Romance Reloaded

Reads
3.4K
Votes
0
Parts
30
Vote
Report
Penulis TJOE 21

Bab 6 Skandal Pertama

Kamu tahu apa yang lebih cepat daripada peluru no scope di game FPS? Jawabannya gampang: gosip di media online. Kalau kemarin cuma ada donasi misterius, hari ini semua portal gosip sudah berteriak dengan judul besar. “Politisi muda dan gamer cantik? Skandal baru dunia maya.” Dengan foto Luna yang diedit sengaja ditaruh di samping Adrian, lengkap dengan garis merah merah seperti investigasi ala detektif.

Luna membaca artikel itu sambil menggigit bibir. Rasanya seperti ditembak tanpa sempat menekan tombol reload. “ya ampun apa apa-an ini” kata Luna.

Ponselnya bergetar terus menerus. Notifikasi masuk dari teman kampus, dari sesama gamer, bahkan dari dosennya. Ada yang bercanda, ada yang serius, ada juga yang kepo setengah mati.

“jadi bener kamu sama politisi itu” kata seorang temannya lewat chat.

“enggaklah” kata Luna singkat.

Tapi meski ia menyangkal, rasa cemas menumpuk di dadanya. Reputasinya sebagai gamer jenius bisa hancur kalau gosip itu semakin liar. Apalagi di dunia esports, sedikit saja ada isu tidak enak bisa bikin sponsor kabur.

Sore itu ia membuka streaming lagi. Tapi kali ini wajahnya jelas tegang. Hoodie-nya ditarik sampai menutupi pipi.

“halo guys” kata Luna pelan.

Chat langsung meledak.

“halo Lani”

“wah gosip panas nih”

“jadi kapan nikah sama politisi sixpack”

Luna menarik napas panjang. “hai” kata Luna singkat.

“hai juga” kata salah satu penonton.

Tapi yang lain tidak berhenti.

“politisi nyogok gamer cantik fix canon”

“gamer cantik rebut politisi muda”

“wah negara butuh gamer ternyata”

Luna menepuk meja. “serius ya aku nggak ada hubungan sama sekali” kata Luna.

Namun semakin ia menyangkal, semakin chat menggila. Memang begitulah hukum gosip, semakin dibantah semakin ramai.

Di sisi lain Adrian sedang duduk di ruang kerjanya. Ia membaca berita gosip itu lewat tablet. Ajudannya sudah panik. “Pak ini bisa jadi masalah serius, citra politik bapak bisa kena” kata ajudannya.

Adrian hanya menghela napas. “aku lebih khawatir sama gadis itu” kata Adrian.

“gadis itu maksud bapak Luna?”

“ya siapa lagi” kata Adrian.

Adrian lalu mengambil ponselnya. Ia mengetik pesan singkat ke nomor Luna yang ia dapat dari kontrak sponsor kecil kemarin. Pesannya sederhana. “jangan khawatir, aku akan bantu.”

Luna melihat layar ponselnya bergetar. Ia membaca pesan itu. Matanya melebar.

“hai” kata Luna membalas dengan jari gemetar.

“hai, tenang saja” kata Adrian.

Untuk pertama kalinya sejak gosip itu pecah, Luna merasa ada seseorang yang berdiri di sisinya. Walau ia belum tahu apakah ia bisa sepenuhnya percaya pada Adrian, tapi sekilas rasa lega muncul.

Namun netizen tidak pernah tidur. Malam itu hashtag #PolitisiNyogokGamer trending nomor satu. Ada meme, ada video editan, bahkan ada lagu remix DJ. Kalau kamu pikir netizen cuma bisa gosip, ternyata mereka juga kreatif. Kreatif bikin pusing orang.

Luna duduk di depan laptopnya sambil mengusap wajah. “aku capek banget” kata Luna pelan.

Lalu tiba tiba ada suara dari chat streaming. Username misterius itu muncul lagi.

“jangan menyerah, aku percaya sama kamu” tulis pesan donasi besar.

Luna menatap layar lama sekali. Hatinya campur aduk.

“siapa sih kamu” kata Luna pelan.

Chat makin ramai.

“itu pasti politisi”

“fix couple”

“wah bentar lagi ada drama baru nih”

Luna akhirnya memutuskan mematikan streaming lebih cepat. Ia rebahan di ranjang sempitnya. Atap kamar tampak retak retak. Udara pengap. Tapi pikirannya malah makin berisik.

