Terlupakan

Reads
5.3K
Votes
0
Parts
24
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

11. What Is The Fa?

“Ketika terlalu banyak kata yang bicara dan raga hanya bisa membayangkan sebuah sosok yang begitu menggoda sejak pandangan mata bertaut dan getaran hati menggema. Membuat hidup menjadi bergelora terbakar hangat asmara yang hadir tanpa dipinta.”
Andai Pras tahu mungkin dia juga tidak perlu gelisah karena rasa rendah diri yang amat sangat. Pras merasa terlalu sangat berharap akan Gadis, Gadis yang cantik, cerdas dan mulai mandiri pasti akan mencari sosok pria yang sempurna juga. Dan itu tentu saja bukan dirinya, walau mungkin materi memenuhi tapi lihatlah dirinya yang cacat dan tertutup. Bahkan kalau bisa Pras hanya ingin berkarya tanpa pernah berminat ada orang yang tahu kalau dirinya ada di bumi.
Suasana yang remang-remang dengan bercahayakan lilin yang romantis dan angin semilir lembut meluruhkan rambut Gadis ringan. Di mata Pras, sungguh kecantikan yang luar biasa. Pras tidak menyangka akhirnya bisa sedekat ini dengan Gadis yang enam bulan lalu hanya bisa dilihat dari lantai dua dengan teropong teleskopnya.
Gadis bukannya tidak sadar kalau sosok mata teduh Pras tengah memandangnya, tiba-tiba kejengahan menyelimuti dan Gadis tersipu. Kalau kondisi terang benderang pasti tampak sudah wajahnya yang tersipu-sipu dengan tatapannya yang membuat hatinya bergetar.
“Dis, jadi mau tahu apa itu FA?” Mas Pras tersenyum.
“Hmm kalau ini membuat Mas Pras bersedih atau keberatan mending nggak usah. A... ku tidak mau memaksa hal yang hanya akan membuat Mas Pras bersedih.”
“Kadang memang ada saatnya aku harus mencoba berbagi tentang sesuatu yang aku simpan dalam hati ini sendiri. Gadis dan aku percaya sepenuhnya padamu karena… karena aku sudah mencintaimu sejak pertama kali wajahmu selalu muncul di gang depan rumah, yang hanya bisa aku nikmati pagi dan malam dari kejauhan dengan teleskop.”
“Sejak enam bulan lalu?” Gadis mengerucutkan bibirnya yang tipis dan tampak basah karena pengaruh lipgloss dan lipstiknya.
“Iya Gadis, nanti kamu akan mengerti semuanya. Setelah dinner aku akan tunjukkan sesuatu padamu. Sebenarnya siapa sih yang tertarik di awalnya? Aku atau dirimu?” Pras tersenyum lembut dan bermakna rahasia.
“Mas Pras nih, aneh deh gimana tiga bulan sudah suka, wong kita hanya baru pertama kali tiga bulan lalu? Dalam mimpi ya Mas?” Gadis mencoba menetralisir suasana yang tiba-tiba menggiringnya ke arah romantis.
“Hmm… FA itu inisial yang selalu aku pakai di setiap karyaku, FA adalah kepanjangan dari Forgotten Angel.
“Forgotten Angel?” Gadis mengulang dengan penuh minat.
“Dari kecil aku selalu merindukan kasih sayang karena dari bayi aku hanya sebagai anak yang diharapkan sesaat. Kehadiranku bagai malaikat karena dianggap penerus keluarga ini, tetapi kenyataan aku tidak pernah diperhatikan sama sekali. Yang mengurus aku dari bayi adalah Mang Seno, Mama bahkan lupa tentang imunisasi-imunisasi wajib untuk putranya.
Mama dan Papa terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan mereka. Sampai virus polio menyerangku mendadak, semuanya terlambat setelah Mama sadar dari urusan pekerjaannya sebagai wanita politikus, kaki kananku yang sudah layu dan mengecil. Aku tumbuh menjadi anak cacat sampai sekarang.”
Pras menerawang membuka kenangan masa kecilnya yang menyisakan pedih, “Aku yang cacat semakin membuat Papa dan Mama saling menyalahkan. Papa yang pelayar merasa sudah cukup melimpahkan harta tapi Mama yang terbiasa bekerja dan berkarier semakin meruncingkan ego mereka untuk tidak dipersalahkan atas kondisiku yang dianggap memalukan.
