Jodoh Nyasar Alina

Reads
1.4K
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 3 Jodoh Nyasar Alina

Pagi yang cerah, tapi hati Alina kelabu. Dia masih kesal dengan insiden durian kemarin. Tiba-tiba, Nyak datang dengan wajah cerah sambil membawa daftar calon menantu yang baru.

Nyak duduk di samping Alina sambil menyodorkan foto daftar calon mantu, "Alina, ada calon lagi! Yang ini namanya Budi. Kata ibunya, dia orangnya puitis. Suka baca buku, suka nulis."

Alina mengernyitkan dahinya, "Puitis? Nulis apa? Surat utang? Nyak, Alina lelah. Biarin Alina kerja, please."

Nyak, "Kerja? Kerja itu cuma bisa bikin kamu kaya. Kalau nikah, kamu bisa kaya, bisa punya anak, dan cucu. Nyak nggak mau mati sebelum gendong cucu."

Tin! Tin!

Terdengar suara klakson motor. Nyak langsung sumringah.

Nyak sumringah, "Itu dia! Budi sudah datang! Duh, anak orang kaya ini ya, ke rumah Nyak aja naik motornya motor gede. Pasti Budi itu, tuh."

Alina dan Nyak keluar rumah. Terlihat seorang pria tampan, memakai kemeja rapi, dan menenteng tas jinjing mahal. Tapi, dia datang dengan ojek online. Alina dan Nyak saling pandang.

Nyak, "Loh? Kok naik ojek? Itu motor gede siapa?"

Pria itu turun dari ojek, memberikan uang, lalu berjalan ke arah Nyak dan Alina.

Pria, "Assalamualaikum, Bu. Maaf, saya Budi. Ini rumah Bu Yati, kan?"

Nyak: "Waalaikumsalam. Eh, Bu Yati? Maksudnya Nyak, kok, Bu Yati?"

Budi, "Loh, iya. Ini rumah Bu Yati, kan? Saya mau kencan buta sama anaknya, namanya Tiara. Ibunya Tiara bilang suruh ke sini. Ini alamatnya." menunjukkan layar ponselnya.

Alina dan Nyak menatap ponsel Budi. Alamat yang tertera memang alamat rumah Nyak. Tapi, itu alamat lama. Rumah Bu Yati, tetangga mereka, sudah pindah ke gang sebelah sejak dua tahun lalu.

Alina, "Itu alamat lama, Mas. Rumah Bu Yati sudah pindah."

Budi, "Loh? Kok bisa? Ibu Tiara bilang rumahnya di sini."

Nyak, "Ya ampun, Mas! Kamu itu salah alamat! Jodohnya salah alamat! Ini rumah Nyak, bukan rumah Bu Yati. Nyak ini mau menjodohkan anak Nyak, namanya Alina."

Budi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, "Ya ampun. Maaf ya, Bu. Saya salah. Kalau begitu, saya pamit dulu."

Saat Budi hendak berbalik, dari arah gang, kemudian datang seorang kurir paket dengan motor yang berisik. Sandal jepitnya sudah bolong di jempol. Dia membawa beberapa paket dan berhenti di depan rumah Nyak.

Kurir menghampiri tiga orang itu, "Paket, Bu!"

Kurir itu menatap Budi yang masih berdiri di teras. Lalu menatap Alina yang menahan tawa. Lalu menatap Nyak yang sedang cemberut.

Kurir, "Loh, ada tamu? Ada kencan buta lagi, Bu?"

Nyak ketus, "Bukan! Dia salah alamat! Dia mau ke rumah Bu Yati! Bukan mau ke rumah Nyak!"

Kurir tertawa terbahak-bahak, "Hahaha! Salah alamat? Ya ampun! Jodohnya salah alamat! Emang ada-ada aja, Bu. Terus, Masnya kenapa enggak ke rumah Bu Yati aja?"

Budi, "Motor saya mogok, Mas. Tadinya mau naik ojek, tapi ojeknya cuma sampai sini."

Kurir, "Ya ampun. Ya udah, biar saya anterin. Naik motor saya aja."

Budi melihat dari atas ke bawah motor si kurir paket, "Motor Masnya kan motor berisik."

Kurir, "Biarin berisik yang penting sampai. Daripada naik ojek, bukannya sampai rumah malah jadi salah alamat lagi."

Budi dan kurir itu pergi. Kurir itu namanya Reihan, tersenyum pada Alina sebelum pergi. Senyumnya ramah, tulus, tidak dibuat-buat seperti Herman si Durian atau Budi si Nyasar. Nyak dan Alina kembali masuk ke rumah.

Nyak memijit pelipisnya, "Alina, kamu lihat kan? Calon kamu itu aneh-aneh! Ada yang bawa durian, ada yang salah alamat! Nyak pusing!"

Alina dengan santai menjawab, "Mungkin itu tanda dari Tuhan, Nyak. Kalau jodoh Alina bukan yang Nyak cari. Tapi yang nyasar, Nyak."

Nyak diam sejenak, "Hah? Jodoh nyasar? Kamu ngomong apaan sih? Udah, Nyak mau tidur. Besok Nyak mau cari calon menantu lagi. Yang kali ini, Nyak bakal cari paling pinter. Nggak bakal salah alamat."

Alina hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah ibunya.

Other Stories
Langit Di Atas Warteg Bu Sari

hari libur kita ngapain yaa ...

Haruskah Bertemu?

Aku bertemu dengan wanita di gerbong yang sama dengan satu kursi juga. Dia sangat riang se ...

Menjamah Jauh: Tentang Kota Dan Kenangan

Kadang, cerita liburan tak selalu berakhir indah. Musim panas tahun lalu di Malang, Tama m ...

Cowok Hujan

Ia selalu terlihat tenang. Tapi setiap kali langit mulai gelap dan angin berhembus kencang ...

Bekasi Dulu, Bali Nanti

Tersesat dari Bali ke Bekasi, seorang chef-vlogger berdarah campuran mengubah aturan no-ca ...

Way Back To Love

Karena cinta, kebahagiaan, dan kesedihan  datang silih berganti mewarnai langkah hidup ki ...

Download Titik & Koma