Ia membayangkan karier yang baru saja mulai naik bisa runtuh gara gara gosip bodoh. Ia membayangkan sponsor yang batal, tim yang kecewa, penonton yang berbalik jadi haters.

“aku harus bagaimana” kata Luna sambil menutup wajah dengan bantal.

Dan di situlah aku, narator yang baik hati, mau ingetin kamu pembaca. Pernah nggak kamu merasa hidupmu direbut gosip yang bahkan bukan buatanmu. Itulah yang dirasakan Luna sekarang. Rasanya seperti kalah match bukan karena kalah skill tapi karena ada cheater di dalam game. Menyebalkan bukan.

Keesokan harinya Luna dipanggil oleh manajer kafe gaming tempat ia sering latihan. Lelaki itu wajahnya serius.

“Luna gosip ini bikin kafe kita jadi ramai, tapi aku khawatir sponsor jadi ragu kalau kamu terus diasosiasikan sama politik” kata manajernya.

“tapi aku nggak ada hubungannya sama sekali” kata Luna.

“aku percaya, tapi dunia luar belum tentu percaya” kata manajernya lagi.

Luna terdiam. Rasanya ingin melempar meja. Tapi ia tahu marah tidak akan menyelesaikan apa apa.

Di luar ruangan Adrian sedang menunggu dengan pakaian sederhana, tanpa jas, hanya kaos hitam dan jaket tipis. Wajahnya terlihat capek tapi matanya fokus.

“aku minta maaf” kata Adrian begitu Luna keluar.

“untuk apa” kata Luna dingin.

“untuk semua gosip ini. Aku tahu kau jadi korban.”

Luna menatapnya tajam. “kalau benar kamu donatur itu, kenapa tidak diam saja. Kenapa harus kasih pesan yang bikin netizen makin salah paham.”

“karena aku ingin kamu tahu ada yang mendukungmu” kata Adrian.

“aku tidak butuh dukungan yang bikin hidupku hancur” kata Luna ketus.

Sunyi beberapa detik. Lalu Adrian tersenyum kecil. “kamu kuat sekali, Luna.”

Luna ingin marah lagi tapi entah kenapa hatinya bergetar. Ia benci gosip itu, ia takut reputasinya rusak, tapi di saat yang sama ada rasa aneh ketika melihat Adrian benar benar peduli.

“aku janji akan bantu membersihkan namamu” kata Adrian.

“janji itu mahal harganya” kata Luna.

“aku politisi, hidupku penuh janji. Tapi kali ini aku akan buktikan” kata Adrian.

Luna menghela napas panjang. “baiklah, kita lihat saja.”

Malam itu Luna kembali ke rumahnya dengan perasaan campur aduk. Ia duduk di depan laptop, membuka game favoritnya. Tangannya gemetar ketika memegang mouse. Ia menatap layar.

“kalau di game aku bisa kalahkan musuh, maka di dunia nyata aku juga bisa kalahkan gosip” kata Luna sendiri.

Ia lalu menekan tombol start, masuk ke match baru.

Dan begitulah, bab ini ditutup dengan Luna yang berusaha menembak semua keraguannya dengan keyakinan. Walau gosip makin liar, walau reputasi di ujung tanduk, ia tidak akan menyerah. Karena kadang musuh terbesar bukan orang di depan layar, tapi gosip yang bersembunyi di balik kata kata.



Other Stories
Keikhlasan Cinta

6 tahun Hasrul pergi dari keluarganya, setelah dia kembali dia dipertemukan kembali dengan ...

Mozarela Bukan Cinderella

Moza, sejak bayi dirawat di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu oleh Bu Kezia, baru boleh diadops ...

Kenangan Yang Sulit Di Ulang Kembali

menceritakan hidup seorang Murid SMK yang setelah lulus dia mendapatkan kehampaan namun di ...

Pintu Dunia Lain

Nadiva terkejut saat gedung kantor berubah misterius: cat memudar, tembok berderak, asap b ...

Aku Bukan Pilihan

Cukup lama Rama menyendiri selepas hubungannya dengan Santi kandas, kini rasa cinta itu da ...

Melupakan

Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...

Download Titik & Koma