Misteri Kursi Goyang

Reads
1.5K
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 7 Rahasia Di Album Foto

Ketakutan itu kini semakin nyata. Setelah sosok nenek itu menghilang, meninggalkan bau melati yang pekat, Mario dan Saretha segera memberanikan diri untuk mengangkut kursi goyang itu keluar.

Mereka menyeretnya dengan susah payah dan meninggalkannya begitu saja di depan pagar berharap Bu Ranti mau mengambilnya kembali.

Malam itu, mereka memutuskan untuk tidur di kamar tamu. Mereka tak mau lagi berada di kamar yang berada tepat di atas ruang tamu.

Saretha duduk di lantai, bersandar di dinding, sementara Mario memeluknya erat. "Kita harus cari tahu, Yang. Kenapa nenek itu mengincar kita? Pasti ada hubungannya sama kakek-nenekmu," bisik Mario.

Saretha mengangguk. Matanya sembap karena ketakutan, "Iya, aku juga mikir gitu. Tapi apa?"

"Kita harus cek barang-barang mereka. Siapa tahu ada petunjuk," usul Mario.

Keesokan harinya, dengan sedikit keberanian yang tersisa, mereka mulai membongkar tumpukan barang-barang lama milik kakek dan nenek Saretha yang disimpan di loteng.

Ada banyak kotak kardus yang berdebu. Mereka mengobrak-abrik isi kotak-kotak itu menemukan piringan hitam, pakaian jadul, surat-surat lama, dan di dasar salah satu kotak, mereka menemukan sebuah album foto usang.

Album itu tebal dan sampulnya sudah menguning. Di dalamnya, ada foto-foto kakek dan nenek Saretha saat masih muda. Mereka terlihat bahagia, tersenyum lebar di setiap foto.

Namun, saat Saretha membalik halaman terakhir, ia terdiam. Jantungnya berdebar sangat kencang. Ia menemukan sebuah foto yang membuatnya merinding.

Foto itu adalah foto neneknya. Nenek Saretha duduk di kursi goyang yang sama persis dengan yang mereka terima dari Bu Ranti.

Neneknya tidak tersenyum. Wajahnya terlihat pucat, tatapan matanya kosong, dan tangannya mencengkeram erat sandaran kursi. Di belakangnya, samar-samar, terlihat sosok bayangan seorang wanita tua dengan rambut digelung dan wajah yang tidak jelas.

"Mario ..." panggil Saretha, suaranya tercekat. Ia menunjuk foto itu dengan tangan gemetar.

Mario mendekat, melihat foto itu, dan matanya membulat, "Itu kursi yang sama. Dan nenekmu, dia terlihat ketakutan."

"Siapa wanita di belakang nenekku?" tanya Saretha, suaranya bergetar.


Saat itu juga, mereka menyadari bahwa teror yang mereka alami bukanlah kebetulan. Kursi goyang itu, kehadiran nenek Bu Ranti, dan bahkan sosok yang menghantui mereka, semuanya terhubung dengan masa lalu yang kelam.

Pertanyaan yang selama ini ada di benak mereka kini terjawab. Kursi itu adalah benda berhantu, dan arwah yang menghantui mereka bukanlah arwah Bu Ranti, melainkan arwah nenek lain, yang entah bagaimana, berhubungan dengan kursi itu dan masa lalu kakek-nenek Saretha.


Other Stories
Melupakan

Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...

Cinta Dibalik Rasa

Cukup lama menunggu, akhirnya pramusaji kekar itu datang mengantar kopi pesananku tadi. ...

Mentari Dalam Melody

Tara berbeda dengan Gilang, saudaranya. Jika Gilang jadi kebanggaan orang tua, Tara justru ...

Susan Ngesot

Reni yang akrab dipanggil Susan oleh teman-teman onlinenya tewas akibat sumpah serapah Nat ...

Aruna Yang Terus Bertanya

Cuplikan perjalanan waktu hidup Aruna yang selalu mempertanyakan semua hal dalam hidupnya, ...

Aku Bukan Pilihan

Cukup lama Rama menyendiri selepas hubungannya dengan Santi kandas, kini rasa cinta itu da ...

Download Titik & Koma