Prolog
Tadinya aku tidak terlalu memercayai akan cinta yang tidak rasional, apalagi ketika sebuah usia perkawinan sudah melewati masa lima tahun yang dianggapnya kritis karena melewati masa ini kita sudah dianggap bisa memahami pasangan kita sepenuhnya.
Ah ternyata itu salah! Cinta sesuatu yang absurd dan selamanya absurd saat aku harus memahami dan menempatkan hatiku sebagai Tiara, sahabatku yang memercayakan diriku sebagai tumpahan kesalahan dalam perkawinannya.
Walau akhirnya juga Tiara memilih melupakan aku karena untuk melupakan semua apa yang telah sempat dia curahkan padaku. Aku sangat bisa mengerti dan yang tersisa adalah cinta tetap sesuatu yang absurd. Karena cinta, kebahagiaan, dan kesedihan silih datang mewarnai langkah hidup kita.
Cinta membuat kita menjadi sesuatu yang sangat berharga bagai berlian, tapi tiba-tiba membuat kita seperti seonggok sampah tanpa perasaan.
Dan kisah Tiara semakin meyakinkan aku cinta absolutely absurd! Tidak irasional dan menghampiri setiap hati tanpa memilih gender, pendidikan, status, kaya dan miskin, pintar, dan bodoh.
Siapa pun dia bisa terjebak dalam ‘cinta’ yang menggiringnya dalam hidup yang bisa mengaduk-aduk hati karena sebuah khilaf dalam awal cinta yang salah. Dan cinta pun bisa mengubah sifat sesorang yang terluka karena pengkhianatan cinta.
Sebuah proses yang butuh waktu untuk kembali menata hati yang hancur berkeping-keping saat pasangan yang sama-sama terluka.
Cinta jugalah yang menyembuhkan dan menyempurnakan kembali menjadi pasangan yang memilih untuk bertahan bersama setelah prahara.
Sayang sekali ujian cinta terkadang tidak berhenti begitu saja setelah bisa melewati prahara dengan kebersamaan. Ada pihak yang mengusik kembali dan sekali lagi menguji seberapa kuat sepasang suami istri ini bisa bertahan untuk kedua kalinya mempertahankan apa yang mereka yakini. Karena pada akhirnya alasan masih ada sekeping cinta yang sama mereka punya.
Dan Tiara, di mana pun kamu sekarang, aku sangat paham bila kau memilih melupakan aku setelah prahara yang membuat kamu sebagai seonggok sampah. “Istri tanpa harga!” saat kau menangis dalam pelukanku. Lupakan aku juga bila memang ini membuat kamu bisa menghapus semua kenangan yang membuat lara.
Ah, kembali cinta tetap hal absurd dalam benakku...
Other Stories
Setinggi Awan
Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...
Hellend ( Noni Belanda )
Sudah sering Pak Kasman bermimpi tentang hantu perempuan bergaun zaman kolonial yang terus ...
Keikhlasan Cinta
6 tahun Hasrul pergi dari keluarganya, setelah dia kembali dia dipertemukan kembali dengan ...
Harapan Dalam Sisa Senja
Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...
Menjelang Siang
Swastika, yang merasa lelah dengan permasalahan di kampus, memutuskan untuk berkungjung ke ...
Harapan Dalam Sisa Senja
Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...