Tiada Cinta Tertinggal

Reads
4.4K
Votes
0
Parts
23
Vote
Report
tiada cinta tertinggal
Tiada Cinta Tertinggal
Penulis Nenny Makmun

11. Misunderstanding

“Ayo masuk, anak-anak kostan sini baik-baik kok,” Aksan meyakinkan Tresa yang ragu dan takut.
Tresa ragu, ini seumur-umur dia memasuki kamar cowok.
“Tres sakit sekali ya?” Aksan ikutan meringis, melihat Tresa yang kesakitan karena hari pertama datang bulan.
\"Iya bisalah kalau hari pertama suka nyeri.\"
“Kamu tiduran saja di kamarku, tunggu bentar aku buatin teh hangat ya.”
Kamar berukuran 4.5 x 4.5 dengan poster group Marron Five, gambar Presiden Soekarno dan rak buku kayu besar memenuhi tembok sisi kiri.
Tidak hanya buku-buku kuliah yang tebal-tebal dan mayoritas berbahasa Inggris, ada juga buku motivasi, buku musik, dan beberapa CD lagu dan film tersusun rapi.
Almari plastik bercorak kotak tampak terbuka dan beberapa kemeja tergantung-gantung. Kamar cowok yang terbilang rapi.
\"Aduh!” Tresa memegang perutnyan yang serasa diputar-putar, tadinya Tresa bertahan menunggu jam tiga ada mata kuliah Hubungna Internasional Bilateral, tapi rasa mengaduk-aduk ditambah stress pikiran membuat perutnya mual dan ngilu.
Tresa menyandarkan tubuhnya pada tembok yang melekat dengan tempat tidur lemprak Aksan sambil memegangi perutnya.
Sebenarnya Tresa ingin pulang saja ke asrama, tapi Aksan melarangnya melihat wajahnya yang mendadak pucat.
Alasan Aksan melarang Tresa pulang ke asrama, mereka cuma berlima. Semua juga sibuk dengan kuliah, takutnya tidak ada yang menolong kalau dirinya sampai pingsan.
Aksan menyodorkan teh hangat, pisang goreng dan ponstan yang biasa dipakai Tresa mengurangi rasa sakit datang bulannya.
“Kamu makan dulu ya obatnya terus istirahatlah, aku di kamar Bram. Kalau kamu ada perlu panggil aja aku di kamar seberang. Aksan menyelimuti Tresa dan membiarkan gadis yang diam-diam disayanginya beristirahat.
***
Pengaruh obat pengurang rasa sakit dan rasa lelah membuat Tresa tertidur hampir dua jam. Aksan sudah mandi dan memandangi Tresa yang masih lelap, mau dibangunkan tapi tak tega.
Jam menunjukkan pukul lima sore, Aksan mengambil buku eksplorasi minyak mencoba memahami beberapa bab, ternyata membuat dia ngantuk dan tertidur.
Entah berapa lama Aksan tertidur di samping tempat tidurnya bersama Tresa, tiba-tiba dikagetkan dengan gedoran pintu kamarnya yang terkunci.
\"Aksan buka! Aksan buka!\" suara lelaki yang rasanya cukup dikenal di telinga Aksan.
Setengah ngantuk Aksan membuka pintu dan \"Buk!\" sebuah bogem menyambut wajahnya.
Tresa yang kaget mendengar gedoran dan bogem mentah yang mendarat di wajah Aksan terbangun dan menjerit.
\"Aksan!\"
Ternyata seorang gadis blondy tidak jauh berdiri dari pintu kamarnya dengan tatapan sadis.
Mengumpat pada Tresa yang melindungi Aksan dari pukulan berikutnya.
\"Dasar cewek murahan!\"
\"Quin, kalian salah sangka. Mas Robin, aku nggak melakukan apa-apa!\" Aksan membela diri.
