pada dia yang telah tumbuh bersama hari-hari masa kecilku.
Terpisah tiga tahun nyatanya tidak membuat hatiku berubah untuk tetap mendambakannya. Banyak cerita masa kecil yang telah aku simpan rapi dalam tumpukan buku harianku, hmmm mungkin suatu saat akan aku tunjukkan buku-buku itu padanya agar dia sadar untuk apa dia mengejar cinta yang salah karena cinta sejatinya sudah ada untuk mudah digapai.
Cinta sejati? Atau mungkin harapan aku tersisa saat kamu belum benar-benar berkata, \"Aku akan mencarinya dan mendapatkan cinta Nastiti Prameswari!\" Ah betapa nama indah itu menjadi mimpi buruk kemudian mendatangi dalam lelapku setiap malam.
Pupus sudah harapanku untuk menempati ruang hatimu. Ruang hatimu penuh sesak dengan label nama Nastiti, tak ada sedikit ruang tersisa untuk nama Luna.
Aku terlalu sedih...
***
Di lain hari, Roy datang dengan harapan mencinta, kubisa merasakan perbedaan dicintai dan mencintai. Roy membuat aku melambung karena dicintai dan aku tidak perlu lelah memohon-mohon untuk rasa ini sementara bersamamu aku merasa lelah penuh penantian dan berujung kekecewaan.
Kamu tidak pernah tahu rasa ini Icang! Karena yang kutahu sebesar apa penolakan Nastiti terhadap dirimu nyatanya kamu tetap mengejar cintanya. Aku sedih sekali, tapi sudahlah, Roy mengambil alih semuanya. Rasanya lebih nyaman dicintai daripada harus mencintai terus-terusan.
Roy Saputera adalah takdirku dan Faisal Lubis adalah masa lalu yang tak akan pernah terungkap selamanya.
Icang tersirap, rasa salah merambati hatinya. Luna sahabat kecilnya telah menaruh harapan yang besar pada dirinya. Sementara dirinya tidak merasa semua ke arah itu, yang ada hanya rasa tanggung jawab untuk selalu melindungi tanpa harus mencintai karena kedua orang tua mereka saling bersahabat.
***
Masih banyak halaman, sepertinya Luna selalu menulis rasa hatinya pada diary, sampai berbuku-buku diary-nya tertata rapi di rak kaca terkunci.
Icang memutuskan terus membaca…
Sepertinya aku mau mati saja! Roy ternyata tidak lebih dari seorang pecundang! Seminggu sudah dari perselingkuhannya dengan Nania sahabatku. Dua orang yang sama aku sayangi berkonspirasi dan membuat aku sekarat.
Biarlah semua tahu kalau hatiku besi yang akhirnya juga berkarat dan rapuh.
Icang tersadar, memang Luna ingin melakukan bunuh diri, lari dari masalahnya. Saat itu yang ada rasa salah karena setengah tahun ini hanya beberapa kali saja mereka saling menyapa.
Icang, entahlah merasa tidak perlu tahu banyak perkembangan sahabat kecilnya setelah tahu dia sudah menemukan teman dekatnya. Icang juga tidak merasa kehilangan, cemburu ataupun senang. Semuanya biasa saja dan seperti hatinya yang tidak pernah bisa berlompatan saat dengan Nastiti.
Berkali Icang meyakinkan hatinya kalau memang Luna adalah seseorang yang hadir sebagai adik dan dia masih punya tempat di hatinya walau Nastiti mendominasi. Apapun masalah Luna, Icang ingin tetap memperhatikannya walau mungkin Luna tidak bisa terima kalau tahu apa yang sesungguhnya dirasakan.
Wanita yang tengah tergolek sekarang memang tampak kurus dari terakhir Icang ketemu. Bapak dan omak Luna di luar dan boleh merasa tenang karena masa kritis terlewati.
