1. Meet Great Evening Campus Anniversary
“Tres, sudah siap semua konsumsi untuk para peserta pengisi acara?” Wisnu, ketua Event Campus Anniversary ke 20 tahun mengingatkan Tresa yang dipercaya sebagai seksi konsumsi.
“Sudah Mas Wis, kenapa memang?” Tresa balik bertanya.
“Hemmm iya soalnya kita mengundang band dan kebanyakan band tamu dari luar kampus, nggak enak aja kalau penyajian kita mengecewakan. Bahkan makan minum mereka sampai terlantar, nanti kalau kita mengadakan acara-acara lagi mereka kapok deh diundang,” Wisnu sebagai ketua event ulang tahun kampus sekaligus ketua Koperasi Mahasiswa Universitas Pembangunan Negara menerangkan dengan bijak.
“Ok, siap Bos… semua ter-handle dengan baik!” kata Tresa mengembangkan senyum manisnya, membuat Wisnu bergetar tidak karuan.
Tanpa sepengetahuan Tresa, ketua Kopma periode tahun ini menyukai sejak pertama kali perekrutan anak semester tiga yang baru bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiwa Koperasi Mahasiswa.
Tresa yang sudah bergabung tiga bulan ini selalu menimbulkan getaran-getaran yang seperti dirasakan saat jatuh hati pada sosok Lola di masa lalu. Entah kenapa setiap menatap Tresa, Lola pun selalu menghantuinya. Ada rasa bersalah terselip di hati Wisnu yang disebabkan apakah karena putus dengan Lola? Dan sekarang dirinya juga tengah dikejar-kejar Nindita yang sangat agresif.
***
Meet Great Evening yang menjadi acara pamungkas dari serangkaian ulang tahun kampus Pembangunan Negara ramai didatangi mahasiswa berbagai jurusan dari Universitas Pembangunan Negara dan juga mahasiswa dari luar kampus.
Seleksi untuk mengisi acara malam ini juga lumayan ketat dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Musik, jadi pastilah banyak penonton dari universitas-universitas yang lolos audisi band-nya ingin menyaksikan penampilan teman-teman band yang dianggap mewakili almamater universitas mereka.
Dan pelaksanaan acara penutup ulang tahun tahun ini dikerahkan anak-anak dari UKM Kopma yang tentu saja dibantu dengan anak-anak dari UKM lain, seperti Musik, Seni Tari, Mapala (Mahasiswa Pencita Alam) dan Resimen Mahasiswa yang banyak membantu keamanan, bahkan UKM Palang Merah Indonesia yang standby kalau ada yang membutuhkan pengobatan di posko.
Acara berjalan teratur dan tertib, anak-anak band yang notabene kadang tidak sopan, nyatanya semua tertib mengikuti semua aturan yang ditetapkan.
Anak-anak band yang akan tampil berkumpul di sayap kanan auditorium untuk menanti giliran mereka menampilkan performance mereka.
“Suittt siuittttt… Aksann! Aksann!” suara yel yel hingar bingar di pelataran luar gedung auditorium. Tidak hanya cewek yang histeris tapi juga cowok-cowok yang menggemari penampilan band berlabel Zeus ternyata sangat menarik perhatian.
***
Sambil melihat penampilan Aksan, Wisnu tiba-tiba mendekati Tresa.
“Aih bengong! Cakep ya vokalisnya, sampai melongo gitu!”
“Ihh Mas Wisnu, ini tokh band yang sering dibicarakan Niken temen kostanku yang suka nge-band.”
“Iya kita harus bangga karena mereka band andalan kampus kita, makanya lihat paling banyak suporter-nya.Udah keren dan manggung di kandang sendiri. Eh kok jadi bengong sih Tres? Kenapa? Keren banget ya suaranya? Atau wajahnya Aksan yang ganteng?” Wisnu juga menikmati lagu Hotel California-nya The Eagles yang tengah dinyanyikan Aksan.
Tanpa sepengetahuan Wisnu dan ditambah suasana yang remang-remang, wajah Tresa merona merah. Memang Aksan sang vokalis selain suaranya keren, wajahnya mampu menyihir kaum hawa yang sekarang tengah mengikuti lagu yang dinyanyikan.
Tanpa sadar berdua mengikuti lagu yang tengah dinyanyikan Aksan, “Welcome to the hotel California such a lovely place such a lovely face there is plenty of room at the hotel California… any time of year… you can find it here.”
“Kereen banget! Suit suiiit!” suara kekaguman penonton terdengar di keriuhan penampilan Band Zeus yang memikat. Tresa ikut bertepuk tangan meriah dan bersuit-suit dengan suara saja karena memang tidak bisa bersuit-suit sesungguhnya.
Wisnu memandang lekat Tresa yang juga menikmati penampilan Aksan, ingin sekali menggenggam tangan Tresa. Wisnu ingat bagaimana Tresa juga pontang-panting mengurus acara ulang tahun ini. Belajar dengan Nindita yang sebenarnya sangat membencinya. Tapi Nindita terpaksa harus mau berbagi ilmu dengan Tresa sebagai pengurus baru ini.
Tapi pastinya keterbukaan senja lalu menyadarkan Wisnu pada sebuah janji dan konsekuensi. Betapa Wisnu ingin meraih hati Tresa untuknya, tapi gadis kalem manis ini menolaknya halus dan hanya menganggap dirinya kakak.
Dan sebuah konsekuensi juga atau tepatnya janji pada Nindita yang akan bersikap baik walau dengan terpaksa kepada Tresa yang dari awal dianggap rivalnya dalam merebut hatinya.
Demi Tresa, Wisnu mau belajar berkompromi dengan Nindita yang membuatnya mual dengan pengejaran Nindita yang tanpa menyerah. Juga rasa melindungi Tresa dari kenekatan Nindita yang suka mencelakai cewek-cewek yang dianggap menghalangi hasrat hatinya.
Other Stories
Ada Apa Dengan Rasi
Saking seringnya melihat dan mendengar kedua orang tuanya bertengkar, membuat Rasi, gadis ...
Conclusion
Liburan Dara ke kota Sapporo di Hokkaido Jepang membawanya pada hal yang tak terduga. Masa ...
The Fault
Sebuah pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan. Sebuah awalan selalu memiliki akhiran. ...
Mother & Son
Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...
Dari Kampus Ke Kehidupan: Sebuah Memoar Akademik
Kisah ini merekam perjuangan, kegagalan, dan doa yang tak pernah padam. Dari ruang kuliah ...
Melepasmu Untuk Sementara
Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...