Prolog
Aku pernah menuntut-Nya memenuhi segala inginku.
Memaksa-Nya menjawab semua asaku.
Namun akhirnya tersadar,
ketetapan-Nya selalu menjadi skenario terbaik bagiku
Untuk kesekian kalinya, malam selalu menawarkan rasa dingin yang harus kuterjemahkan sendiri. Iya, secara harfiah, dua bulan terakhir ini hujan tak pernah absen menampakkan rintiknya saat matahari mulai masuk ke peraduan. Itu menyebabkan suhu setiap malamnya turun beberapa derajat dari perkiraan cuaca normal. Secara metafora, ada dingin menusuk yang ingin dicairkan, tapi di saat bersamaan begitu takut terhangati sehingga ianya menetap tak tersentuh meski meronta untuk segera diluruhkan. Di sini, di dalam dada. Setidaknya begitu, pada tiga puluh satu tahun umur yang terlalui.
Other Stories
Ada Apa Dengan Rasi
Saking seringnya melihat dan mendengar kedua orang tuanya bertengkar, membuat Rasi, gadis ...
My Love
Sandi dan Teresa menunda pernikahan karena Teresa harus mengajar di Timor Leste. Lama tak ...
Hujan Yang Tak Dirindukan
Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh, berbalut baju penuh no ...
Kau Bisa Bahagia
Airin harus menikah dalam 40 hari demi warisan ayahnya, namun hatinya tetap pada Arizal, c ...
Kelabu
Kulihat Annisa tengah duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai bersama seorang anak ...
Prince Reckless Dan Miss Invisible
Naes, yang insecure dengan hidupnya, bertemu dengan Raka yang insecure dengan masa depann ...