\"Maafkan aku Luna, aku tidak tahu kamu mencintaiku...\"
Luna membuka matanya, melihat Icang orang pertama yang dipandangnya membuat wajahnya tersenyum.
Sekarang Icang tahu makna senyumnya, Luna tidak pernah tahu kalau dirinya membaca buku hariannya.
Icang mendekatkan diri dan menggengam tangannya untuk memberikan kekuatan, menyiratkan kamu tidak sendirian Luna, ada aku yang selalu siap berbagi.
Nyatanya sejak kejadian itu Icang lebih care akan Luna, semua dilakukan agar sahabat kecilnya kembali ceria dan melupakan kisah cintanya yang kandas. Walaupun sebesar apapun usaha Icang mengubah hatinya untuk berubah dari rasa sayang menjadi cinta tetap sulit.
Hingga perjodohan seakan menyudutkan dirinya. Omaknya sungguh ingin Icang menikah dengan Luna yang merupakan putri tunggal sahabat baiknya.
“Luna itu sudah Omak anggap kaya anak sendiri juga Icang, dia cantik, dari keluarga terpandang, pintar dan baik. Kurang apa lagi? Sama-sama kita dari daerah yang sama kamu tidak perlu banyak adaptasi lagi,” terngiang keinginan omaknya.
“Tapi Omak, ini masalah hati yang tidak bisa disangkutpautkan dengan kesamaan asal, kekayaan, kemapanan orang tua… Icang sudah menjatuhkan pilihan hanya pada Nastiti,” bela Icang.
“Aduuh, Omak itu kasihan sama kamu, Nastiti… Nastiti terus yang ada di benakmu. Anaknya saja nggak peduli kok kamu ya aneh-aneh! Luna itu sudah suka dari kalian kecil hanya saja tiga tahun terpisah. Kalau kalian tidak jodoh kenapa bisa masuk ke perguruan tinggi yang sama dan sulit. Kalian dipertemukan kembali, itu tanda kalau kalian itu jodoh!”
“Icang sayang dengan Luna sebatas adik, Omak…” Icang tetap bersikeras mempertahankan pilihan yang dia sendiri tidak yakin apakah gadis yang diperjuangkan merasa atau tidak. Bahkan sebaliknya telah menemukan pria yang menurut dia adalah idaman. Icang melara hati sendiri bila mengingat sorot kebencian dalam mata Nastiti waktu lalu.
“Sudah bertahun-tahun juga Icang kenapa sih kamu tidak bisa melupakan gadis judes itu, Omak prihatin dengan kamu yang tidak bisa menerima gadis lain. Omak berharap Luna bisa jadi teman hidup kamu. Dia gadis sederhana dan tidak macam-macam.”
***
Dan waktu biarkan berlalu….
“Begitu cinta yang mendalam, sesuatu yang kelihatannya naif bagi sebagian orang, yang merasa bila sesuatu memang sulit dijangkau untuk apa dipertahankan. Nyatanya hati manusia adalah misteri, begitu juga cinta yang mendatangi hatinya. Ada yang akhirnya mengabaikan dan ada yang menyimpannya terus dan cinta tumbuh dengan liar dan bersemi hingga saatnya.”
Luna semakin pulih, kunjungan intensif Icang lah obat penyembuh utama. Sejak mata terbuka dari kritis dan Icang ada di hadapannya dengan senyum yang hangat. Senyum yang selalu dirindu melebihi Roy yang telah setahun memenuhi hatinya walau akhirnya menghempaskannya tanpa sisa.
Genggaman tangan Icang, belaian dan segenap perhatian yang tercurah membuat Luna memastikan kalau Icang telah berubah. Tidak ada lagi gadis yang menghalangi cintanya buat dirinya.