\"Omong kosong, mana ada maling mengaku! Aksan kamu sudah berjanji menjaga Quin tapi malah kamu berkhianat. Pukulan tadi bukan seberapa dibandingkan dengan perilaku kalian yang bejat!\" Robin menunding-nuding Aksan dan Tresa.
Aksan memejamkan mata, tangannya mengepal. Kalau memenuhi rasa hatinya ingin sekali membalas pukulan Robin, sepupu Quin barusan. Tapi melihat Tresa yang menangis berurai air mata tidak tega melakukan hal yang nekat.
\"Masih mau berdalih, apa itu darah di tempat tidur kamu! Lihat Quin! Ayo kita pergi!\" Robin menarik tangan Quin yang sempat melirik tempat tidur Aksan yang ada bercak darah.
Tresa menatap nanar darah yang tembus akibat datang bulan mengenai seprai warna cream.
\"Terserah kalian berpikir, yang jelas aku cuma menolong sahabatku yang sakit!\" Aksan berteriak sambil memegang mukanya yang panas dan pedih.
Ada yang sakit di sudut hati Tresa ketika Aksan mengatakan lantang kalau dia hanya sahabat! Apa artinya pelukan, pegangan tangan yang menggetarkan kalau hanya dijadikan sahabat? Tresa melara sendiri, merasa terpuruk menahan rasa sakit yang mendera perutnya yang terkalahkan dengan rasa sakit di sudut hatinya.
Bagaimanapun Aksan telah tersimpan dalam sebuah sudut hatinya beberapa hari ini. Tresa sempat membayangkan Aksan akan menjadi pelabuhan hatinya, mendengarkan kepedihan dan kesepiannya.
Tapi peristiwa barusan menyadarkan kalau ternyata dia menyimpan dirinya dalam hatinya sebagai sahabat.
\"San aku pulang,\" Tresa menangis.
\"Aku antar ya, Tres!\"
\"Nggak usah! Makasih! Jangan ganggu aku lagi!\"
\"Tres!\" Tresa tidak memedulikan panggilan Aksan, ia keluar dari kostan secepatnya. Beruntung tidak seberapa jauh ada ojek.
Sepanjang jalan menuju rumah, hp-nya berdering dengan layar nama - Aksan, juga sesaat sampai di kamar asramanya.
Tresa memutuskan menonaktifkan hp-nya. Bergegas mandi dan memeluk Angela yang mengeong-ngeong kelaparan.
\"Sabar ya Angel, kamu lapar ya?\" Tresa menyeduh susu dan friskies makanan khusus kucing jenis Anggora kesukaan Angela.
\"Maaf ya aku kemalaman Angel, aku tidak jadi ngenalin kamu dengan Aksan. Dia ternyata sudah mempunyai cewek, dasar playboy! Bodohnya aku padahal Mas Wisnu sudah mengingatkan aku untuk jangan melibatkan perasaan ini.”
Dengan Angela, kucing kesayangannya, Tresa bisa ngomong seenaknya karena Angela tidak akan protes juga menginterupsi.

Other Stories
Agum Lail Akbar

Tentang seorang anak yang terlahir berkebutuhan khusus, yang memang Allah ciptakan untuk m ...

Romance Reloaded

Luna, gadis miskin jenius di dunia FPS, mendadak viral setelah aksi no-scope gila di turna ...

Melodi Nada

Dua gadis kakak beradik dari sebuah desa yang memiliki mimpi tampil dipanggung impian. Mer ...

Saat Cinta Itu Hadir

Zita hancur karena gagal menikah setelah Fauzi ketahuan selingkuh. Saat masih terluka, ia ...

Manusia Setengah Siluman

Reno tak pernah tahu apa itu arti punya orang tua. Ia seorang yatim piatu yang berjuang hi ...

Sebelum Ya

Hidup adalah proses menuju pencapaian, seperti alif menuju ya. Kesalahan wajar terjadi, na ...

Download Titik & Koma