Hati Yang Bergetar
Kalau kamu pikir demo kacau kemarin di alun alun Garut dengan toa mati spanduk salah tulis dan massa yang lebih tertarik ngejar bakso ketimbang teriak slogan itu tidak meninggalkan bekas maka kamu salah besar karena bagi Rahayu justru dari kekacauan itulah ada sesuatu yang tumbuh sesuatu yang membuat dadanya sesak tapi hangat sesuatu yang kita semua kenal meski suka kita pura pura tidak tahu yaitu jatuh hati
Pagi ini warung Haji Darsa tampak seperti biasa kursi kayu panjang berderet di teras aroma kopi hitam pekat bercampur bau gorengan dan suara pelanggan berceloteh soal harga cabe yang naik lagi padahal cabe di pasar katanya lebih mahal dari emas jangan tanya logika orang orang di warung karena di sana gosip dan fakta bisa campur jadi ramuan ajaib yang membuat waktu berjalan cepat
Tapi bagi Rahayu pagi ini tidak biasa karena setiap kali ia mengaduk kopi di gelas matanya tanpa sadar melirik ke arah pojok di mana Arman duduk dengan wajah letih tapi penuh tekad lelaki itu masih muda tapi sorot matanya seolah sudah menanggung beban sebuah bangsa dan itu jujur saja bikin hati gadis sederhana bergetar
Arman meneguk kopinya pelan matanya beralih sebentar ke arah Rahayu lalu buru buru menunduk pura pura serius membaca koran padahal jelas jelas yang ia tatap bukan berita tapi pantulan wajah Rahayu di permukaan gelas ya kamu boleh ketawa tapi begitulah orang jatuh cinta kadang bodoh kadang malu malu tapi justru itu yang membuat segalanya indah
Masalahnya ada satu hal besar yang menggantung seperti awan hitam di atas kepala Rahayu yaitu ayahnya Haji Darsa si pemilik warung yang keras kepala sekaligus penyayang ayahnya jelas jelas tidak suka pada Arman sejak awal dianggap anak muda pembuat onar tukang bawa masalah bahkan sempat bilang kalau Arman berani macam macam warungnya bisa tutup pintu untuk selamanya dan ancaman itu bukan main main
Makanya Rahayu mencoba menahan diri tapi bagaimana cara menahan hati yang sudah terlanjur jatuh kamu bisa pura pura sibuk kamu bisa pura pura cuek tapi begitu melihat keberanian Arman kemarin berdiri di depan massa meski suara toa serak meski spanduknya salah tulis meski aparat berdiri mengintimidasi tetap saja ia tegak dan berteriak dengan keyakinan dan itulah yang membuat hati Rahayu goyah
Sambil menuang teh manis ke gelas ustaz Karna tiba tiba nyeletuk “Rahayu kamu kelihatan sering melamun belakangan ini hati hati jangan jatuh ke lubang”
Semua pelanggan ketawa karena mereka tahu ustaz Karna kalau bicara suka pakai kiasan padahal maksudnya jelas sindiran soal Arman Rahayu langsung salah tingkah wajahnya merah padam ia buru buru menutupinya dengan senyum sambil bilang “Ah Ustaz ini suka aja bercanda”
Tapi di balik tawa kecil itu hatinya makin berdebar ia sadar semua orang mulai curiga bahkan Kang Deden yang duduk tak jauh dari Arman mendengus kesal mungkin iri karena ia sendiri pernah coba mendekati Rahayu tapi selalu ditolak halus
Arman sadar situasi makin rumit ia ingin bicara dengan Rahayu tapi takut mempermalukannya di depan banyak orang jadi ia menulis cepat di kertas kecil lalu melipatnya diam diam kertas itu diselipkan di bawah cangkir yang ia kembalikan ke meja Rahayu pura pura seperti orang biasa mengembalikan piring kosong padahal di dalamnya ada kalimat yang bisa mengubah hari
Rahayu mengambil cangkir itu tangannya bergetar ia tahu ada sesuatu diselipkan di bawahnya dan ketika ia membuka lipatan kertas itu jantungnya hampir meloncat keluar tulisan Arman sederhana saja hanya berbunyi aku kagum pada keberanianmu menyajikan kopi di tengah dunia yang sering pahit tetaplah tersenyum karena senyum itu lebih kuat dari spanduk mana pun
Nah pembaca kamu bisa bilang itu gombal kamu bisa bilang itu berlebihan tapi bagi seorang gadis Sunda sederhana yang baru pertama kali menerima kalimat manis dari lelaki yang berani tentu saja itu terasa seperti puisi paling indah di dunia dan begitulah hati Rahayu bergetar semakin keras
