November Kelabu

Reads
1.7K
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 8 Veya Menjauh

Meskipun Arka sudah meyakinkan Veya berkali-kali, ketakutan tetap menggerogoti hatinya. Saat Veya memulai sesi kemoterapi pertamanya, ia merasakan sakit yang tak terbayangkan.

Tubuhnya lemas, ia mual hebat, dan rambutnya mulai rontok. Setiap kali ia melihat Arka yang setia menemaninya, ia merasa bersalah. Ia tidak ingin Arka melihatnya selemah ini.

Suatu hari, setelah Veya menjalani sesi kemo, ia melihat Arka berdiri di luar ruangan, matanya memerah. Veya tahu, Arka pasti menangis. Ia tidak sanggup lagi melihat Arka menderita karena dirinya merasa menjadi beban.

Veya pun memutuskan untuk menjauhi Arka. Ia mulai mengabaikan panggilan telepon Arka. Pesan-pesan Arka tak lagi ia balas. Saat Arka datang ke rumahnya, Veya berpura-pura sedang tidak ada di rumah. Veya melakukan semua ini demi melindungi Arka.

Di sisi lain, Arka kebingungan. Ia mencoba segala cara untuk menghubungi Veya. Ia datang ke sekolah, menunggu Veya di depan kelas, tapi Veya selalu menghindarinya. Arka merasa hancur. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Veya. Ia merasa Veya meninggalkannya, padahal sudah berjanji untuk selalu ada di sana.

"Veya, kenapa lo menghindar?" Arka mengirim pesan, tapi Veya tidak membalas.

"Gue janji, gue nggak akan ninggalin lo. Kenapa lo ninggalin gue?" Arka kembali mengirim pesan.

Namun, tetap tidak ada balasan. Arka tidak menyerah. Ia tahu ada sesuatu yang tidak beres. Veya tidak mungkin berubah secepat ini. Ia bertekad untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia datang ke rumah Veya, namun Veya tidak mau menemuinya.

Di dalam kamar, Veya hanya bisa menangis dalam diam. Hatinya hancur melihat Arka yang putus asa.

Ia ingin memeluk Arka, menjelaskan semuanya, tapi ia tidak bisa. Ia tidak bisa membiarkan Arka melihatnya yang kini tak berdaya. Ia ingin Arka bahagia, dan kebahagiaan Arka bukanlah bersamanya.

****
Malam itu, Arka duduk di bangku taman depan rumah Veya, menatap jendela kamar Veya yang gelap. Hatinya hancur. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Veya.

Ia mengirim pesan terakhir, "Veya, lo kenapa? Gue di sini. Gue nggak akan pergi sampai lo keluar."

Di dalam kamar, Veya membaca pesan itu. Air matanya mengalir deras. Ia ingin sekali keluar, memeluk Arka, dan mengatakan yang sebenarnya. Tapi ia tidak ingin Arka melihatnya selemah ini. Ia takut Arka akan meninggalkannya jika ia melihatnya sakit.

Veya membalas pesan Arka dengan sebuah kalimat yang ia tahu akan menghancurkan Arka, "Arka, kita putus aja. Aku udah nggak cinta sama kamu."

Arka terdiam, membaca pesan itu berulang kali. Hatinya hancur. Ia tidak percaya Veya akan mengatakan itu. Ia tahu Veya berbohong. Ia tahu Veya sedang menyembunyikan sesuatu, dan tidak akan menyerah.

Keesokan harinya, Arka datang ke sekolah, menunggu Veya di depan kelas. Saat Veya keluar, Arka langsung menghadangnya.
"Veya, tatap mata gue," kata Arka, "Lo bohong, kan? Lo nggak mungkin nggak cinta sama gue."

Veya memalingkan wajahnya, "Aku udah nggak cinta sama kamu, Arka. Kamu bisa cari cewek lain yang lebih baik dari aku."

Arka menatap Veya dengan tajam, "Veya, lo nggak bisa bohong. Gue tahu lo lagi sakit, kan? Gue tahu lo lagi kemoterapi. Gue tahu lo takut. Tapi kenapa lo harus ngelakuin ini? Kenapa lo harus ngejauhin gue?"

Veya terdiam. Ia terkejut Arka bisa tahu. Air matanya kembali tumpah, "Aku nggak mau kamu lihat aku sakit, Arka. Aku nggak mau kamu terbebani."

Arka memeluk Veya erat, "Veya, dengerin gue baik-baik. Lo nggak akan pernah jadi beban. Gue janji, gue akan selalu di sini. Apapun yang terjadi, gue akan selalu ada di samping lo."

Mendengar itu, Veya menangis lagi. Ia memeluk Arka erat, tidak mau melepaskannya. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya dan membutuhkan Arka, lebih dari siapa pun.

Other Stories
7 Misteri Di Korea

Untuk membuat acara spesial di ulang tahun ke lima majalah pariwisata Arsha Magazine, Om D ...

Egler

Anton mengempaskan tas ke atas kasur. Ia melirik jarum pendek jam dinding yang berada di ...

Hold Me Closer

Karena tekanan menikah, Sapna menerima lamaran Fatih demi menepati sumpahnya. Namun pernik ...

Blind

Ketika dunia gelap, seorang hampir kehilangan harapan. Tapi di tengah kegelapan, cinta dar ...

Kating Modus!

Kisah seorang pemuda yang mengikuti organisasi internal di kampusnya. Ia diberi mandat ole ...

Kesempurnaan Cintamu

Mungkin ini terakhir kali aku menggoreskan pena Sebab setelah ini aku akan menggoreskan p ...

Download Titik & Koma