Terlupakan

Reads
5.3K
Votes
0
Parts
24
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

13. Dendam Boy

Indah cinta bagai insan yang tengah dimabuk asmara, bukan cinta semata yang dikejar bahkan sebaliknya hadirnya cinta membuat sang pelaku semangat untuk mengejar dan mewujudkan impian.
Gadis dan Pras berkomitmen untuk menjadi manusia yang lebih baik walau masa lalu mereka tak seindah harapan, ada yang ingin dikejar meraih mimpi dan asa. Menciptakan kehidupan yang lebih indah, saling mencintai, menghargai kebersamaan walau kesibukan yang mendera.
Pras dan Gadis belajar dari kedua orang tua mereka, betapa kedekatan sangat dibutuhkan saat berada di posisi sebagai anak.
Pras semakin semangat bekerja dan Gadis juga semakin terarah. Seiring promosi Gadis berani untuk membeli rumah dan mobil walau bukan yang mewah. Pras mendorong agar Gadis mulai menabung dan semakin mandiri.
Pak Santo juga merasa tidak salah mempromosikan Gadis yang semakin tinggi jam kerjanya dan sangat bersemangat. Gadis tidak ber-partner lagi dengan Boy, Pak Santo melakukan rolling karena ada indikasi tampaknya Boy mulai drop dalam bekerja, sehingga beberapa kali Gadis mengalami pending pekerjaan karena Boy tidak masuk kerja.
***
Di Ruang Meeting Antara Pak Santo dan Boy
“Boy kamu kenapa akhir-akhir ini sepertinya tidak ada lagi semangat kerja? Gadis padahal tetap ingin kamu menjadi partner-nya, tapi karena beberapa kali kamu tidak masuk sementara kamu tahu kan Gadis selalu dikejar berita-berita date line dan dia butuh partner yang bisa mengimbangi kecepatannya, maka terpaksa Adrian menjadi partner- nya sekarang. Boy kamu lagi banyak masalahkah?” Pak Santo menegur Boy yang sangat berubah kinerjanya semenjak empat bulan Gadis promosi.
“Hmm nggak apa-apa Pak, yah biasalah masalah anak muda,” Boy menjawab sekenanya. Padahal dalam hatinya dia ingin teriak kenapa hanya Gadis yang yang promosi? Apakah pengabdian dia yang jauh lebih lama tidak ada harganya? Dan tidak perlu diappreciated? Tapi itu hanya tersimpan dalam hatinya.
Boy keluar dari ruang meeting setelah berjanji memperbaiki kinerjanya pada Pak Santo. Sejujurnya dia juga tidak tahu apakah hatinya masih bisa berkompromi dengan keadaan dirinya yang galau.
Boy tidak menyangka kalau Gadis bisa berubah menjadi wanita yang sangat baik, dia menata hidupnya. Seharusnya Boy bangga karena bagaimanapun Gadis yang pernah sangat dicintai dan akhirnya juga meninggalkan begitu saja tanpa beban setalah Boy ke mana-mana mengawalnya tapi akhirnya hanya diabaikan begitu saja.
Hal yang menyakitkan Boy adalah Gadis memilih FA alias Pras, fotografer profesional yang namanya mulai dikenal orang awam karena profilnya yang beberapa kali dimuat majalah Fragmen. Dari sekian liputan Gadis, semua foto Boy yang ambil tapi hasilnya hanya Gadis yang promosi dan bahkan Gadis benar-benar jatuh cinta pada fotografer cacat kaki itu!
Tiba-tiba semua membuat Boy merasa tertipu, awalnya Boy menebak kalau Pras hanya akan jadi korban Gadis entah yang kesekian kali dari cowok-cowok masa lalunya.
Ternyata, “Hai Boy, kamu salah besar! Gadis tengah memperbaiki diri dan lihat karier Gadis menanjak. Promosi, membeli rumah dan mobil. Bahkan sikap Gadis sangat berubah 180 derajat. Itu bukan karena kamu Boy yang notabene sahabat terdekat sebelum lelaki cacat itu berhasil dekat dengannya bahkan menjadi kekasihnya sekarang. Boy… Boy, nasib kamu malang benar! Kamu sempurna, tampan dan pintar tapi tersingkir dengan gampangnya oleh sesama fotografer yang tidak memiliki tubuh sesempurna kamu!” entah datang dari mana ejekan-ejekan ini membuat Boy dendam.
“Hmm Gadis, kamu akan aku buat tidak bahagia dan tidak akan pernah bisa bersama Pras karena aku akan balas dendam untuk semua kaumku yang telah kamu perlakukan tidak adil dan terutama aku. Tunggu saatnya aku membalas semua sakit hatiku, kalau aku tidak bisa memiliki dirimu maka tidak juga Pras, mungkin lelaki lain aku tidak terlalu sakit hati dan masih bisa berkompromi, tapi dirimu bersama Pras! Jangan harap!” Boy menyeringai, dalam otaknya berputar bagaimana cara menjatuhkan Gadis agar Pras pun akan menjauh darinya. Demikian sebaliknya.
Otak Boy berputar bagaimana caranya? Sampai tiba-tiba dia tersenyum. Hmmm Vicky… ya… Vicky pasti mau membantuku.”
Illusion Discotheque, 22.30
“Haiii Boy…” seorang cowok cakap yang sudah tidak asing di berbagai media, melambaikan tangan pada Boy yang tengah tengak-tengok mencari seseorang.
Suara musik hingar bingar dan Boy mengikuti alunan lagunya Lady Gaga _Poker Face dengan DJ Rudy yang tengah beraksi.
“Haaaiii Boy my best friend, gimana Bro kabarmu?”
“Yahhh! Bad Vicky! Broken heart! And my work is drowning! I am so stresss! Boy tanpa ingin menyembunyikan kegagalan cinta dan keterpurukan atas pekerjaannya.