Namun sebelum ia sempat membalas ayahnya masuk ke warung wajahnya serius membawa kabar dari radio katanya Jakarta makin panas mahasiswa makin banyak turun ke jalan dan aparat makin keras menekan Haji Darsa menghela napas panjang lalu berkata lantang “Ingat ya jangan ada yang bawa bawa politik ke warung ini warung kita untuk cari rezeki bukan untuk ribut”
Suasana langsung hening pelanggan saling pandang Rahayu menunduk Arman menggenggam erat korannya berusaha menahan diri karena ia tahu ini bukan saat yang tepat melawan sang ayah
Tapi meski kata kata Haji Darsa keras hati Rahayu tetap berdegup cepat ia tidak bisa menghapus wajah Arman dari pikirannya bahkan ketika ia melayani pelanggan lain bayangan lelaki itu selalu muncul seolah olah dunia tiba tiba menyempit hanya berisi dua orang
Lucunya meski suasana sempat tegang ada saja yang bikin tawa muncul lagi ayam kampung langganan itu masuk lagi kali ini bukan sekadar berkokok tapi berhasil mencuri sepotong tempe goreng dari piring pelanggan dan kabur ke luar semua orang teriak kaget lalu ngakak lagi bahkan Haji Darsa yang tadi marah pun tersenyum tipis
Dan di tengah kekacauan kecil itu mata Rahayu dan Arman sempat bertemu hanya sekejap hanya seukuran detak jantung tapi cukup untuk membuat keduanya tahu bahwa ada sesuatu yang mulai tumbuh meski mereka harus berhati hati meski dunia seolah menentang
Jadi begitulah bab ini bukan tentang orasi besar bukan tentang bentrok aparat bukan tentang strategi politik tapi tentang hati seorang gadis yang bergetar diam diam tentang keberanian seorang pemuda yang tak hanya melawan rezim tapi juga melawan rasa takutnya sendiri dan tentang tawa kecil yang selalu menyelip di tengah krisis karena tanpa tawa hidup hanya akan jadi beban
Dan kamu yang membaca ini jangan pura pura tidak paham karena aku tahu hatimu juga pernah bergetar untuk seseorang dan kamu tahu betapa sulitnya menyembunyikannya terutama dari mata orang tua yang tajam seperti Haji Darsa.
Pagi ini warung Haji Darsa tampak seperti biasa kursi kayu panjang berderet di teras aroma kopi hitam pekat bercampur bau gorengan dan suara pelanggan berceloteh soal harga cabe yang naik lagi padahal cabe di pasar katanya lebih mahal dari emas jangan tanya logika orang orang di warung karena di sana gosip dan fakta bisa campur jadi ramuan ajaib yang membuat waktu berjalan cepat
Tapi bagi Rahayu pagi ini tidak biasa karena setiap kali ia mengaduk kopi di gelas matanya tanpa sadar melirik ke arah pojok di mana Arman duduk dengan wajah letih tapi penuh tekad lelaki itu masih muda tapi sorot matanya seolah sudah menanggung beban sebuah bangsa dan itu jujur saja bikin hati gadis sederhana bergetar
Arman meneguk kopinya pelan matanya beralih sebentar ke arah Rahayu lalu buru buru menunduk pura pura serius membaca koran padahal jelas jelas yang ia tatap bukan berita tapi pantulan wajah Rahayu di permukaan gelas ya kamu boleh ketawa tapi begitulah orang jatuh cinta kadang bodoh kadang malu malu tapi justru itu yang membuat segalanya indah
Masalahnya ada satu hal besar yang menggantung seperti awan hitam di atas kepala Rahayu yaitu ayahnya Haji Darsa si pemilik warung yang keras kepala sekaligus penyayang ayahnya jelas jelas tidak suka pada Arman sejak awal dianggap anak muda pembuat onar tukang bawa masalah bahkan sempat bilang kalau Arman berani macam macam warungnya bisa tutup pintu untuk selamanya dan ancaman itu bukan main main
Makanya Rahayu mencoba menahan diri tapi bagaimana cara menahan hati yang sudah terlanjur jatuh kamu bisa pura pura sibuk kamu bisa pura pura cuek tapi begitu melihat keberanian Arman kemarin berdiri di depan massa meski suara toa serak meski spanduknya salah tulis meski aparat berdiri mengintimidasi tetap saja ia tegak dan berteriak dengan keyakinan dan itulah yang membuat hati Rahayu goyah
Sambil menuang teh manis ke gelas ustaz Karna tiba tiba nyeletuk “Rahayu kamu kelihatan sering melamun belakangan ini hati hati jangan jatuh ke lubang”