Luna yakin kalau cinta Icang telah pupus oleh waktu yang membakar, demikian juga rasa cinta dirinya terhadap Roy yang pupus dalam sekejap ketika mengetahui perselingkuhannya dengan Nania. Sekejap saja menghapus rasa cinta terhadap Roy tapi bertahun-bertahun berlari dari bayangan Icang tak mampu menghilangkan rasa cinta yang mengakar dari kecil.
***
Luna semakin mantap untuk memperjuangkan Icang, apalagi kedua orang tua mereka telah sepakat untuk berbesan. Menunggu Icang selesai kuliah kedokteran, koas dan menjadi dokter di salah satu instansi sementara Luna juga sudah mantap dengan pilihan pekerjaannya.
Icang tetap menjaga hubungan dengan Luna sewajarnya, tetap sulit baginya berperilaku sebagai seorang kekasih. Hatinya terasa aneh saat Luna mencoba bermanja-manja seperti kekasihnya. Hatinya tidak bergetar sedikitpun.
Pernah di suatu malam mereka terjebak dalam kemacetan karena selepas ke resepsi salah satu teman mereka yang menikah di bilangan Setia Budi, Medan. Kedua orang tua Luna sudah mengizinkan untuk bermalam di rumahnya.
Malam sangat larut, tapi rasa cape membuat dirinya dan Luna sulit beristirahat. Di ruang tamu hening Luna masih menyandarkan tubuhnya di dada bidang Icang dan mencoba menatap lekat Icang.
Tapi hatinya harus kecewa, \"Luna sudah terlalu larut, aku istirahat dulu ya… sampai besok.”
Dengan lembut Icang berusaha berdiri dan melepaskan tubuh Luna yang tengah bersandar.
Dan malam itu Luna menangis, dia tahu kalau memang cinta tidak bisa hadir di antara mereka. Tepatnya Icang, sementara dirinya sepenuhnya siap hanya untuk lelaki itu.
Tapi keegoisan hati menahan dirinya untuk berlalu dan menolak semua rencana perjodohan bapak dan omaknya. Hatinya terlalu ingin memiliki Icang dan membuktikan pada gadis yang bernama Nastiti kalau dia terkalahkan oleh dirinya. Kebencian semakin mendalam karena Icang tidak bisa mencintainya dan alasannya adalah Nastiti. Selalu Nastiti dan hanya ada dia di hati dan kepala Icang, sangat menyebalkan dan menyakitkan.
Calon ibu mertuanya selalu mendukung dan meyakinkan bahwa cinta tak terbalas akan larut seiring waktu. Dirinya hanya diminta bersabar.
“Begitu lama aku mencoba dan sampai kini tak berdaya… oh rasa cinta bersabarlah menantinya… walau tak kupunya tapi kupercaya cinta itu indah… walau tak terlihat tapi kupercaya cinta itu indah… oh rasa cinta bersabarlah menantinya…” (Letto)
Tanpa kata pasti, tanpa kejelasan dan biarkan waktu berjalan mengikuti cerita dan takdirnya. Icang tetap bersikukuh atas cinta yang tidak pernah pasti, demikian juga Luna menunggu cinta yang selalu diharapkan walau cinta tak kunjung datang.

Other Stories
Melepasmu Dalam Senja

Cinta pertama yang melukis warna Namun, mengapa ada warna-warna kelabu yang mengikuti? M ...

Cinta Dibalik Rasa

Cukup lama menunggu, akhirnya pramusaji kekar itu datang mengantar kopi pesananku tadi. A ...

Kenangan Yang Sulit Di Ulang Kembali

menceritakan hidup seorang Murid SMK yang setelah lulus dia mendapatkan kehampaan namun di ...

Susan Ngesot

Reni yang akrab dipanggil Susan oleh teman-teman onlinenya tewas akibat sumpah serapah Nat ...

Dream Analyst

Dream Analyst. Begitu teman-temannya menyebut dirinya. Frisky dapat menganalisa mimpi sese ...

Mewarnai Bawah Laut

ini adalah buku mewarnai murah dan meriah untuk anak kelas 4 sd ...

Download Titik & Koma