22. Lonely In The Twilight
Naura merasa begitu lelah, hari ini ada tambahan jam latihan piano karena akan konser bulan depan.
Pulang kerumah tampak senyap, sejak tidak ada Naila dan Ibu Ratna rumah menjadi sangat sepi.
"Ah sepinya rumah ini. Aku juga tidak ada teman berbagi teh lagi,” Naura duduk di teras menyesap teh buatan Bibi Manisa dalam mug kesayangan dirinya dan Naila.
Tiba-tiba ada seorang pemuda datang dan membawa amplop besar tampaknya seperti kurir.
"Pos buat Mbak Naura?" sapanya.
Naura bangkit dan menanda tangani sebuah tanda terima.
Naura penasaran selama ini dia jarang menerima kiriman paket. Saat dibuka ternyata foto Arjuna dan Naila tampak sangat mesra. Mereka tengah memakai seragam pencak silat dan tampak Arjuna merangkul mesra Naila. Foto yang lain tampak Naila tengah memandang sambil tersenyum dari samping wajah Arjuna.
Ada sepucuk surat yang singkat tapi membuat Naura bergetar.
Dear Naura malang….
Kamu adalah saudara yang tidak peka, Naila sangat mencintai Arjuna walau kamu coba menjodohkan dengan Fabian nyatanya hatinyapun tidak pernah berubah.
Dia pura-pura menyukai Fabian demi kamu anak manja! Kamu selalu mau menang sendiri! Kamu tidak sadar dari kecil Naila sudah banyak sekali mengalah! Dasar anak manja! Tidak berperasaan.
Jika sekarang Arjunapun tidak berusaha menemui kamu itu karena dia kembali pada hati yang memang tersedia untuknya. Dan itu hati Naila!
Jangan pernah jadi pecundang Naura! Cinta kamu bukan Arjuna! Cobalah buka mata! Sekarang aku berani jamin Naila dan Arjuna tengah bersama dan berbahagia.
Mulailah berpikir untuk tidak mengejar cinta Arjuna karena Arjunapun tidak berusaha untuk membuat hubungan kalian seperti seorang kekasih.
Sudahlah biarkan Arjuna dan Naila berbahagia, kamu bisa melihat sendirikan dua foto itu tampak mereka sekarang sudah bahagia. Bahagia yang sebenarnya ....
Lupakan Arjuna dan temukan cinta sejatimu Naura! Jangan mengganggu Naila dan Arjuna lagi! Biarkan mereka bahagia.
Dari
Sesorang yang menyayangimu
***
Naura terhenyak ternyata selama ini dia telah merebut kebahagiaan saudaranya. Naila tetap tidak bisa melupakan Arjuna walau Fabian di sampingnya. Naila hanya pura-pura menyukai Fabian demi dirinya.
Naura sadar selama ini dia memang selalu menuntut Naila harus menuruti semua kemauannya. Tanpa sadar air matanya meleleh ternyata Naila hanya berpura-pura menyukai Fabian tapi hatinya masih tetap untuk Arjuna.
Betapa tersiksanya Naila selama double date yang beberapa kali mereka lakukan kalau surat ini benar adanya.
Arjuna juga mengapa semakin menjauh semenjak mama melarang bertemu dengan Arjuna, bukan sebaliknya tetap mencoba mempertahankan cinta mereka.
Naura sekarang merasa sebagai seorang pecundang, lengkap sudah penderitaannya dengan dua foto bukti kemesraan Naila dan Arjuna juga sepucuk surat yang sangat jujur mengkritiknya.
Other Stories
Rumah Nenek
Liburan memang menyenangkan. Piyan, yang berumur 9 tahun. Hanya mengerti, liburan itu adal ...
Lydia
Di usianya yang menginjak tiga puluh satu tahun, Lydia merasa waktu berjalan terlalu cepat ...
Sang Maestro
Mari kita sambut seorang pelukis jenius kita. Seorang perempuan yang cantik, kaya dan berb ...
Desviar : Libur Dari Kata-kata
Dua penulis yang berniat berlibur justru terjebak dalam kolaborasi tak disengaja ketika ke ...
Di Luar Rencana
Hening yang tidak akur dengan Endaru, putrinya, harus pulang ke kampung halaman karena Ibu ...
I See Your Monster, I See Your Pain
Aku punya segalanya. Kekuasaan, harta, nama besar. Tapi di balik itu, ada monster yang sel ...