Semua pelanggan ketawa karena mereka tahu ustaz Karna kalau bicara suka pakai kiasan padahal maksudnya jelas sindiran soal Arman Rahayu langsung salah tingkah wajahnya merah padam ia buru buru menutupinya dengan senyum sambil bilang “Ah Ustaz ini suka aja bercanda”
Tapi di balik tawa kecil itu hatinya makin berdebar ia sadar semua orang mulai curiga bahkan Kang Deden yang duduk tak jauh dari Arman mendengus kesal mungkin iri karena ia sendiri pernah coba mendekati Rahayu tapi selalu ditolak halus
Arman sadar situasi makin rumit ia ingin bicara dengan Rahayu tapi takut mempermalukannya di depan banyak orang jadi ia menulis cepat di kertas kecil lalu melipatnya diam diam kertas itu diselipkan di bawah cangkir yang ia kembalikan ke meja Rahayu pura pura seperti orang biasa mengembalikan piring kosong padahal di dalamnya ada kalimat yang bisa mengubah hari
Rahayu mengambil cangkir itu tangannya bergetar ia tahu ada sesuatu diselipkan di bawahnya dan ketika ia membuka lipatan kertas itu jantungnya hampir meloncat keluar tulisan Arman sederhana saja hanya berbunyi aku kagum pada keberanianmu menyajikan kopi di tengah dunia yang sering pahit tetaplah tersenyum karena senyum itu lebih kuat dari spanduk mana pun
Nah pembaca kamu bisa bilang itu gombal kamu bisa bilang itu berlebihan tapi bagi seorang gadis Sunda sederhana yang baru pertama kali menerima kalimat manis dari lelaki yang berani tentu saja itu terasa seperti puisi paling indah di dunia dan begitulah hati Rahayu bergetar semakin keras
Namun sebelum ia sempat membalas ayahnya masuk ke warung wajahnya serius membawa kabar dari radio katanya Jakarta makin panas mahasiswa makin banyak turun ke jalan dan aparat makin keras menekan Haji Darsa menghela napas panjang lalu berkata lantang “Ingat ya jangan ada yang bawa bawa politik ke warung ini warung kita untuk cari rezeki bukan untuk ribut”
Suasana langsung hening pelanggan saling pandang Rahayu menunduk Arman menggenggam erat korannya berusaha menahan diri karena ia tahu ini bukan saat yang tepat melawan sang ayah
Tapi meski kata kata Haji Darsa keras hati Rahayu tetap berdegup cepat ia tidak bisa menghapus wajah Arman dari pikirannya bahkan ketika ia melayani pelanggan lain bayangan lelaki itu selalu muncul seolah olah dunia tiba tiba menyempit hanya berisi dua orang
Lucunya meski suasana sempat tegang ada saja yang bikin tawa muncul lagi ayam kampung langganan itu masuk lagi kali ini bukan sekadar berkokok tapi berhasil mencuri sepotong tempe goreng dari piring pelanggan dan kabur ke luar semua orang teriak kaget lalu ngakak lagi bahkan Haji Darsa yang tadi marah pun tersenyum tipis
Dan di tengah kekacauan kecil itu mata Rahayu dan Arman sempat bertemu hanya sekejap hanya seukuran detak jantung tapi cukup untuk membuat keduanya tahu bahwa ada sesuatu yang mulai tumbuh meski mereka harus berhati hati meski dunia seolah menentang
Jadi begitulah bab ini bukan tentang orasi besar bukan tentang bentrok aparat bukan tentang strategi politik tapi tentang hati seorang gadis yang bergetar diam diam tentang keberanian seorang pemuda yang tak hanya melawan rezim tapi juga melawan rasa takutnya sendiri dan tentang tawa kecil yang selalu menyelip di tengah krisis karena tanpa tawa hidup hanya akan jadi beban
Dan kamu yang membaca ini jangan pura pura tidak paham karena aku tahu hatimu juga pernah bergetar untuk seseorang dan kamu tahu betapa sulitnya menyembunyikannya terutama dari mata orang tua yang tajam seperti Haji Darsa.
Other Stories
Queen, The Last Dance
Di panggung megah, di tengah sorak sorai penonton yang mengelu-elukan namanya, ada air mat ...
Blind
Ketika dunia gelap, seorang hampir kehilangan harapan. Tapi di tengah kegelapan, cinta dar ...
Erase
Devi, seorang majikan santun yang selalu menghargai orang lain, menenangkan diri di ruang ...
First Snow At Laiden
Bunda Diftri mendidik Naomi dengan keras demi disiplin renang. Naomi sayang padanya, tapi ...
Romance Reloaded
Luna, gadis miskin jenius di dunia FPS, mendadak viral setelah aksi no-scope gila di turna ...
First Love Fall
Rena mengira dengan mendapat beasiswa akan menjadi petualangan yang menyenangkan. Tapi sia ...