Sinopsis
Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sekadar berbagi tawa di ruang guru—menjadi jejak kecil yang tak mudah terhapus. Dari hal-hal biasa itu, tumbuh sebuah kedekatan yang tak pernah benar-benar terucap, namun terus terasa.
Di balik canda dan percakapan singkat, ada getar yang menumbuhkan harapan, meski hati tahu ada batas yang tak bisa dilewati. Hingga akhirnya, bisikan perpisahan mulai terdengar. Kenangan sederhana menjelma menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan, meninggalkan ruang kosong yang perlahan dipenuhi rindu.
Other Stories
Kuntilanak Gaul
Rasa cemburu membuat Lydia benci kepada Reisha. Dia tidak bisa terima saat Edward, cowok y ...
Mother & Son
Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...
Pintu Dunia Lain
Nadiva terkejut saat gedung kantor berubah misterius: cat memudar, tembok berderak, asap b ...
Kita Pantas Kan?
Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...
Tilawah Hati
Terinspirasi tilawah gurunya, Pak Ridwan, Wina bertekad menjadi guru Agama Islam. Meski be ...
Bungkusan Rindu
Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...