Sinopsis
Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu.
Seperti halnya aku, tahun 2012 lalu sebelum sukses jadi penulis aku
menetapkan 5 tujuan di buku diary.
Yang salah satu tujuanku berbunyi, “Biar bisa menyempurnakan agama
bersama orang yang paling kucintai dalam hidup.”
Bukan hanya menetapkan tujuan saja, aku sempat menyiapkan konsep
pernikahan idaman : resepsi pernikahannya itu di Gramedia Solo,
pelaminannya berwarna Ungu, seluruh tamu undangan mengenakan
kostum ala karyawan Gramedia, Wejangan-nya bukan disuguhi makanan
melainkan dikasih novel-novel terbaru, dan pastinya ada bintang tamunya
juga. Bintang tamu itu bukan penyanyi, tapi penulis favoritku, Asma Nadia
dan Habiburrahman El Shirazy. Mereka membacakan puisi indah.
Mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah. Perlu proses yang panjang.
Tujuanku itu tercapai hari ini tanggal 16-06-2016. Tanggal yang cantik kan?
Aku bahagia akhirnya tujuan itu terwujud juga. Namun ntah mengapa
ada rasa sedih bersemayam di relung hati. Rasa sedih muncul mungkin
dikarena pernikahanku ini dibarengkan dengan acara launching novel
terakhirku. Ya, aku memutuskan mundur dari dunia literasi.
Di depan mataku para wartawan sudah menduduki kursi masing-masing.
Mereka sudah siap melempariku dengan berbagai pertanyaan.
“Mbak Ariny kan sudah melahirkan 100 novel, mengapa tiba-tiba mundur
dari dunia literasi? Apa Mbak Ariny tidak sayang melepas karir yang sudah
jadi besar?” wartawan dari stasiun televisi yang pertama melempari
pertanyaan ke aku.
Hmmm … sudah aku duga mereka pasti menyayangkan aku mundur dari
dunia literasi. Bukan Cuma wartawan, keluarga dan para sahabat pun
menyayangkan atas keputusanku. Sebelum menjawab pertanyaan dia,
aku melirik kearah seorang pria sholeh yang duduk di sebelahku. Pria
sholeh tersebut satu jam yang lalu sah menjadi imamku.
“Saya mundur dari dunia literasi karena pria sholeh yang sedang tersenyum
manis di sebelah saya ini. Dia lah satu-satunya tujuan saya terjun ke dunia
literasi. Jika tujuan utama saya sudah terwujud untuk apalagi berada di
dunia ini?” aku menjawab pertanyaan wartawan itu dengan tenang.
Aku berharap jawabanku bisa diterima oleh wartawan, keluarga, sahabat
dan pastinya para Ariny Holic, sebutan pembaca novelku.
Other Stories
Menantimu
“Belum tidur Zani?” “Belum. Ngak bisa tidur.” “Hehe. Pasti ada yang dipikirin ...
Tukar Pasangan
Ratna, wanita dengan hiperseksualitas ekstrem, menyadari suaminya Ardi berselingkuh dengan ...
Koper Coklat Ibu
Bagi Arini, Yogyakarta bukan lagi tempat untuk pulang, melainkan ruang bawah tanah yang ia ...
Itsbat Cinta
Hayati memulai pagi dengan senyum, mencoba mengusir jenuh dan resah yang menghinggapi hati ...
Jejak Seni Budaya Di Tanah Baduy
Dua mahasiswa antropologi dengan pandangan yang bertolak belakang harus mengesampingkan eg ...
Bukan Cinta Sempurna
Meski populer di sekolah, Dini diam-diam mencintai Widi. Namun Widi justru menjodohkannya ...