“Calm down, aku akan menolong sebisaku agar kamu tidak terpuruk dan bersemangat lagi My Bro…” pria yang bernama Vicky menepuk bahu Boy dan menguatkan agar tidak bersedih.
“Vicky… selamat! Aku ikut bahagia dengan karier kamu benar-benar menanjak di usia masih muda, foto model, bintang sinetron, mc… Vicky! Vicky! Hebat diidolakan para gadis. Selamat… selamat Bro! Bagi-bagilah suksesmu padaku!”
“Boy… Boy, ini semua berkat kamu jugalah, bahkan kamu yang pertama kali banyak mewawancara aku, menjadikan aku sampul majalah dan menjadikan aku profil utama majalahmu. Semua usaha kamu dan… siapa tuh cewek yang kamu cinta setengah mati? Hehehe… gimana kamu sukses memacarinya Boy?” Vicky ingat sekali Boy sahabatnya sangat menyukai cewek yang menjadi partner kerjanya.
“Aku gatot Vick! Aku gagal total! Gadis benar-benar gadis licik, si cantik yang berhati ular! Tega-teganya dia menolak aku setelah aku mengikuti semua kemauannya yang keras kepala ke sana - ke mari mengawalnya. Bahkan sampai berhasil meng-interview Prakasa Aditya, fotografer cacat yang sangat sombong! Tetapi apa balasan Gadis? Dia hanya menganggap aku sahabat! Karena wawancara exclusive beberapa kali dan oplah majalah kami naik, Gadis mendapat promosi. Sementara aku? Aku bahkan disingkirkan Pak Santo menjadi partner dia! Gadis sudah mendapat fotografer kacangan baru! Brengsek sekali si Santo.
Dia pikir aku akan terima saja perlakuan ini!” Boy meneguk salah satu minuman beralkohol dengan kadar cukup tinggi 40%.
“Boy… Boy, aku pernah bilang padamu kalau Gadis itu memang licik. Karena aku playboy tulen aku bisa tahu mana cewek yang bodoh dan mana cewek yang pintar. Dan Gadis itu cewek yang super pintar dan licik! Dia tidak pernah akan memberikan apa pun yang dia punya pada semua lelaki, tapi dia akan mengeruk harta laki-laki kalau perlu sampai bangkrut! Boy I already told you! Remember!” Vicky menatap tajam sahabatnya.
“Yah kupikir dia akan selamanya begitu, termasuk saat dia diam-diam mulai menjerat si Pras! Aku tidak terlintas sama sekali kalau Gadis akan berubah sifat karena fotografer cacat itu! Aku salah prediksi, ternyata kekuatan cinta atau memang cinta buta! Yang ada Gadis benar-benar berubah! Dia menjadi cewek yang baik. Bahkan dia curhat kalau Pras adalah pelabuhan hatinya, Pras adalah cinta pertama! Laki-laki yang berbeda dari semua pria yang dikenal dan dipermainkan sebelumnya! Vicky dia bercerita tanpa memedulikan bagaimana sakit hatinya aku! Gila, I am nothing for her! Aku sangat kecewa Vick! Rasanya aku ingin balas sakit hatiku! Bahkan aku anggap saja aku mewakili balas dendam kaum kita yang telah ditipu mentah-mentah Gadis!” Boy mulai mabuk, bayangan kebersamaan Gadis, Pras, kemarahan Pak Santo melintas silih berganti.
“Hmmm aku tahu Boy, aku bisa merasakan sakit hatimu. Boy kamu sahabat baikku, apa yang bisa aku bantu untuk membuat kamu merasa impas dengan perilaku Gadis? Apa pun Boy demi persahabatan kita, aku akan lakukan!” mata Vicky berkilat-kilat, entahlah dia merasa dendam Boy dendamnya juga.
“Eh Boy, setahuku liputan kalian tidak pernah menyentuh kecacatan si Pras! Ternyata dia cacat ya? Foto-foto kamu juga hanya mengambil wajah-wajahnya saja. Memang Gadis tidak mau ya pacarnya ketahuan publik kalau fotografer muda berbakat itu buntung hah?”
“Sepertinya!” Boy menjawab ketus.
“Boy, sini aku punya rencana untuk membuat Gadis merasa menyesal telah melakukan semua penipuan dan mengabaikan dirimu.”
Hingar bingar musik semakin panas seiring waktu yang mulai merambat pagi. Vicky dan Boy tertawa lepas, melupakan kepenatan yang membelenggu mereka.
Vicky yang sukses dengan dunia entertainment-nya menyisakan stress untuk mempertahankan karier dan image dia sebagai ambassador beberapa produk.
Boy menyeringai dengan rencana Vicky. Selama ini tidak ada satupun gadis yang menolak menjadi pacar Vicky yang ganteng, dan sukses.
Dan Boy yakin Gadis pun akan masuk perangkap Vicky sebagai aksi balas dendamnya!

Other Stories
Youtube In Love

Wahyu yang berani kenalan lewat komentar YouTube berhasil mengajak Yunita bertemu. Asep pe ...

Coincidence Twist

Kejadian sederhana yang tak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Sera menyeretnya pada hal-h ...

Kastil Piano

Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...

Pesan Dari Hati

Riri hanya ingin kejujuran. Melihat Jo dan Sara masih mesra meski katanya sudah putus, ia ...

Srikandi

Iptu Yanti, anggota Polwan yang masih lajang dan cantik, bertugas di Satuan Reskrim. Bersa ...

Adam & Hawa

Adam mencintai Hawa yang cantik, cerdas, dan sederhana, namun hubungan mereka terhalang ad ...

Download Titik & Koma