Bahkan aku semakin terabaikan karena di awal diharapkan jadi penerus tetapi karena kelalaian mereka aku menjadi cacat, hanya membuat mereka merasa malu untuk mengenalkan aku pada teman-teman Mama dan Papa juga keluarga besar. Dis… kok kamu menangis sih… Dis…” tanpa sadar Gadis dan Pras saling bergenggaman tangan.
Dua hati akhirnya menemukan chemistry, dalam penyatuan yang tidak sempurna dua insan melahirkan sebuah kekuatan untuk saling menguatkan dan menyadarkan bahwa hidup adalah perjuangan, saat keberuntungan tidak memihak dalam perjalanan hidup yang terlewati.
Gadis sesenggukan, sebenarnya bukan saja dia merasa kasihan dengan pria yang rapuh di depannya ini, tapi Gadis juga merasa dirinya memiliki nasib yang sama. Bapaknya menelantarkan dia dan keluarganya saat dia harusnya menikmati masa belajar dengan tenang malah sebaliknya jungkir balik untuk bisa mendapatkan uang dan uang. Tak ubahnya dia seperti pencuri cilik hingga dewasa memeras orang-orang yang suka padanya agar mengeluarkan uang untuk bertahan hidup. Tiba-tiba kelelahan mendera.
“Dis aku tahu apa yang aku ceritakan tentang masa kecilku pastilah tidak jauh beda denganmu yang juga terlantar dan membentuk kamu Gadis yang mandiri dan tegar. Gadis bagaimanapun masa lalu adalah sebuah diary hidup, kita harus tetap bersyukur karena kita dibentuk untuk lebih tegar dan kuat,” Pras mengelus lembut punggung tangan Gadis yang basah dan mengeluarkan sepucuk sapu tangan.
“Sroooot …” Gadis sengaja mengeluarkan nada ingus keras. Dan terdiam karena baru sadar dia jadi diperhatikan penuh ill feel beberapa pengunjung yang tadinya kagum dengan kelembutannya ternyata kelakuan not polite.
“Gadis…!” Pras menegur halus.
Dan keduanya tersenyum terkikik menahan napas, semakin erat bergenggaman tangan. Menertawakan masa lalu dan mencoba menguatkan dalam kelemahan yang saling terungkap mengalir.
Rasanya lega bisa berterus terang tantang masa lalu pada seseorang yang kita anggap menjadi orang yang terdekat dan berharap menjadi pelabuhan terakhir. Keduanya sama-sama merasakan cinta yang dalam untuk pertama kali, walau sebagian besar waktu kebersamaan terlewati dalam kata tetapi ikatan cinta yang menjerat dan datang tanpa diundang menghadirkan kenyamanan. Tidak perlu bersembunyi dari kenyataan masa lalu yang suram bahkan menjadi sebuah catatan kehidupan yang akan diperbaiki kisahnya agar happy ending.
“Hmm… perutku lapar sekali Dis, tapi aku lega bisa berkata jujur dan terbuka. Baru pernah dalam seumur hidupku aku bisa bercerita dengan bebas. Hmmm harumnya udang bakar mayonesee cheese-nya, ini favoritku Dis.”
Tertawa di antara sela makan dan sesekali menggenggam tangan, bahkan Gadis tidak canggung menyuapi Pras yang sempat tercengang. Belum pernah ada makhluk wanita yang memperhatikannya dan bahkan menyambutnya dengan hangat. Tidak lagi terpikir Gadis akan menolak karena cacatnya. Pras yakin akan kata hatinya, Gadis mencintai tanpa syarat dan ini cukup bagi Pras untuk yakin bahwa Gadis juga mempunyai niat yang sama untuk mencintainya apa adanya tidak peduli masa kelam permainan Gadis yang banyak menipu para kaum pria.
Ketika sepasang insan yang terabaikan dalam keluarga dan bersatu untuk belajar menghargai arti sebuah keberadaan.

Other Stories
Ophelia

Claire selalu bilang, kematian Ophelia itu indah, tenang dan lembut seperti arus sungai. T ...

Suffer Alone In Emptiness

Shiona Prameswari, siswi pendiam kelas XI IPA 3, tampak polos dan penyendiri. Namun tiap p ...

Deska

Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sek ...

Bunga Untuk Istriku (21+)

Laras merasa pernikahannya dengan Rendra telah mencapai titik jenuh yang aman namun hambar ...

Titik Nol

Gunung purba bernama Gunung Ardhana konon menyimpan Titik Nol, sebuah lokasi mistis di man ...

Hanya Ibu

kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...

Download Titik & Koma